Penguasa Alam Semesta

Penguasa Alam Semesta
Ch.74 - Dimensi Pedang II


__ADS_3

Xiang Shin memutuskan melawan sebuah pedang dengan motif kepala burung elang pada gagangnya.


Seperti sebelumnya, saat Xiang Shin sudah berjarak beberapa meter, jiwa pedang itu muncul.


Namun tidak seperti sebelumnya yang mana jiwa pedang berbentuk sebagaimana manusia, jiwa pedang yang saat ini Xiang Shin lihat memiliki kepala elang, hanya menggunakan celana atau bertelanjang dada.


Xiang Shin tidak menunggu jiwa pedang menyerang lebih dulu, ia melesat menyerang dengan pedang di tangannya.


Seketika Xiang Shin sudah berada di depan jiwa pedang dengan pedangnya yang langsung mengincar leher lawan.


Akan tetapi jiwa pedang tiba-tiba menghilang dari pandangan Xiang Shin lalu muncul tepat di belakangnya.


“Cepat sekali!” Xiang Shin dengan segala berbalik lalu menahan serangan jiwa pedang, membuatnya terpental belasan meter.


Baru saja Xiang Shin mendapatkan kembali momentumnya, jiwa pedang sudah berada tepat di hadapannya. Ia sigap menghindari serangan namun pipi kanannya terkena goresan yang mengeluarkan darah.


Xiang Shin langsung melancarkan serangan balasan beruntung, meskipun semuanya ditangkis dengan sempurna tapi jiwa pedang tetap terlempar mundur.


“Meskipun dalam segi kekuatan jiwa pedang ini lebih lemah dari yang sebelumnya, tapi dia begitu cepat dan lincah. Sulit sekali untuk mengenainya, terlebih dengan refleksnya yang sangat bagus,” Xiang Shin bergumam pelan, “karena satu pedang tidak cukup maka akan aku gunakan dua pedang!”


Satu pedang lagi tercipta di tangan kiri Xiang Shin. Ia mengusap darah yang mengalir di pipi kanannya.


“Ini seharusnya alam bawah sadar kan? Kenapa rasa sakitnya terasa begitu nyata?”


Tidak berselang lama sebelum keduanya kembali beradu serangan pedang. Kali ini Xiang Shin mampu mengimbangi kecepatan jiwa pedang menggunakan dua pedang di tangannya.


Seiring waktu keduanya bukannya semakin melemah namun setiap serangan mereka menjadi lebih cepat dan lebih bertenaga dari sebelumnya, seolah mereka bertambah kuat.


Hingga dalam satu waktu, Xiang Shin dan jiwa pedang sama-sama terlempar mundur belasan meter.


Xiang Shin masih bisa tersenyum tipis meskipun sudah mendapatkan beberapa luka di tubuhnya.


“Rasanya sudah lama tidak merasakan pertarungan yang menyenangkan seperti ini,” Xiang Shin memasang kuda-kuda sederhana, berdiri tegak menyamping dengan lengan kanan dan pedang membentuk seperti huruf V.

__ADS_1


Teknik Pedang Pemutus Emosi!


Ekspresi Xiang Shin berubah darat dengan mata yang tidak memancarkan cahaya apapun seolah seperti mata orang mati.


Jiwa pedang menyerang lebih dulu, gerakkannya sekarang lebih cepat dari sebelumnya.


Xiang Shin langsung menyambut serangan yang datang. Kali ini pola serangan Xiang Shin menjadi sangat berbeda, ia menyerang dengan pola yang terlalu berganti-hingga sulit untuk dibaca oleh jiwa pedang.


Pertarungan yang awalnya berimbang kini mulai di dominasi oleh Xiang Shin. Pemuda itu sama sekali tidak memberikan kesempatan lawannya melancarkan serangan balasan.


Jiwa pedang melompat mundur saat menemukan kesempatan tapi Xiang Shin dengan cepat memangkas jarak diantara mereka.


Hingga akhirnya Xiang Shin berhasil memotong jiwa pedang menjadi dua, atau mungkin tidak tepat karena tubuh jiwa pedang seolah menjadi asap lalu menghilang.


Jiwa pedang muncul di belakang Xiang Shin, bersiap menusuknya dari belakang.


*JLEB!


Xiang Shin sudah memperkirakan jiwa pedang akan muncul di belakangnya hingga ia menggunakan pedang di tangan kirinya untuk di turunkan kebelakang, menembus jantung jiwa pedang.


Jiwa pedang pun lenyap, menyisakan pedangnya yang menjadi cahaya lalu masuk kedalam kepala Xiang Shin, bersamaan dengan ekspresi Xiang Shin kembali normal.


“Luka-luka ku perlahan sembuh dengan sendirinya,” Xiang Shin melihat sekujur tubuhnya yang dipenuhi luka perlahan mulai sembuh.


“Melawan dua pedang saja aku sudah kerepotan sampai seperti ini, dan kedua pedang itu merupakan yang paling lemah. Lalu bagaimana dengan pedang yang paling kuat? Seberapa kuat sebenarnya Feng Lao yang telah menciptakan Dimensi Pedang ini?” Xiang Shin tidak bisa membayangkan seberapa kuat Feng Lao.


“Mungkin saja Feng Lao memang tidak berniat buruk. Dia sangat kuat, jika dia ingin melakukan sesuatu pada ku maka dia bisa melakukannya dengan bebas, aku tidak akan bisa melawannya,” Xiang Shin tersenyum tipis, “membayangkan orang kuat sepertinya pernah aku kalahkan sebelumnya, aku sepertinya harus bangga.”


Xiang Shin berhenti memikirkan hal itu dan lanjut melawan pedang ke-3. Kekuatan pedang ke-3 tidak jauh berbeda dengan pedang pertama dan ke-2, begitu juga dengan pedang ke-4 sampai pedang ke-9.


Meskipun kesembilan pedang itu memiliki kemampuan unik masing-masing, tapi karena tingkat kekuatan mereka tidak jauh berbeda, terlebih kemampuan Xiang Shin meningkat semakin banyak ia mengalahkan pedang, ia jadi bisa mengalahkan mereka dengan cukup mudah meskipun menemukan beberapa kesulitan.


Xiang Shin tidak tau berapa lama waktu yang ia habiskan di tempat ini karena di tempat ini tidak ada matahari, tapi cahaya di Dimensi Pedang seperti sedang sore hari. Meski begitu Xiang Shin memperkirakan dia sudah berhari-hari di tempat ini.

__ADS_1


Sekarang Xiang Shin bingung ingin melawan pedang yang mana sebagai pedang ke-10. Semakin jauh jarak pedang dari titik awal dia berada di Dimensi Pedang, semakin kuat pula pedang itu.


Saat ini pedang yang berada paling dekat dengannya memiliki aura yang terasa berbeda dari sembilan pedang sebelumnya.


Xiang Shin mengeluarkan sembilan pedang yang sudah ia kalahkan, kesembilan pedang itu melayang di belakang punggungnya dengan posisi terhunus kedepan.


“Baiklah, aku sudah memutuskan!” Xiang Shin mengibaskan tangannya, membuat salah satu pedangnya melesat kearah salah satu pedang.


Jiwa pedang dengan cepat keluar lalu menangkis pedang Xiang Shin. Pedang itu kemudian kembali lagi ke belakang punggungnya.


Xiang Shin langsung memasang kuda-kuda, menatap tajam jiwa pedang yang berbentuk pria dewasa pada umumnya.


“Hanya seorang bocah ternyata. Kenapa Tuan Feng Lao memilih mu?”


Xiang Shin mengerutkan keningnya mendengar jiwa pedang itu ternyata bisa bicara.


“Kau bisa bicara?”


“Apakah kau perlu menanyakan hal yang sudah jelas?”


“...”


Xiang Shin tidak menjawab. Karena jiwa pedang ini bisa berbicara, itu sudah menunjukkan jika dia berbeda dengan 9 pedang yang sudah ia kalahkan.


“Seorang bocah mentah yang baru mencapai tingkat Martial Lord di usia 20-an. Aku tidak akan meragukan pilihan Tuan Feng Lao, karena dia sudah memilih mu maka kau pasti memiliki kelebihan tersendiri,” Jiwa pedang mengangkat pedangnya, “jadi tunjukan pada Yi Bei ini, apa yang membuat mu pantas menjadi pilihan Tuan ku!”


Yi Bei mengayunkan pedangnya, mengeluarkan energi berbentuk bulan sabit yang melesat cepat.


“Energi pedang?!” Xiang Shin terkejut, namun ia masih sempat menahan serangan itu.


*BAAMM!


Xiang Shin terpental hingga berguling-guling di tanah.

__ADS_1


__ADS_2