
“Hm, sangat mudah, sama sekali tidak menantang.” Luo Xian Lin mendengus setelah membunuh satu petinggi Keluarga Yang yang terakhir.
“Ya mau bagaimana lagi, mereka kebanyakan berada di tingkat Immortal Emperor tahap awal. Bahkan jika ada seratus dari mereka, salah satu dari kita bisa membunuh mereka dengan mudah,” balas Yun Yihua, “tapi tumben sekali kau bersikap seperti ini saudari Xian Lin. Biasanya kau tidak seperti ini ketika berhadapan dengan musuh.”
“Itu karena aku membenci Keluarga Yang, terutama si Yang Zhi itu yang telah berniat menjodohkan ku dengan Yang Yin,” Luo Xian Lin kembali mendengus, ia ingin melupakan saat di mana ia hampir di cium oleh baji*ngan Yang Yin.
“Sepertinya para pak tua itu sudah datang,” Huo Cai’er melihat ke arah tertentu.
Berbeda dengan saat melawan petinggi Keluarga Luo, kali ini Huo Cai’er tidak melakukan penyiksaan kejam karena Keluarga Yang tidak kurang ajar terhadap suaminya.
Selain itu Xiang Shin telah menyuruhnya untuk membunuh musuh dengan cepat dan tidak membuang-buang waktu dengan menyiksa orang.
Huo Cai’er tentu saja patuh pada apa yang di perintahkan oleh suaminya. Meskipun memang rasa-rasanya membunuh orang tanpa memberikan rasa sakit terlebih dahulu terasa kurang menurut Huo Cai’er.
“Ya, kali ini para pak tua itu seharusnya bisa bertahan lama!” Luo Xian Lin mengepalkan tangannya.
“Apa kau benar-benar ingin membuat mereka tersiksa, saudari Xian Lin?” tanya Huo Cai’er.
“Tentu saja. 100 kematian bahkan tidak cukup untuk meredakan amarah ku pada Keluarga Yang.”
“Kalau begitu ambillah ini,” Huo Cai’er memberikan satu botol Gion hitam, “itu adalah racun khusus yang aku miliki, tuangkan maksimal satu tetes di luka mereka nanti maka mereka akan mendapatkan penderitaan yang menyedihkan.”
__ADS_1
“Benar juga, aku bisa menggunakan racun mu. Kenapa tidak terpikirkan dari awal,” Luo Xian Lin memasukkan botol giok hitam itu ke dalam cincin dimensinya.
“Tapi ingat saudari Xian Lin. Aku hanya memberi mu racun saja, tidak akan ikut dalam penyiksaan yang kau lakukan jadi jangan katakan pada Kakak Shin jika aku membantu mu dalam hal ini,” Huo Cai’er tidak ingin di marahi oleh Xiang Shin.
“Tenang saja, kau tidak perlu khawatir saudari Cai’er,” Luo Xian Lin menyeringai lebar, sebuah seringai yang belum pernah ia tunjukkan sebelumnya, “akan ku buat mereka tersiksa sampai mati.”
“Ah.. sepertinya saudari Xian Lin telah ketularan psikopat saudari Cai’er,” Yun Yihua menghela nafas, ia agak khawatir jika nanti hanya dirinya saja yang akan normal di antara saudarinya.
Namun Yun Yihua lebih khawatir jika ia nanti malah ketularan psikopat Huo Cai’er. Ia tidak bisa membayangkan dirinya menyiksa orang seperti yang Huo Cai’er lakukan.
Tidak berselang lama, sekitar 5 kultivator tingkat Immortal Emperor tahap akhir yang merupakan monster tua Keluarga Yang pun akhirnya datang.
***
Di sisi tertentu Kediaman Keluarga Yang, terlihat seorang wanita tingkat Immortal Spirit tahap akhir berhadapan dengan seorang Raksasa.
Meskipun tingkat kultivasi mereka sama, namun jelas sekali wanita itu tidak mampu menghadapi ketangguhan Raksasa.
Wanita itu terus di paksa dalam posisi bertahan tanpa di berikan kesempatan menyerang. Hingga pada titik tertentu, wanita itu terlempar, menabrak bangunan sampai hancur dengan darah yang menyembur dari mulutnya.
Wanita itu berniat bangkit namun Raksasa itu sudah melompat, memusatkan energi pada kepalan tangannya, bersiap menghantamkan serangan akhir.
__ADS_1
“Ah.. sepertinya ini akhir untuk ku,” Wanita itu bergumam pelan, memejamkan mata seolah pasrah dengan nasibnya.
*BAAMM!
Namun tiba-tiba ia mendengar suara hantaman dan sampai beberapa saat, serangan seharusnya mengenainya tidak kunjung datang.
Ia membuka mata dan melihat punggung seorang pria yang ia kenal hingga membuat matanya melebar.
“Kakak.. Duan,” wanita itu bergumam lirih.
“Senior Duan!” Raksasa itu terkejut karena pukulannya di tahan oleh Meng Duan, “kenapa kau malah menahan serangan ku, senior Meng Duan?”
“Pergilah, aku yang akan mengurus wanita ini.”
Raksasa itu tidak langsung menjawab karena bingung dengan situasi yang tiba-tiba ini. Namun pada akhirnya ia pun mengangguk kemudian melesat pergi.
Meng Duan berbalik, melihat wajah seorang wanita yang sangat ia kenal.
“Lama tidak bertemu, Xue Ning.”
“Kakak Duan.. aku..” Xue Ning menunduk, tidak berani menatap wajah Meng Duan.
__ADS_1
Jujur ia merasa malu, namun rasa penyesalannya justru lebih besar. Ia menyesal telah meninggalkan Meng Duan karena Yang Yin. Namun penyesalan itu sudah tidak berguna. Mungkin.. apakah dia memiliki kesempatan?
Ah.. betapa tidak tau malunya dirinya jika meminta kesempatan dari Meng Duan. Yah, ia saat ini hanya bisa menunduk dengan air mata yang menetes.