
Kedatangan tiba-tiba Han Shizu membuat suasana Koloseum sejenak menjadi sunyi.
“Siapa kau?!” Yang Yin menatap tajam Han Shizu namun wanita itu sama sekali tidak memedulikannya.
Para penonton mulai membicarakan tentang Han Shizu sementara Tetua Gong Lang langsung masuk ke arena. Ia tidak tau siapa wanita itu namun yang pasti wanita itu berbahaya.
“Siapa kau? Beraninya kau datang kemudian mengganggu jalannya turnamen grand final Dimensi Manusia!” Tetua Gong Lang mendarat tidak jauh dari Han Shizu dengan sikap siaga.
“Oh sekarang Sekte Kuil Surga sudah berani ya, apa kalian menganggap diri kalian sudah besar?” Han Shizu melirik Tetua Gong Lang.
“Kau...”
*BAAMM!
Baru saja Tetua Gong Lang ingin mengatakan sesuatu, sebuah gelombang serangan menghantam kepalanya dari belakang hingga ia terjatuh terbalik, setengah badan bagian atasnya pun masuk ke dalam lantai arena.
Sosok 3 Dewa Dimensi Manusia melesat dengan cepat ke depan Han Shizu kemudian menangkupkan tangan mereka dengan penuh hormat dan keringat dingin.
“Senior, mohon maaf atas kelancangan Tetua sekte ku, dia hanya tidak mengetahui siapa diri mu.”
Tang Liao yang biasanya terlihat sangat tenang, kini ia terlihat panik dengan wajah berkeringat. Dialah tadi yang menyerang Tetua Gong Lang sampai setengah tubuhnya tenggelam ke lantai.
Bing Huang membawa muridnya sedikit menjauh hingga Yang Yin bisa bergerak lagi.
“Yin’er, segera beri hormat padanya!” Bing Huang berbicara lewat telepati.
Yang Yin tidak tau siapa Han Shizu tapi melihat ketiga orang yang merupakan Dewa di Dimensi Manusia tunduk padanya, ia sedikit memahami kondisi.
“Maaf senior tadi aku berteriak pada mu.” Yang Yin menangkupkan tangannya.
Tidak hanya Xiang Shin yang terkejut namun semua orang yang menonton kini hanya terdiam.
__ADS_1
Xiang Shin menatap Han Shizu dengan kerutan kening, tubuhnya gemetar tidak karuan karena lututnya yang masih lemah.
“Junior Xiang Shin, beri hormat pada senior!” Yu Luan berkata sedikit panik.
Han Shizu mengangkat tangannya kemudian menepuk pundak Xiang Shin. Satu sentuhan biasa membuat Xiang Shin langsung terjatuh ke tanah.
“Ah.. menyebalkan.” Xiang Shin bergumam dalam hati. “Sepertinya wanita ini memiliki identitas tidak biasa karena 3 Dewa begitu hormat padanya.”
“Baiklah, seperti yang aku katakan tadi, turnamen membosankan ini berakhir sampai di sini.”
“Tapi Senior, grand final masih belum di mulai, bagaimana kita akan menentukan pemenangnya?” Tanya Tang Liao.
“Pemenangnya Xiang Shin, kalian bisa memberikan peringkat kedua pada Yang Yin.”
“Senior, bagaimana bisa Xiang Shin menjadi pemenangnya? Murid ku..”
Bing Huang terdiam melihat Han Shizu meliriknya, menatap tepat pada matanya. Meskipun wanita itu tidak mengeluarkan aura atau tatapan mengancam, ia seolah bisa merasakan tekanan tertentu.
“Murid mu apa?”
“Aku tidak setuju.. bagaimana bisa ini berakhir begitu saja? Aku masih belum membunuh Yang Yin! Jangan memutuskan seenaknya.”
3 Dewa langsung memelototi Xiang Shin karena kelancangannya berbicara dengan nada tinggi.
“Oh, apa perlu aku memberi 1 tahun masa hukuman lagi?” Han Shizu tersenyum manis.
“T-tidak, sebaiknya jangan. Ya, memang sudah seharusnya aku menang.” Xiang Shin sudah tidak kuat lagi jika harus ada tambahan 1 tahun.
“Kalau begitu apakah ada yang keberatan dengan keputusan ku?”
“Anda adalah yang membuat turnamen ini, Senior. Hadiah utamanya juga dari mu, jadi Senior bebas memutuskan.” Yu Luan tidak keberatan karena bukan murid Bing Huang yang menang.
__ADS_1
Xiang Lan melesat ke dalam arena.
“Lan’er, tunggu!” Xiang Shui berniat menghentikan adiknya namun terlambat. “Kalian semua tunggu di sini!”
Xiang Shui langsung menyusul adiknya.
Xiang Lan melempar kertas formasi, menempel di tubuh ayahnya kemudian membawanya berteleportasi ke dekatnya.
“Siapa kau? Apa yang kau lakukan pada ayah ku?”
Entah kenapa Xiang Lan merasa ayahnya menjadi lemah karena wanita itu.
“Lan’er, sudah ku bilang jangan bertindak sembarangan.” Xiang Shui berdiri di hadapan adiknya. “Senior mohon maafkan adik ku. Dia hanya khawatir pada ayah kami.”
“Ayah? Oh jadi kau sudah memiliki dua anak, Xiang Shin?”
Xiang Shin menjadi serius melihat ekspresi datar Han Shizu.
“Jangan berpikir untuk melakukan sesuatu pada keluarga ku! Atau aku tidak akan memaafkan mu!”
“Jadi ternyata memang benar ya. Aku pikir aku yang pertama tapi ternyata tidak, aku kecewa dan merasa tertipu oleh mu. Kau seharusnya tau orang yang bersalah pasti mendapatkan hukuman kan?” Han Shizu tersenyum manis, berjalan pelan ke arahnya.
Xiang Shin terdiam. Apa dia berniat memberi hukuman lagi? Tidak, aku bisa mati jika itu benar.
“Tunggu.. bagaimana jika kita bicarakan ini baik-baik?”
Tiba-tiba Xiang Shin sudah berada di hadapan Han Shizu dengan lehernya yang di cengkeram. Wanita itu langsung membawa Xiang Shin ke tempat ia memberi hukuman sebelumnya.
Xiang Shin menjadi pucat, apa lagi melihat pakaiannya sudah menghilang.
“Tidak.. aku sudah tidak kuat lagi. Mohon beri aku sedikit ampunan.”
__ADS_1
“Tidak ada ampun untuk orang yang bersalah.” Han Shizu pun memulai aksinya.
“Tidak tunggu! Ah~!”