
Dari awal pertarungan Xiang Shin sudah mengonsumsi pil tingkat 9 anti racun karena ia tau kemampuan Tetua Cheng Du yang ahli dalam menggunakan racun.
Xiang Shin berpura-pura menyerang seperti orang bodoh melawan ahli racun. Ia sengaja membuat dirinya terkena racun, membuat Tetua Cheng Du lengah hingga ia bisa melakukan serangan saat pria tua itu membuka celah besar.
Kini Tetua Cheng Du tengkurap dengan tubuhnya yang tertancap 10 pedang membuatnya tidak bisa bergerak.
“Melihat dari tingkat kultivasi dan kemampuan mu, kau mungkin berasal dari Sekte Racun Selatan. Haha, tidak ku sangka tidak hanya murid Sekte Racun Selatan saja yang bodoh tapi Tetuanya sama bodohnya,” Xiang Shin ingat sebelumnya ia pernah membunuh seorang murid Sekte Racun Selatan tingkat Martial Lord tahap menengah saat di Hutan Diyun.
“Kau.. padahal kau sudah terkna racun ku! Bagaimana kau masih bisa bergerak?!” Tetua Cheng Du berteriak marah.
“Benda terbaik untuk melawan racun adalah pil, aku memiliki pil yang sangat berguna melawan racun jadi aku mengonsumsinya dulu sebelum bertarung,” Xiang Shin berdiri, kulitnya yang berwarna keunguan mulai kembali normal karena efek pil anti racun yang sudah ia konsumsi, “itulah kenapa jangan pernah terlalu percaya diri saat melawan seseorang karena terlalu percaya diri bisa membuat seseorang buta.”
“Jangan membunuh ku.. aku akan memberikan apapun yang kau inginkan.. asal jangan membunuh ku.” Tetua Cheng Du masih ingin hidup.
“Jika kau mengatakan itu pada diri ku 2 tahun lalu maka aku pasti akan melepaskan mu, tapi sekarang sudah berbeda,” Xiang Shin menciptakan pedang Qi, “kalau aku membunuh mu Sekte Racun Selatan pasti akan otomatis menjadi musuh ku, jadi aku memerlukan informasi tentang Sekte Racun Selatan!..
Katakan semua yang kau ketahui jika ingin mendapatkan kematian tanpa merasakan rasa sakit.”
“Heh, aku adalah ahli racun, aku tidak pernah merasakan sakit apapun kecuali jika kau menggunakan racun yang lebih kuat dari yang aku miliki,” Tetua Cheng Du lebih memilih mati daripada mengkhianati rekannya.
“Benarkah begitu?” Xiang Shin menyeringai sambil memperlihatkan kobaran api biru di telapak tangan kanannya, “apa kau lupa baru saja di lahap oleh api biru ku?”
Tetua Cheng Du tertegun, ia mengingat kobaran api biru yang melahapnya baru saja. Api biru itu memberikan rasa sakit yang sangat kuat, namun luka fisik yang ia alami tidak signifikan, bahkan pakaiannya tidak terlalu banyak bagian yang terbakar tidak seperti orang yang sudah terbakar api.
“Aku rasa kau ingin merasakan api biru ku sekali lagi.”
“Jangan mendekat! Aku adalah Tetua Sekte Racun Selatan yang...”
Xiang Shin mengibaskan tangannya, mengeluarkan energi tebasan yang merobek kedua pipi Tetua Cheng Du hingga memutuskan urat rahangnya, membuat mulutnya terbuka lebar seperti monster.
__ADS_1
“Aku sudah muak mendengar kalimat seperti itu. Orang-orang di dunia ini selalu saja menggunakan kata-kata seperti itu ketika sudah terdesak.”
Sebuah formasi sihir tercipta di bawah Tetua Cheng Du, kobaran api biru langsung keluar membakar tubuh dan jiwa Tetua Cheng Du.
Tetua Cheng Du berteriak kesakitan, suara kerasnya membuat Xiang Shin menyeringai semakin lebar.
“Oh tidak, aku sepertinya tersenyum terlalu lebar,” Xiang Shin menahan agar bibirnya tidak tersenyum terlalu lebar dengan tangan, “Apakah aku menjadi aneh? Entah kenapa aku merasa.. menikmati hal ini, menyiksa seseorang dan mendengar teriakannya. Ah.. semoga saja aku tidak menjadi psikopat.”
Meskipun Xiang Shin berkata demikian, senyum lebarnya akan membuat orang yang pertama kali melihatnya bisa langsung berpikir kalau dirinya adalah seorang psikopat.
Tetua Cheng Du tidak hentinya berteriak kesakitan. Ia benar-benar merasa tubuhnya terbakar api yang sangat kuat, dagingnya terasa di congkel sedikit demi sedikit.
10 menit kemudian, Xiang Shin menghilangkan api birunya.
“Bagaimana pak tua? Masih tidak ingin bicara? Aku bisa membuat intensitas api biru ku semakin kuat agar kau bisa merasakan pedihnya penderitaan.”
“Jangan.. harap..”
Setengah jam berlalu barulah Xiang Shin memadamkan api birunya.
“Seperti apapun.. kau menyiksa ku.. aku tidak akan mengkhianati rekan ku..”
“Loyalitas yang patut di kagumi. Tapi asal kau tau saja, sebenarnya aku bisa sama membuat mu berbicara tanpa harus menyiksa mu dengan formasi sihir ku. Jadi apakah kau ingin terus melanjutkan siksaan mu?”
“Heh, jangan pikir aku bodoh.. jika kau memang bisa.. lalu kenapa kau harus repot-repot menyiksa ku..”
“Karena ini lebih menyenangkan,” Xiang Shin tersenyum lebar, kembali membakar Tetua Cheng Du.
Kali ini Xiang Shin membakar Tetua Cheng Du lebih lama, 2 jam sudah berlalu namun ia tidak berhenti, malah membuat intensitas api biru semakin kuat hingga pria tua itu berteriak semakin keras.
__ADS_1
Sampai Xiang Shin sudah merasa bosan, barulah ia berhenti menyiksa Tetua Cheng Du dengan api biru.
“A.. aakk..” Tetua Cheng Du sudah kesulitan berbicara, bahkan mungkin ia tidak lagi bisa berbicara.
“Baiklah aku rasa sudah cukup,” Xiang Shin menyentuh kening Tetua Cheng Du dengan jari telunjuknya, “perjuangan mu sangat sia-sia, pak tua.”
Sebuah formasi sihir terbentuk di ujung jari telunjuknya hingga menempel di kening Tetua Cheng Du.
“Sekarang katakan semua informasi penting mengenai Sekte Racun Selatan.
Tetua Cheng Du berbicara dengan pelan, mengatakan semua informasi mengenai Sekte Racun Selatan sesuai yang diperintahkan Xiang Shin.
Tetua Cheng Du juga menceritakan mengenai konflik internal dan siapa Huo Cai’er sebenarnya.
Membutuhkan 2 jam penuh hingga Tetua Cheng Du menyelesaikan ceritanya.
“Jadi begitu, ternyata ada hal seperti itu di Sekte Racun Selatan,” Xiang Shin menghilangkan semua Pedang Dao yang menancap di tubuh Tetua Cheng Du lalu menusuk jantungnya enggan pedang Qi hingga pria tua itu tewas seketika.
“Hah.. apakah aku benar-benar harus menjadi penyelamat dunia sekali lagi?” Xiang Shin menghela nafas.
Dewa Orochi akan bangkit, kekuatannya tidak Xiang Shin ketahui seperti apa, namun dari cerita Tetua Cheng Du, kekuatan makhluk itu sangat kuat. Jika dia bangkit maka akan terjadi kekacauan dan dirinya pasti akan terlibat jika masih berada di Benua Chenwu.
Selain itu Xiang Shin sudah memiliki seseorang yang berharga di dunia ini. Xu Lingling, gadis itu pasti akan terlibat dalam peperangan jadi dirinya secara otomatis akan ikut.
“Lebih baik aku temui gadis itu lebih dulu,” Xiang Shin kembali ke tempat dimana Huo Cai’er berada.
Setibanya di sana, ia melihat kondisi Huo Cai’er semakin melemah di dalam kubah energi. Xiang Shin menghilangkan kubah energi lalu mengeluarkan sebuah pil.
“Makan ini!” Xiang Shin menyuapi Huo Cai’er.
__ADS_1
Huo Cai’er tidak tau siapa itu karena ia sudah tidak bisa melihat, hanya bisa mendengar suara saja, itupun sangat samar. Ia memakan pil itu tanpa ragu.