Penguasa Alam Semesta

Penguasa Alam Semesta
Ch.121 - Masa Lalu Huo Cai'er


__ADS_3

Cai’er benar-benar tidak berkutik di dalam ilusi, ia terbaring lemah dalam kondisi yang sangat memprihatinkan.


Ia bisa melihat satu Raja Iblis yang akan menebas tubuhnya namun ia tidak bisa melakukan apa-apa dan hanya bisa pasrah. Sesaat sebelum tubuh Huo Cai’er benar-benar di tebas, pandangan gadis itu berubah, ia melihat sebuah ruangan yang sangat tidak asing.


Huo Cai’er melihat sekujur tubuhnya yang sudah tidak ada luka sedikitpun, ia menggunakan pakaian yang berbeda serta tubuhnya terlihat lebih kecil.


Huo Cai’er tentu bingung, ingatannya tentang hal sebelumnya tiba-tiba saja menghilang serta semua perjalanan hidupnya tidak ia ingat, ia hanya merasa ada sesuatu yang aneh.


Pintu tiba-tiba terbuka, memperlihatkan seorang wanita cantik yang tersenyum lembut.


“Cai’er.”


“Ibu!” Mata Cai’er melebar, ia langsung berlari dan memeluk ibunya.


Namun situasi tiba-tiba berubah, Huo Cai’er menemukan dirinya malah sedang memangku ibunya yang sudah tewas bersimbah darah dengan salah satu lengannya yang meleleh seperti terkena racun korosif.


“Apa...”


Huo Cai’er tidak tau harus mengatakan apa dalam situasi ini, ia hanya bisa terdiam menunduk melihat ibunya di pangkuannya.


“Ini semua gara-gara kau! Dasar anak terkutuk!”

__ADS_1


Huo Cai’er mengangkat kepalanya, ia melihat begitu banyak orang di depannya, termasuk ayahnya yang melihat dirinya seperti sedang melihat monster menjijikkan.


“Karena kau, ibu mu jadi tewas! Ribuan anggota sekte juga tewas karena mu!”


Ingatan masa lalu Huo Cai’er pun kembali, tentang bagaimana dia menjadi sosok paling di takutkan di Sekte Racun Selatan sejak kecil.


Setelah berumur 5 tahun, entah bagaimana Huo Cai’er membangkitkan kekuatan mengerikan di dalam tubuhnya. Seluruh tubuh Huo Cai’er bisa menjadi racun ganas, bahkan orang-orang yang menyentuhnya bisa tewas seketika karena tidak ada penawar dari racun tubuhnya.


Huo Cai’er sudah membunuh belasan orang secara tidak sengaja, membuatnya di jauhi oleh orang-orang dan banyak anggota Sekte Racun Selatan yang memandangnya seperti monster.


Orang-orang yang telah tewas sebelumnya oleh Huo Cai’er di jadikan di teliti. Darah mereka di kuras kemudian di teliti untuk membuat racun sekaligus menawar racun.


Sampai berumur 7 tahun, Huo Cai’er harus berada di dalam kediamannya tanpa di ijinkan keluar ataupun bertemu orang lain kecuali ayah dan ibunya. Awalnya Huo Cai’er tidak masalah namun lama-kelamaan dia merasa bosan.


Akhirnya ia keluar dari kediamannya secara diam-diam namun ketahuan oleh penjaga. Para penjaga ketakutan saat melihatnya. Huo Cai’er akhirnya ingin kembali ke kamarnya namun para penjaga itu malah menyerangnya sampai berdarah.


Huo Cai’er tentu menjadi sangat marah, ia pun lepas kendali dan mengamuk. Para anggota Sekte Racun Selatan terkuat termasuk ayah dan ibu Huo Cai’er ikut turun tangan untuk menghentikan amukannya.


Setelah ribuan anggota sekte tewas, barulah Huo Cai’er bisa di hentikan dengan kenekatan ibunya yang memeluk erat Huo Cai’er tanpa peduli akan efek racun di tubuhnya.


Ibu Cai’er pun tewas saat itu, sementara ayahnya juga terkena racunnya yang membuatnya sekarat, namun masih bisa bertahan selama belasan tahun dengan kemampuannya.

__ADS_1


Saat Huo Cai’er menyadari kematian ibunya dan kekacauan yang ia buat, Huo Cai’er menjadi sangat menyesal, ia menangis sampai pingsan dan entah kenapa kekuatan mengerikan miliknya menghilang.


Huo Cai’er pingsan selama berbulan-bulan. Saat itulah dia selalu diberikan sugesti untuk melupakan semua kejadian tentang kekuatan misteriusnya, serta mengubah ingatannya kalau orang yang telah membunuh ibunya adalah anggota Sekte Demon Beast.


Setelah semua ingatan Huo Cai’er kembali, situasi kembali berubah. Kali ini ia berada di tubuh dewasanya, berdiri melihat ayah dan ibunya yang telah terbaring tidak bernyawa di depannya.


“Ayah.. ibu...” Huo Cai’er bergumam lirih.


Ibunya tewas karena ingin menghentikan amukannya, sementara ayahnya juga tewas karena Racun Darah Neraka yang asal-usulnya pun dari dirinya. Jadi bisa dikatakan ayah dan ibunya tewas karena dirinya.


Sebelumnya saat di kejar oleh Tetua Cheng Du, Tetua Cheng Du mengejarnya sambil berteriak mengungkap bahwa ayahnya telah tewas karena Racun Darah Neraka. Hal itu membuat Huo Cai’er membangkitkan kekuatannya sementara hingga berhasil melarikan diri sampai ke Hutan Monster.


Tubuh Huo Cai’er bergetar, aura 9 warna perlahan keluar menyelimuti tubuhnya.


Sementara itu Xiang Shin yang berada di dunia nyata langsung melompat mundur saat melihat aura 9 warna menyelimuti tubuh Huo Cai’er, bersamaan dengan kultivasi gadis itu yang menerobos ketingkat Martial Overlord.


Ia sudah melihat bagaimana mengerikannya aura 9 warna itu dari ingatan Huo Cai’er saat gadis itu mengamuk saat berusia 7 tahun.


Aura 9 warna itu adalah racun yang di hasilkan tubuh Huo Cai’er, racun yang dikatakan tidak ada penawarannya. Ia harus waspada agar tidak terkena racun tersebut.


“Ini gawat! Aku harus menghentikannya!” Xiang Shin melakukan segel tangan, mengaktifkan susunan formasi sihir segel yang sudah ia tanamkan di tubuh gadis itu.

__ADS_1


__ADS_2