
Reaksi Xiang Shui tidak jauh berbeda dengan Xiang Lan saat mengetahui kekuatan tidak masuk akal yang di miliki Xiang Fei.
“Mengendalikan waktu sampai ke tingkat itu, aku mendengar jika para ahli hukum waktu yang dapat membalik waktu akan mendapatkan efek samping yang cukup besar. Apa kau tidak merasakan efek samping tertentu setelah menggunakan kekuatan mu, Fei’er?” Tanya Xiang Shui.
“Tidak, Fei’er tidak merasakan apa-apa kecuali lelah saja,” Xiang Fei menggelengkan kepalanya.
“Mungkin karena Xiang Fei adalah perwujudan dari herbal dengan hukum waktu, jadi dia tidak mendapatkan efek samping?” Xiang Shui bergumam dalam hati.
“Lan’er, kultivasi mu sudah menerobos ke tingkat Demi-God, aku tertinggal satu langkah dari mu,” Xiang Shui tersenyum sederhana.
Xiang Lan hanya tersenyum lebar mendengar itu. Selama ini biasanya kultivasi Xiang Shui yang meningkat dulu barulah Xiang Lan menyusul. Namun kali ini ia yang lebih dulu, tentu membuatnya merasa bangga.
“Bagaimana dengan kakak, apa kau tidak merasa akan segera menerobos dalam waktu dekat?”
“Sebenarnya aku berpikir untuk menerobos sekarang. Sebelumnya aku mendapatkan pil ini,” Xiang Shui mengeluarkan sebuah pil, “Pil Pembentuk Dewa, ini bisa membuat ku menerobos ke tingkat Demi-God.”
“Wah.. kalau begitu kakak bisa langsung mengonsumsi pil itu, kami akan menjaga mu.”
“Terima kasih. Dan juga Lan’er, tolong simpan semua mayat pasukan kita!”
“Baik,” Xiang Lan langsung mengumpulkan semua mayat para peri, di bantu oleh Xiang Shin.
Xiang Shui pun bermeditasi mengonsumsi Pil Pembentuk Dewa.
__ADS_1
Seperti sebelumnya, Xiang Fei membantu Xiang Shui mempercepat proses kultivasinya hingga ia dapat menerobos setelah Xiang Lan dan Xiang Shin selesai menyimpan semua mayat peri.
Melihat Xiang Shui yang begitu cepat menerobos, Xiang Shin dan Xiang Lan tidak perlu bingung dengan apa yang terjadi karena hal ini sudah terjadi sebelumnya. Mereka menyadari pelakunya adalah Xiang Fei.
Xiang Shin tidak ingin membuang waktu kemudian melanjutkan perjalanan menuju pusat makam bersama Xiang Shui, Xiang Lan dan Xiang Fei yang tidak ingin turun dari gendongannya.
Gadis kecil itu sama sekali tidak pernah merasa bosan di gendong oleh ayahnya. Dan Xiang Shin pun tidak merasa risih ataupun keberatan. Ia justru senang jika putrinya itu bersikap manja.
Setelah melakukan perjalanan yang cukup panjang, mereka akhirnya tiba di dalam sebuah ruangan yang tidak terlalu luas.
“Biar aku yang mengaktifkan susunan formasinya,” Xiang Shui berdiri di tengah-tengah ruangan kemudian melakukan segel tangan.
Saat telapak tangan Xiang Shui di tempelkan di lantai, ukiran-ukiran formasi muncul mengeluarkan cahaya kebiruan.
Xiang Shin, Xiang Shui, Xiang Lan dan Xiang Fei yang sudah tertidur di punggung ayahnya, berteleportasi ke sebuah tempat atau bisa di bilang sebuah Padang rumput dengan luas beberapa kilometer.
Di tengah-tengah Padang rumput tersebut terdapat sebuah altar dengan banyak ukiran formasi sihir.
“Ukiran formasi sihir ini.. sepertinya terdapat pesan tertentu,” Xiang Shui menatap ukiran formasi sihir yang berada di altar di depannya, “tapi aku sama sekali tidak paham apa maksudnya. Saudara Shin, apa kau bisa membacanya?”
Saat Xiang Shui menoleh ke arah Xiang Shin, ia mengerutkan keningnya melihat ekspresi Xiang Shin yang terlihat kosong dengan mata melebar menatap ke arah altar.
“Adik Shin, apa yang terjadi pada mu?” Xiang Lan juga mengerutkan keningnya.
__ADS_1
Xiang Shin sama sekali tidak menjawab. Seolah di masuki oleh sesuatu, Xiang Shin berjalan mendekati altar, masih dengan ekspresi kosong.
“Saudara Shin!”
“Adik Shin!”
Xiang Shui dan Xiang Lan mencoba menyadarkan Xiang Shin dengan menepuk pundaknya.
Sementara Xiang Fei sendiri masih tertidur pulas karena saat dalam perjalanan tadi, ia menggunakan semua energi Qi Surgawinya untuk menangkal semua jebakan dan bahaya.
Saat Xiang Shin tiba tepat di samping altar, ia melukai tangannya sendiri hingga darahnya menetes di atas altar.
Altar pun mengeluarkan cahaya merah darah di sertai gelombang energi yang kuat, menghempaskan Xiang Shui, Xiang Lan dan Xiang Fei. Hanya Xiang Shin saja yang masih berdiri tegak di tempatnya.
Xiang Fei yang terhempas cukup jauh akhirnya terbangun. Ia mengusap matanya beberapa kali sebelum matanya benar-benar terbuka sepenuhnya.
“Di mana ini?”
“Fei’er! Bagus kau sudah bangun. Apa kau bisa menghentikan Adik Shin?” Xiang Lan bertanya pada Xiang Fei.
“Eh?” Xiang Fei yang bingung dengan situasi tidak tau harus menjawab apa.
Ia menoleh ke arah Xiang Shin dan melebarkan matanya, “apa yang terjadi pada ayah?”
__ADS_1
“Dia tiba-tiba bersikap aneh dan mendekati altar. Saat saudara Shin meneteskan darahnya di atas altar, tiba-tiba saja ledakan energi menghempaskan kita,” Xiang Shui menjelaskan dengan singkat.