Penguasa Alam Semesta

Penguasa Alam Semesta
Ch.205 - Bantuan Datang


__ADS_3

Di saat-saat terakhir sebelum badai api meledak, Xiang Shin menggunakan sisa-sisa energi pedangnya untuk melakukan teleportasi ke luar dari badai api.


Xiang Shin berhasil keluar bersama Luo Xian Lin Dan Xuan namun jarak teleportasi mereka hanya belasan meter di luar badai api.


Xuan segera membuat sepasang sayap seperti sayap kelelawar kemudian mendekap Xiang Shin dan Luo Xian Lin dengan sayapnya.


*BOOOMMM!!


Bersamaan dengan ledakan keras dari badai api, membuat Xuan terpental kedepan bersama Xiang Shin dan Luo Xian Lin yang masih berada dalam dekapan sayapnya.


Mereka bertiga terlempar sampai ke pinggir danau lava. Xuan tidak melepaskan dekapan sayapnya, beberapa bebatuan menghantam punggungnya namun itu bukan apa-apa bagi Xuan.


Setelah bebatuan berhenti berjatuhan, barulah Xuan berdiri membelakangi Shin dan Luo Xian Lin, bersiap melakukan pertarungan berikutnya untuk melindungi tuannya.


“Kau tidak apa-apa.. Xian Lin?”


Luo Xian Lin membuka matanya, ia tersentak melihat Xiang Shin yang berada di atasnya dalam kondisi terlupa, darah mengalir dari mulut dan hidungnya.


Xiang Shin merebahkan tubuhnya di samping Luo Xian Lin dengan nafas lemah.


“Xiang Shin!” Luo Xian Lin langsung bangun memeriksa kondisi Xiang Shin.


“Aku hanya memaksakan diri menggunakan energi pedang untuk melakukan teleportasi, kau tidak perlu khawatir.”


“Mana mungkin aku tidak khawatir!” Luo Xian Lin berusaha berdiri namun kakinya terasa keram, ia benar-benar sudah kehabisan tenaga, “Xuan, bawa kami pergi dari sini sebelum para Elang Api itu mengetahui posisi kita!”


“Tidak perlu..” Xiang Shin melambaikan tangan, memasukkan Xuan ke dalam cincin dimensinya.

__ADS_1


“Kenapa kau malah melakukan ini? Apa kau ingin mati di tempat ini?!” Luo Xian Lin panik, ia tidak tau apa yang di pikirkan Xiang Shin saat ini.


Padahal mereka sudah sangat beruntung bisa selamat dari ledakan badai api dan sekarang Xiang Shin malah tidak ingin pergi dari tempat ini.


“Aku tidak ingin.. yang lainnya melihat Xuan, sudah aku bilang.. dia adalah senjata rahasia ku.”


“Yang lainnya?” Luo Xian Lin mengerutkan keningnya.


“Bantuan sudah datang.”


Bersamaan dengan perkataan Xiang Shin, Luo Xian Lin menoleh ke arah tertentu, melihat puluhan orang terbang ke arah mereka dengan menaiki pedang.


“Itu...” Luo Xian Lin mengenal mereka adalah anggota Sekte Pedang Dunia.


“Saudari Xian Lin, baguslah kau baik-baik saja,” Meng Duan mendarat di samping Luo Xian Lin, “bagaimana kondisi saudara Xiang Shin?”


“Apa yang sebenarnya terjadi?”


Luo Xian Lin menceritakan secara singkat tanpa membocorkan rahasia Xiang Shin.


“Jadi begitu,” Meng Duan menoleh ke arah pegunungan batu di mana sudah terlihat belasan Elang Api terbang ke arah mereka.


Para anggota Sekte Pedang Dunia yang lainnya juga tiba di tempat Meng Duan.


“Semuanya! Para Spirit Beast sialan itu telah berani melukai saudari Xian Lin! Kalian sudah tau kan, balasan apa yang pantas untuk mereka?!” Meng Duan mengacungkan pedangnya.


“Bunuh mereka!”

__ADS_1


“Berani melukai Dewi Luo! Mereka mencari mati!”


“Serang...!!”


Kebanyakan dari mereka adalah pria yang mengagumi Luo Xian Lin. Melihat Dewi yang mereka kagumi terluka, tentu saja mereka menjadi marah.


Meng Duan melesat maju lebih dulu, diikuti oleh semua anggota Sekte Pedang Dunia lainnya.


Pertarungan besar pun terjadi. Meng Duan yang memimpin anggota Sekte Pedang Dunia dapat lebih unggul dari para Elang Api yang sudah cukup kelelahan melawan Xiang Shin, Luo Xian Lin dan Xuan.


Namun bukan berarti pertarungan ini berlangsung mulus. Elang Api memiliki ketahanan dan kekuatan fisik yang berada di atas Spirit Beast biasa jadi sulit bagi mereka untuk membunuhnya.


Mereka harus bekerja sama setidaknya 5 sampai 8 orang untuk melawan satu Elang Api.


Meng Duan terlihat yang paling mencolok, tentu saja karena kultivasinya yang paling tinggi dan pemahamannya dalam ilmu pedang berada di atas yang lainnya.


Terlebih Meng Duan sudah mempersiapkan hal ini. Ia sering berlatih dengan ayahnya, bertarung hanya menggunakan energi pedang.


“Saudara Shu!”


Salah satu di antara anggota Meng Duan di makan oleh Elang Api. Namun pengorbanannya tidak sia-sia, seseorang sudah berada tepat di atas punggung Elang Api tersebut kemudian menusukkan pedangnya.


Orang itu mengalirkan energi pedang lebih kuat hingga membuat lonjakan energi menembus tubuh Elang Api.


Satu demi satu Elang Api terus terbunuh namun korban untuk pihak lain juga tidak bisa di hindari. Pada akhirnya semua Elang Api berhasil di bunuh dengan korban di pihak Meng Duan mencapai 10 orang.


Kehilangan rekan merupakan hal yang biasa di dunia kultivator jadi mereka semua tidak berlarut dalam kesedihan. Mereka mengambil mayat rekan mereka kemudian membawanya ke pinggir danau lava.

__ADS_1


__ADS_2