
“Hah.. pekerjaan ini sangat membosankan.” Feng Lao saat ini masih menjalankan tugas dari Han Shizu untuk mengawasi area lubang cacing di sekitar Dimensi Manusia.
“Kalau begitu kenapa kau tidak protes saja pada Dewi Waktu?”
Tentu saja Feng Lao tidak sendirian, ia sedang bersama 5 kultivator ranah Dewa Sejati yang merupakan orang-orang kenalan Xiang Shin.
Di antaranya adalah Yi Bei, kakak senior Xiang Shin yang kini berada di ranah Dewa Sejati tingkat 3, memiliki Orb Of Fire bersamanya.
Meng Duan, teman Xiang Shin saat berada di Galaksi Tou. Ia juga merupakan kakak senior salah satu istrinya yaitu Luo Xian Lin saat masih menjadi anggota Sekte Pedang Dunia. Kultivasinya baru-baru ini menerobos ke ranah Dewa Sejati tingkat 3 dengan bantuan Orb Of Wind.
Kemudian ada Guan Du, bawahan yang bersumpah setia pada Xiang Shin saat berada di Galaksi Tou. Ia mendapatkan warisan dari leluhurnya di reruntuhan Klan Guan. Meskipun begitu, kultivasinya masih berada di ranah Dewa Sejati tingkat 2.
Xi Meng Xi, wanita cantik yang merupakan istri Yi Bei. Kultivasinya merupakan yang paling rendah yaitu ranah Dewa Sejati tingkat 1.
Dan yang terakhir adalah Murong Yin, mantan Penguasa Istana Dewi Salju yang berada di ranah Dewa Sejati tingkat 6. Dewi Waktu membawanya kemari untuk membantu Feng Lao dalam tugasnya.
Selain Murong Yin, Feng Lao yang membawa mereka keluar untuk membantunya mengawasi area lubang cacing. Meskipun memang kultivasi mereka berempat bisa di bilang standar, tapi mereka adalah orang-orang yang bisa di percaya jadi tugas ini sangat cocok.
Feng Lao saat ini tidak mengetahui apa yang terjadi di dalam Dimensi Manusia.
Saat Feng Lao masih berpatroli di sekitar area lubang cacing, ia merasakan aura yang mendekat. Ia menoleh ke sumber aura, melihat seseorang pria melayang ke arahnya.
__ADS_1
Meskipun ia tidak pernah melihat pria itu, melihat dari jubah yang di kenakannya, Feng Lao mengetahui kalau pria itu merupakan pasukan penjaga Dimensi Manusia atau para bawahan khusus Han Shizu.
“Salam Senior Feng.” Pria itu menangkupkan tangan dengan hormat.
“Kau sepertinya adalah bawahan Dewi Waktu. Untuk apa dia mengirim utusan untuk menemui ku? Jika dia ingin menyampaikan sesuatu dia bisa langsung menghubungi ku.” Feng Lao merasa aneh karena tidak pernah sekali pun Han Shizu mengirim utusan.
“Saya Han Ken, seperti yang senior katakan tadi, aku adalah bawahan Master Dewi Waktu.” Han Ken berkata sangat sopan. “Sekarang situasinya berbeda senior. Saat ini sedang dalam keadaan darurat, mohon senior ikut aku ke Dimensi Dewi Waktu.”
“Memangnya ada situasi darurat macam apa? Kenapa kau tidak jelaskan saja sejenak secara garis besar biar aku bisa sedikit memahami.” Murong Yin mengerutkan keningnya.
Han Ken pun menceritakan secara garis besar kejadian sesuai permintaan Feng Lao.
“Jadi.. Dewi Waktu..” Feng Lao tidak bisa tidak syok mendengar penjelasan Han Ken.
Feng Lao mengepalkan tangannya, berusaha mengatur emosinya.
“Baiklah.” Feng Lao tentu tidak langsung pergi, ia memanggil Yi Bei dan yang lainnya untuk datang menemuinya agar mereka abisa pergi bersama. Tidak mungkin ia akan meninggalkan muridnya di tempat ini.
“Guru, apakah ada masalah hingga guru memanggil kami semua untuk datang?” Yi Bei bertanya.
“Aku guru jelaskan nanti, untuk sekarang kita akan pergi ke suatu tempat.”
__ADS_1
Yi Bei merasa penasaran tapi memilih untuk tidak bertanya melihat ekspresi serius gurunya.
Han Ken mengeluarkan token yang bisa menteleportasikan mereka ke Dimensi Dewi Waktu secara instan.
***
Setelah membagikan Primordial Beast pada semua pasukan, Xu Ling-ling langsung pergi ke Dimensi Beast menggunakan susunan formasi penghubung antara dimensi.
Xu Ling-ling melihat dirinya berada di tengah sebuah area lapangan bundar yang sangat luar biasa luas dengan lantai yang di penuhi susunan formasi paling rumit yang pernah ia lihat.
Sosok pria tampan yang merupakan Dewa Peri Lukas menghampiri Xu Ling-ling.
“Kau berasal dari Dimensi Manusia kan? Kenapa hanya kau yang datang? Di mana Dewi Waktu?” Lukas merasa aneh karena hanya seorang saja yang datang. Bukankah akan ada beberapa paling tidak.
“Anda pasti Senior Dewa Peri. Mohon maaf jika saya tidak sopan.” Xu Ling-ling menangkupkan tangannya. “Saat ini sedang terjadi hal yang tidak terduga. Saya minta untuk di adakan pertemuan untuk membahas hal ini.”
Lukas sedikit mengerutkan keningnya, melihat ekspresi serius Xu Ling-ling sepertinya ini bukan hal yang bisa di anggap enteng.
“Baiklah. Ikuti aku!”
Lukas membawa Xu Ling-ling ke sebuah ruangan khusus untuk pertemuan kemudian ia memanggil para petinggi lainnya untuk datang secepatnya.
__ADS_1
Tidak butuh waktu lama, para penguasa lainnya pun datang berkumpul di dalam satu ruangan tersebut.