Penguasa Alam Semesta

Penguasa Alam Semesta
Ch.461 - Ancaman


__ADS_3

“Apa sebenarnya yang kalian bicarakan? Kenapa tidak menjelaskannya dengan jelas!” Xiang Lan mulai kesal.


“Pria itu tadi mengatakan jika token peserta kita hilang maka kita akan secara otomatis di diskualifikasi. Dalam turnamen ini semua kultivator tingkat Demi-God dari berbagai penjuru akan datang jadi akan ada banyak saingan. Jadi Sekte Kuil Surga membutuhkan sesuatu yang bisa mengurangi jumlah peserta secara signifikan!..


Satu token, satu poin. Itulah yang panitia itu katakan. Secara tidak langsung dia mengatakan jika kita mendapatkan token peserta milik orang lain maka kita akan mendapatkan 1 poin. Entah apa yang akan kita dapat dengan mengumpulkan poin itu dan entah apa yang akan terjadi jika kita tidak mendapatkan atau pun poin!..


Tapi agar lebih aman, kita harus mendapatkan setidaknya masing-masing satu poin.” Xiang Shin menjelaskan secara detail.


“Pantas saja saat dalam perjalanan kemari, aku bisa merasakan pertarungan dari jarak jauh. Sepertinya itu adalah pertarungan untuk memperebutkan token peserta.” Ucap Tetua Wu Ming.


“Ya aku juga bisa merasakan itu sebelumnya,” Xiang Shin mengangguk.


“Ini adalah pertarungan antara para peserta, kalian tidak diperbolehkan untuk ikut campur. Jika kalian berani membantah maka kau akan mengetahui akibatnya!”


Tiba-tiba saja Tetua Wu Ming dan Tetua Hua Yin mendengar suara di dalam kepala mereka. Mereka tidak mengeluarkan reaksi karena bisa mengendalikan diri.


Tetua Wu Ming dan Tetua Hua Yin saling memandang. Mereka tidak perlu berkata untuk mengetahui kalau mereka mendapatkan pesan yang sama.


“Ternyata dugaan kami benar. Turnamennya sudah di mulai dan tugas pertama para peserta adalah untuk mendapatkan poin dari merebut token peserta milik peserta lainnya.” Tetua Wu Ming bergumam dalam hati.


“Kalau begitu ayo kita keluar dari Sekte Kuil Surga dan mulai mencari poin!” Xiang Shui mulai bersemangat.

__ADS_1


Kelompok Xiang Shin pun keluar dari Sekte Kuil Surga kemudian melesat ke arah tertentu, mencari di mana para peserta lainnya berada.


“Ini adalah turnamen yang kalian ikuti jadi kami tidak akan ikut campur dalam pertarungan kalian. Kecuali jika ada kultivator ranah Dewa Sejati kami baru akan bergerak.” Ucap Tetua Hua Yin.


“Tidak masalah, memang begitulah seharusnya!” Xiang Lan mengangguk.


Mereka berniat mencari peserta lain tapi ternyata mereka malah yang di datangi oleh peserta lainnya. Mereka bisa merasakan ada sekitar 10 kultivator tingkat Demi-God dan 2 kultivator ranah Dewa Sejati.


Meskipun kelompok Xiang Shin sudah mengetahui keberadaan orang-orang itu, mereka tetap melesat terbang seolah tidak mengetahuinya.


Hingga saat kelompok Xiang Shin tiba di area hutan, barulah mereka berhenti kemudian berbalik.


“Keluarlah! Apa kalian tidak bosan mengikuti kami terus menerus?”


“Kami tidak akan banyak basa basi, serahkan token peserta kalian jika tidak ingin terluka!”


Salah satu pria tingkat Demi-God tahap akhir yang bernama Li Han mengacungkan pedangnya.


“Kenapa kalian tidak mengambilnya jika kalian merasa mampu? Jika hanya bicara saja tentu aku pun bisa melakukannya,” Xiang Shin tersenyum mengejek.


Sebuah lingkaran portal tercipta di atas Xiang Shin, ia memasukkan tangan kanannya ke dalam sana.

__ADS_1


Lingkaran portal lainnya muncul di bawah kaki Li Han, tanpa ia sadari tangan Xiang Shin keluar dari sana, menyambar kaki Li Han kemudian menariknya masuk.


Yang lainnya bahkan tidak sempat bereaksi sebelum Li Han kini sudah berada di tangan Xiang Shin.


“Bagaimana jika kalian saja yang menyerahkan token peserta kalian?” Xiang Shin mengunci gerakan Li Han dari belakang, mengarahkan pedangnya ke leher Li Han, hanya beberapa inci lagi mata pedang menyentuh kulitnya.


“Li Han!”


Dua Tetua ranah Dewa Sejati terkejut namun mengingat peringatan yang mereka dapatkan, mereka tidak bisa bergerak.


Saat fokus mereka terpusat pada Li Han di tangan Xiang Shin, Xiang Shui memanfaatkan hal tersebut untuk membuka lingkaran portal, mengambil salah satu dari kelompok Li Han.


Kini dua orang dari kelompok Li Han berada di tangan kelompok Xiang Shin.


Tidak ingin diam saja, Qin Qiaoyu mengurung tubuh pria di tangan Xiang Shui ke dalam balok es.


“Jadi bagaimana? Aku membunuh dua orang ini atau kalian menyerahkan token peserta kalian?” Xiang Shin membuat pedangnya menggores kulit leher Li Han hingga mengeluarkan setetes darah.


“Sialan kau! Lepaskan aku!” Li Han berteriak.


“Kau sebaiknya diam! Kau tau? Aku cukup buruk dalam memegang pedang jadi kadang tangan ku bisa tergelincir jadi sebaiknya berhati-hatilah, leher mu bisa terpotong kapan saja.”

__ADS_1


Ancaman Xiang Shin langsung membuka Li Han terdiam.


__ADS_2