
Liu Yan berdiri dengan tegak dengan aura yang kuat keluar dari tubuhnya, ia sekarang dalam kondisi yang sangat kuat bahkan setara dengan ahli tingkat tinggi.
Dirinya menoleh ke kanan dan ke kiri untuk mencari di mana letak mata formasi itu untuk menghilangkan tekanan ini. meskipun Liu Yan dapat dengan mudah menahan gravitasi saat ini tapi Liu Yan khawatir jika ia tidak mungkin bisa berlama lama menggunakan kekuatan ini.
Karena kekuatan saat ini sebanding dengan Seorang Ranah Semi abadi Tahap awal, tetapi jika ia memiliki pondasi yang kuat mungkin masih bisa menggunakan kekuatannya lebih lama lagi tapi sayang sekali Liu Yan belum menguatkan fondasinya.
Setelah sekian lama ia mencari akhirnya ia menemukan letak mata formasi itu yaitu, di bagian atas dekat lampu dan itu di lindungi oleh sebuah tulisan kuno yang melingkari mata formasi itu."Apa itu?..." ia yang melihat tulisan kuno yang melingkari mata formasi itu .
Karena Liu Yan tidak tahu apa itu tulisan kuno ia mencoba untuk menyerang nya tapi begitu mengejutkan dirinya bahwa serangan yang ia lancarkan justru membalikkan serangan itu ke arahnya. "Apa?!..." ia yang tersentak kaget dengan serangan tiba tiba itu.
Liu Yan berfikir dengan keras bahkan ia juga mencoba segala cara untuk menghancurkan tulisan kuno yang melindungi mata formasi itu. tetapi ia ingat bahwa ada seseorang yang pernah memberinya sebuah jimat untuk menyerang. Segera ia mengeluarkan jimat itu , jimat berwarna emas dan terdapat tulisan darah di tengahnya yang kurang lebih sama memiliki bahasa kuno.
Liu Yan meneteskan darahnya untuk mengaktifkan jimat yang ada di tangannya tak disangka jimat itu bereaksi dengan darah Liu Yan dan langsung menghancurkan tulisan kuno yang melindungi mata formasi itu.
Tapi seperti yang kita semua ketahui bahwa setelah jimat di gunakan biasanya jimat itu akan terbakar atau menghilang tapi tidak dengan yang di pegang oleh Liu Yan, jimat itu masih utuh setelah di gunakan bahkan tidak ada dampak sama sekali setelah digunakan.
"Ternyata begitu kah, kenapa aku baru memikirkan nya..." Liu Yan yang merasa lega karena ia sudah mencapai batasnya Manahan kekuatan itu. tanpa berlama lama Liu Yan langsung mematahkan formasi ilusi itu dengan menghancurkan mata formasi nya.
"Arghhhh!!!...." teriak Liu Yan yang kesakitan karena sudah melebihi batas tubuhnya untuk menggunakan kekuatan itu "Xiao Ning sekarang!..." perintah Liu Yan. Tak lama tubuh Liu Yan di lingkari oleh rantai jiwa dan langsung menyegel kekuatan nya kembali.
"ha... ha.... ha..." Liu Yan yang menjeda nafasnya dan berkeringat sangat banyak kemudian ia terjatuh tetapi masih tetap menjaga kesadaran nya agar tidak terpingsan di ruangan itu, karena ia yakin bahwa ancaman di ruang selanjutnya bahkan lebih mengerikan.
"Biarkanlah aku beristirahat sebentar..."dirinya membaringkan tubuhnya di atas lantai dengan wajah bahagia.
Setelah berapa jam berlalu, ia segera mengangkat tubuhnya untuk melanjutkan perjalanan berikutnya "Yosh!..." ia bersemangat dengan tantangan selanjutnya.
Karena sudah lama sekali ia tidak merasa jiwanya bersemangat semenjak ia bertarung dengan Patriak long. dirinya melangkah ke depan dan melihat pintu menuju ruangan berikutnya tetapi berbeda dengan pintu sbelumnya yang bisa terbilang normal yaitu dengan tinggi 2 meter dan 1 meter.
Tetapi pintu yang ada di depan Liu Yan saat ini lebih bisa di bilang gerbang dari pada pintu, karena sangat besar sekali bahkan pintu itu saja terdapat formasi di gang pintunya, seperti pintu yang di kunci.
__ADS_1
"Haaa?!.... yang benar saja !...." Liu Yan berteriak mengeluh dan kesal karena ia sama sekali tidak suka jika di suruh memecahkan formasi karena terlalu merepotkan. tetapi demi seseorang yang menunggunya pulang ia menjadi bersemangat kembali.
"Beruntung sekali kamu pintu karena di pegang oleh tangan ku yang suci ini hahahaha..." kata kata Liu Yan yang terlihat narsis dan konyol. "Udah buruan buka bodoh, lama banget lu anj*nk..." bisik pikiran jahatnya.
Liu Yan mencoba untuk memahami formasi yang di gagang pintu itu tapi sudah bermenit-menit berlalu tidak ada celah sedikitpun untuk membuka pintu itu bahkan mata formasi saja tidak ada. "Kenapa kamu bodoh sekali huh. jika tidak bisa di buka cukup kamu dobrak saja bodoh!..." bisik kembali pikiran jahatnya.
"Ah, benar juga yah. kenapa aku tidak kepikiran Sama sekali tentang itu..." Liu Yan mengumpulkan energi di telapak tangan nya dan memusatkan di bagian tengahnya kemudian meluncurkan serangan nya "Tapak Penghancur Dunia..."
"Duar..." pintu itu berlubang besar karena serangan Liu Yan, "Begini kan lebih baik..." ia memasang wajah bangga dan puas.
Liu Yan segera masuk kedalam ruangan itu dan melihat seseorang yang sedang duduk di singgasana yang megah dan mengeluarkan aura yang sangat mencekam.
Tidak lain dan tidak bukan adalah great sage Li yang sedang menunggu Liu Yan dan menatap dirinya dari kejauhan sehingga membuat ia tercekik.
"Apa ini!...." Liu Yan yang tercekik hanya karena sebuah tatapan "Kenapa kuat sekali..." Liu Yan yang mencoba melepaskan tubuh dari cengkraman great sage tapi tetap saja ia tidak bisa melakukan itu karena perbedaan level yang sangat jauh.
Karena melihat Liu Yan begitu kewalahan sosok Xiao Ning memaksa keluar dari cincin spasial dan melindungi Liu Yan dengan tekanan nya."Bukankah tidak sopan menyerang tuan ku Chang Li!..." Xiao Ning yang mengenal sosok itu.
Chang Li melihat sosok itu yang tidak lain adalah gurunya ia langsung menghampiri dirinya dan langsung menjatuhkan tubuhnya dan berlutut ." Maafkan Aku guru karena tidak bisa melindungimu ..." Chang Li yang sangat merindukan gurunya dan memasang wajah sedih.
Sekitar Sepuluh Ribu tahun yang lalu di dunia Perih
Ada seseorang yang memiliki gelar Dewa abadi yaitu Xiao Ning atau bisa di sebut Great Tetua di suatu Sekte yang bernama Lotus Heaven, Sekte itu hanya Menerima dua puluh murid setiap tahunnya dan itu pun harus seorang wanita.
Tapi suatu hari ketika Xiao Ning pulang dari perjalanan panjangnya ia tidak sengaja melihat seorang anak yang di terlantarkan di sebuah tempat kotor dan kemudian memungut anak itu yang sudah memiliki nama.tetapi biasanya Xiao Ning tidak menghiraukan orang orang itu tapi berbeda dengan Chang Li yang di terlantarkan sejak bayi.
Karena ia sangat kasihan dengan bayi itu, Xiao Ning memungut bayi itu dan membawanya pulang, Xiao Ning merawat anak itu dengan penuh perhatian selama beberapa tahun tapi terkadang ia sibuk jadi menyuruh seorang pelayang untuk menggantikan nya.
Setelah tumbuh beberapa tahun dan ketika berumur tujuh tahun Xiao Ning mengajari ilmu bela diri untuk menempuh perjalanan seorang kultivator sejati. Tetapi tidak di sangka sangka Chang Li begitu berbakat.
Dan Ketika di umur dua puluh tahun dirinya sudah berada di Ranah Tribulasi dan dikenal Ranah Tribulasi termuda sepanjang sejarah Alam Peri yang di ketahui oleh Xiao Ning .
__ADS_1
Karena Chang Li memiliki bakat Xiao Ning pun bersungguh-sungguh untuk mengajari nya bahkan menurunkan beberapa Teknik rahasia Sekte. setelah beberapa tahun bahkan puluhan tahu akhirnya Chang Li berhasil mencapai Tahap Dewa Di usianya ke sembilan puluh sembilan dan segera mencapai Tahap Ahli Dewa.
Namun suatu hari tiba tiba langit yang cerah menjadi gelap dan tercipta pusaran yang sangat besar di antara langit langit itu, kemudian ada yang keluar dari pusaran itu yaitu sekelompok pasukan yang sangat banyak dan terdapat satu pemimpin yang di depan mereka semua.
Pasukan itu mengenakan baju berwarna putih berlogo kuda dan mengenakan tombak sebagai senjatanya juga mengendarai kuda yang memiliki sayap di kanan dan kiri perutnya.
Pemimpin dan pasukan itu langsung menuju Sekte Lotus Heaven karena di utus oleh tuannya untuk mencari seseorang yang merupakan keturunan agung.
Setelah berada di depan Sekte itu pemimpin pun melancarkan serangan untuk menghancurkan formasi pelindung dari sekte itu. karena serangan itu formasi pelindung hancur bahkan jika di tahap raja dewa sekalipun belum tentu menghancurkan formasi pelindung itu tapi pemimpin itu menghancurkan formasi itu dengan sangat muda.
Xiao Ning pun keluar dari kediaman karena ada sesuatu yang terjadi dan segera. setelah keluar dari kediaman terlihat pasukan yang sangat banyak bahkan yang terlemah saja berada di raja dewa bahkan ada beberapa orang yang tidak bisa lihat Basis kultivasinya belum lagi pemimpin mereka.
Xiao Ning segera menghampiri pasukan itu untuk bertanya tujuannya mereka kemari. Setelah sudah berada di depan pasukan itu Xiao Ning bertanya dengan sopan tapi tidak di tanggapi oleh pemimpin nya justru bertanya tentang keberadaan Chang Li. karena tujuan mereka adalah membawa kembali Chang Li yang merupakan keturunan dari penguasa agung alam surga.
Tapi Xiao Ning menolak untuk memberitahu dimana Chang Li berada dan lebih memilih melawan pasukan itu dari pada harus memberikan Chang Li kepada Mereka , karena selama ini Xiao Ning sudah menganggap Chang Li sebagai putranya sendiri.
Mendengarkan perkataan Xiao Ning yang menolak pemimpin itu , pemimpin menjadi marah dan memutuskan untuk meluluh Luntahkan sekte itu dari mencari sendiri dimana keberadaan Chang Li.
Sesaat sebelum pasukan itu menyerang sekte itu tiba tiba ada anak muda yang memotong pembicaraan mereka bahkan keduanya tidak menyadari kedatangan anak muda itu.
Anak muda itu memakai Capil atau topi petani dengan membawa tongkat kayu dan hanya beralas sandal japit. meski sangat sederhana tapi aura yang di keluarkan anak itu membuat pemimpin itu bergidik ketakutan tapi tidak dengan Xiao Ning karena ia tidak dapat merasakan aura dari anak itu.
Dan menganggap nya sebagai seorang anak yang tidak sengaja lewat tapi membuatnya cukup heran. mana mungkin seorang anak yang baru berumur tidak sampai dari tujuh tahun sudah bisa terbang.
Anak muda menoleh ke arah pemimpin itu dengan memejamkan matanya dan mengatakan beberapa kata. pemimpin itu langsung paham kalau seorang yang berada di depannya bukanlah orang bisa provokasi bahkan Kaisar Dewa di Alam surga sekalipun.
Karena hanya dengan kata kata saja mereka tidak bisa bergerak, pemimpin itu lebih memilih menyuruh semua bawahan nya mundur jika di bandingkan dengan melawan seorang moster seperti anak itu.
Setelah pemimpin itu kembali ke Alam surga langit pun yang tadinya gelap menjadi sangat cerah dan Xiao Ning menghampiri anak muda itu untuk berterimakasih karena ia menduga jika anak itu adalah anak dari keluarga ternama sehingga membuat pasukan itu tidak berani memprovokasi nya.
Anak muda itu hanya berkata "Itu hanya takdir dari Sang Dewa Sejati..." dan segera menghilang dari hadapan Xiao Ning dengan meninggal sebuah gulungan yaitu tentang Liu Yan.
__ADS_1
Bersambung.