
“Biarkan saya menceritakan sedikit kejadiannya. Seseorang bernama Xiang Shin membayar banyak orang untuk mengepung saudara Xue Ji Yan. Saat aku tiba untuk membantu, saudara Xue Ji Yan sudah sekarat dan tidak mungkin untuk di tolong lagi,” Yang Yin bercerita dengan ekspresi menahan amarah.
Yang Yin kemudian menatap Xue Ning dengan senyum hangat, “sebelum kematian saudara Xue Ji Yan, dia berpesan agar aku melindungi mu, Nona Xue Ning.”
“Kakak ku.. mengatakan itu?”
Yang Yin mengangguk pelan lalu mengusap air mata Xue Ning, “ini adalah janji ku pada saudara Xue Ji Yan. Jadi kau tidak perlu khawatir Nona Xue Ning, aku akan menggantikan saudara Xue Ji Yan untuk melindungi mu.”
“Hiks.. saudara Yang Yin..” Xue Ning pun memeluk Yang Yin kemudian menangis sejadi-jadinya.
“Yang Yin, katakan siapa Xiang Shin itu dan apa kau memiliki bukti kalau dia yang telah membunuhnya?” Xue Fuji bertanya dengan suara berat.
“Pedang Darah Kematian milik saudara Xue Ji Yan berada di tangan Xiang Shin. Xiang Shin ini adalah suami dari Nona Muda Keluarga Yun di Planet Yun.”
“Jadi planet kecil itu berani melawan Sekte Darah Kematian ku! Dengan membunuh putra ku maka dia sudah menyatakan perang! Aku pasti akan menghancurkan mereka semua!” Xue Fuji mengeluarkan auranya karena marah.
Beberapa murid di sana terpaksa berlutut karena tekanan aura tersebut.
__ADS_1
Yang Yin dengan cepat melindungi tubuh Xue Ning agar tidak terkena tekanan aura. Ia memfokuskan pertahanannya untuk melindungi Xue Ning tanpa melindungi dirinya sendiri, itu untuk menunjukkan kalau ia lebih peduli pada Xue Ning dari pada dirinya sendiri.
Benar saja, Xue Ning merasakan kehangatan karena perbuatan Yang Yin. Ia pun mulai menaruh kepercayaan dan semakin erat memeluk pemuda itu.
Yang Yin menahan agar tidak terjatuh karena tekanan aura Xue Fuji.
“Inikah tekanan dari kultivator yang sudah setengah langkah menuju tingkat Immortal King? Benar-benar kuat!”
Yang Yin saat ini tertawa di dalam hatinya, membayangkan kemenangan sudah berada di tangannya.
Untuk saat ini ia berpikir menjadikan Xue Ning sebagai alat untuk mendapatkan pengaruh di Sekte Darah Kematian. Dengan semua hal yang sudah terjadi dan ia rencanakan kedepannya, kemungkinan ia akan kehilangan pengaruh di Sekte Pedang Dunia jadi ia membutuhkan tempat baru untuk bernaung.
“Ketua Sekte, aku mendengar kalau Xiang Shin akan memasuki Dimensi Dong Jian karena mendapatkan satu kuota dari Sekte Pedang Dunia. Kita bisa membunuhnya di sana nanti.”
Karena Air Spiritual yang di berikan Xiang Shin, Meng Duan berhasil menerobos ke tingkat Immortal Spirit tahap menengah, membuat Ketua Sekte Pedang Dunia berterima kasih pada Xiang Shin dan berniat menghadiahkan satu kuota untuk memasuki Dimensi Dong Jian pada Xiang Shin.
Ya, Xiang Shin mendapatkan kuota itu bukan karena Luo Xian Lin namun karena Meng Duan. Xiang Shin tidaklah maha tau, jadi ia pun tidak menduga akan mendapatkan kuota itu bukan karena Luo Xian Lin.
__ADS_1
Jika ia tau maka ia pasti akan meminta hal lain pada Luo Xian Lin.
“Ayah, aku tau kita bisa dengan mudah menghancurkan Keluarga Yun dan Xiang Shin sialan itu,” Xue Ning berdiri tegak menghadap ayahnya, “tapi biarkan aku dan saudara Yang Yin yang membalaskan dendam kakak saat Xiang Shin memasuki Dimensi Dong Jian. Aku jamin akan membunuh dan mencabik-cabik tubuhnya!”
Xue Fuji sebenarnya ingin langsung pergi membawa pasukan ke Planet Yun. Namun melihat ekspresi penuh dendam putrinya, ia pun tidak bisa menolak permintaannya.
“Baiklah, kita akan membunuh Xiang Shin di Dimensi Dong Jian nanti!”
“Terima kasih telah memenuhi keinginan ku, ayah,” Xue Ning menangkupkan tangannya.
“Kau adalah putri kesayangan ku dan sekarang menjadi anak ku satu-satunya. Tentu saja permintaan kecil seperti ini tidak akan menjadi masalah,” Xue Fuji menatap Yang Yin, “junior Yang Yin, karena kau telah berjanji pada putra ku untuk menjaga Ning’er, jadi kau harus menepati janji mu. Kau harus menjaga Ning’er bahkan jika nyawa mu taruhannya!”
“Tentu saja Ketua Sekte, sebagai seorang pria, aku tidak akan mengingkari janji,” Yang Yin menangkupkan tangannya dengan ekspresi tegun tanpa keraguan.
Dia memang sangat pandai memainkan ekspresi hingga sulit untuk menentukan ekspresi palsu dan ekspresi nyata.
Yang Yin saat ini tidak bisa berhenti tertawa di dalam hatinya melihat semua orang begitu percaya pada dirinya.
__ADS_1
“Hahaha, benar-benar sekelompok orang bodoh. Mereka tidak tau kalau akulah yang telah membunuh Xue Ji Yan. Hanya dengan sedikit tipuan dan mereka langsung percaya. Yah.. sebenarnya bukan mereka yang bodoh tapi aku yang terlalu jenius. Haha!”