
Xiang Fei berada dalam gendongan Xiang Shin gadis kecil itu memeluk leher ayahnya dari belakang.
Meskipun Xiang Shin tidak melihatnya, namun ia tau kalau putrinya itu tersenyum senang. Xiang Shin tidak bisa pungkiri kalau saat bersama dengan putrinya, ia akan lupa dengan semua beban di punggungnya.
Xiang Shin jadi mengingat tentang Xiang Shui dan Xiang Lan. Dua anaknya itu tumbuh tanpa adanya dirinya yang menemani. Xiang Shin jadi merasa menyesal tidak bisa berada di samping mereka saat mereka tumbuh.
Tanpa terasa Xiang Shin akhirnya tiba di tujuan. Ia mendarat tepat di tengah-tengah lingkaran formasi yang berada di bawah pilar.
“Fei’er, kita sudah sampai.”
Xiang Fei membuka matanya, dengan wajah lesu seperti orang yang baru bangun, ia mengusap matanya beberapa kali. Meskipun sebenarnya ia tidak benar-benar tidur selama perjalanan.
“Eh.. kita sudah sampai?” Xiang Fei melihat ke kiri dan kanan.
“Ya, sebaiknya kau pegangan yang erat. Ayah akan mengaktifkan formasi teleportasi ini.”
“Un,” Xiang Fei memegang jubah Xiang Shin dengan erat, tidak ingin terjadi sesuatu selama proses teleportasi yang memungkinkan mereka untuk terpisah.
Xiang Shin melakukan segel tangan, susunan formasi mengeluarkan cahaya kemudian menghilang dalam sekejap bersama dengan Xiang Shin dan Xiang Fei.
***
Xiang Shin melihat sekitarnya, ia berada di sebuah ruangan kecil yang seluas 2×2 meter persegi.
“Ayah, di mana ini?”
“Ayah juga tidak tau, jadi mari kita mencari tau.” Xiang Shin menendang tembok yang berada di depannya sampai hancur.
__ADS_1
Barulah ia melihat apa yang ada di luar, sebuah pertarungan dahsyat yang seolah bisa menghancurkan apa saja. Intensitas pertarungan itu benar-benar membuat Xiang Shin sedikit panik.
Ia tidak bisa melihat dengan jelas siapa yang bertarung karena kehancuran di mana-mana.
Tiba-tiba segala sesuatu yang Xiang Shin lihat berhenti bergerak, seolah waktu telah terhenti. Namun ia masih bisa bergerak bebas tanpa hambatan.
Jelas sekali ini adalah perbuatan Xiang Fei.
“Ayah, siapa mereka?” Xiang Fei menunjuk ke arah tertentu.
Xiang Shin melihat sosok yang ia kenal, berambut pirang panjang dengan mata biru. Siapa lagi kalau bukan salah satu putrinya, Xiang Lan.
Xiang Shin terlihat sedang bertarung melawan sosok aneh dengan tubuh banteng merah namun memiliki tangan dan berdiri dengan dua kaki. Tidak hanya satu dari mereka namun ada puluhan dan Xiang Lan bertarung melawan mereka seorang diri.
Xiang Lan terlihat di kepung dari segala arah. Jika bukan karena Xiang Fei menghentikan waktu, Xiang Lan pasti sudah terkena serangan dan mendapatkan luka parah.
“Wah.. jadi dia kakak Lan. Tapi ayah juga memanggilnya kakak Lan. Bukankah berarti ayah juga adalah saudara Fei’er? Berarti Fei’er harus memanggil ayah dengan sebutan kakak ayah?”
“Kau terlalu banyak berpikir Fei’er,” Xiang Shin menyentil kening Xiang Fei, “ayah sudah menjelaskan sebelumnya kenapa ayah memanggilnya kakak. Jadi jangan beri tau kebenarannya pada Xiang Lan, dia akan mengetahuinya nanti.”
Xiang Shin sampai sekarang belum siap menjelaskan kebenarannya pada Xiang Lan maupun Xiang Shui.
Xiang Shin membuka lingkaran portal kemudian menarik Xiang Lan ke sampingnya.
“Kakak Lan sangat cantik,” Xiang Fei melayang di depan Xiang Lan, menatap wajahnya dari dekat, “tapi tentu saja Fei’er lebih cantik.”
Pandangan Xiang Fei tertuju pada bagian di bawah leher Xiang Lan. Ia melihat dua benda besar di sana kemudian ia melihat miliknya yang sama sekali tidak ada.
__ADS_1
“Apa dua benda besar ini?” Xiang Fei mencolek-colek dua benda besar itu dengan jari telunjuknya, “lembut.”
“Fei’er, jangan sembarangan menyentuh barang orang lain,” Xiang Shin menarik Xiang Fei menjauh dari Xiang Lan.
“Jadi itu hanya barang, bukan bagian tubuh. Pantas saja Fei’er tidak punya,” Xiang Fei berkata dengan polos.
Xiang Shin hanya menghela nafas, tidak tau harus bagaimana menjelaskannya pada putrinya ini. Yah, nanti dia pasti akan mengetahuinya sendiri.
“Baiklah Fei’er, sekarang waktunya kita mengurus para makhluk jahat yang telah melukai kakak mu,” Xiang Shin menunjuk para banteng merah yang masih tidak bisa bergerak.
“Un, para banteng merah harus di musnahkan!”
(Author : Kok tiba-tiba ada tukang bakso lewat depan rumah)
“Tapi kultivasi mereka terlalu tinggi Fei’er. Demi-God tahap awal, ketahanan tubuh mereka terlalu kuat, akan sulit membunuh mereka meskipun mereka tidak bergerak.
“Fei’er akan membantu!” Xiang Fei menunjuk ke arah para banteng merah.
Sesuatu seperti gelembung tiba-tiba muncul mengurung para banteng merah. Kultivasi mereka semua menurun dengan sangat drastis hingga berubah menjadi lebih kecil dan akhirnya menghilang.
“Eh? Fei’er, apa yang kau lakukan pada mereka?” Xiang Shin tidak bisa merasakan kehadiran para banteng merah.
“Aku memundurkan waktu tubuh mereka, hingga kultivasi serta usia mereka terus menurun hingga akhirnya usia mereka menjadi 0. Artinya mereka sudah menghilang dari keberadaan.”
Xiang Shin membuka mulutnya namun tidak ada kata yang keluar.
Meskipun kultivasi Xiang Fei berada di bawahnya. Namun kekuatan dan kemampuannya terlalu mengerikan.
__ADS_1
**Xiang Fei, loli polos yang terlalu OP**