Penguasa Alam Semesta

Penguasa Alam Semesta
Ch.666 - Tempat Di Hati


__ADS_3

Pertarungan antara Han Shizu melawan Lucifer menghancurkan Wilayah Bawah yang memiliki alam semesta tidak terhitung jumlahnya.


Semuanya musnah secara total termasuk semua makhluk yang hidup di dalamnya.


Lucifer bisa merasakan dampak dari benturan serangan terakhir mereka. Kekacauan waktu itu meresap masuk ke dalam tubuhnya, menyebabkan aliran energi di tubuhnya kacau, bahkan ia tidak bisa meniadakan efek ini begitu saja dengan Nihility yang dia miliki.


Mungkin ini karena Han Shizu menggunakan energi kehidupannya hingga Nihility tidak bisa langsung meniadakan kekacauan waktu di dalam tubuhnya.


“Dewi Waktu, aku akui kau memang kuat biasa. Bahkan setelah dalam Wujud Cosmic ku, kau masih mampu membuat ku sampai seperti ini.” Lucifer mengakui kekuatan Han Shizu. “Tapi kau sepertinya sudah tidak mampu untuk bertahan lagi. Pada akhirnya ini sudah menjadi batasan mu.”


“Ya, setidaknya aku sudah berhasil menjebak mu.” Han Shizu tersenyum tipis.


Lucifer mengerutkan keningnya mendengar itu.


Jebakan? Jebakan apa? Ia sama sekali tidak melihat ataupun merasakan Han Shizu memainkan sebuah trik.


“Saat ledakan kekuatan kita tadi, kekacauan waktu membuat kita berpindah ke 100 tahun di masa depan.”


Lucifer hanya menaikkan alisnya sebagai reaksi.


“Jadi kau mengorbankan nyawa mu hanya untuk mengambil beberapa waktu. Tapi apakah hanya 100 tahun? Memangnya apa yang bisa di lakukan pasukan mu dalam 100 tahun?” Lucifer berkata sinis.


Tubuh Han Shizu mulai memudar, seluruh energi di tubuhnya sudah terkuras habis, baik energi kehidupan maupun semua energi lainnya. Yang tersisa dari dirinya saat ini hanya kehendak saja.

__ADS_1


Kehendaknya yang kuat membuat wujudnya masih bertahan, meskipun sudah memudar. Tidak akan salah jika menyebut Han Shizu saat ini sebagai ilusi semata.


“Ah.. setidaknya aku sudah berusaha sampai akhir..” mata Han Shizu mulai tertutup perlahan. “Xiang Shin, aku harap kau bisa menjaga putra kita. Semoga kalian bisa hidup dengan baik meskipun tanpa diri ku.”


“Akan aku akhiri, Dewi Waktu!” Lucifer menembakkan energi Nihility.


*BAAMM!


Tiba-tiba dari arah yang berlawanan, energi Yin-Yang keluar menahan serangannya. Kedua serangan bertabrakan sampai energi Nihility terpecah ke segala arah.


“Apa?!” Lucifer terkejut karena ia tidak tau dari mana serangan yang datang itu mampu menahan kekuatan Nihility.


Memang sekarang energi di dalam tubuhnya kacau hingga ia tidak bisa mengeluarkan kekuatan Nihility yang terlalu kuat. Tapi tetap saja, ia yakin tidak mungkin serangannya di tahan kecuali oleh makhluk yang setara dengan Han Shizu.


“Han Shizu, kau...” Xiang Shin terdiam melihat kondisi Han Shizu saat ini. Ia mencoba menyentuhnya tapi tangannya hanya menembus tubuh wanita itu.


“Xiang Shin.. kau akhirnya datang..” Han Shizu berkata dengan suara lemah, ia masih sempat memberikan senyum lembut yang penuh dengan rasa lega. Ia merasa bahagia karena setidaknya bisa melihat pria yang ia cintai untuk terakhir kalinya.


“Han Shizu, jangan bicara lagi. Aku akan menyelamatkan mu!”


“Tidak.. itu tidak mungkin..” Han Shizu menggeleng pelan. “Kau seharusnya juga sudah menyadari.. jika tubuh ku.. hanya tersisa kehendak saja.. aku tidak lebih dari sekedar ilusi yang akan menghilang.”


“Tidak! Pasti ada cara! Setidaknya kau harus bertahan demi Zhu’er! Dia bahkan belum tau mengenai kondisi mu saat ini!” Xiang Shin berkata dengan nada keras, ia kembali berniat menyentuh wanita itu tapi tidak bisa.

__ADS_1


Itu membuatnya mengepalkan tangannya dengan keras.


“Xiang Shin.. aku punya satu permintaan terakhir..”


“Jangan berbicara lagi! Aku akan menggunakan susunan formasi untuk mempertahankan kehendak mu! Kau tidak akan aku biarkan pergi!” Xiang Shin menciptakan susunan formasi, mencoba berbagai cara tapi tidak ada pengaruh sedikit pun.


Han Shizu yang sekarang hanyalah kehendak saja, sesuatu yang bisa di sebut tidak ada namun nampak, bisa di sebut ilusi tapi bukan ilusi. Jadi tidak ada yang bisa mempengaruhinya.


“Xiang Shin.. tolong jaga anak kita..” Han Shizu mulai semakin memudar.


“Han Shizu, aku..”


“Apa kau bisa berjanji pada ku..?”


Xiang Shin terlihat sangat berat hati, ia tidak ingin Han Shizu pergi.


“Ya, aku berjanji akan menjaga Zhu’er.”


“Ah.. aku bisa lega sekarang, aku bisa tenang di alam sana..” tubuh Han Shizu sudah hampir tidak lagi terlihat, tangan kanannya berusaha menjangkau wajah Xiang Shin.


“Aku senang.. kau menangis untuk ku..” tubuh Han Shizu akhirnya menghilang sepenuhnya.


“Apa mungkin aku sudah mendapatkan tempat di hati mu?”

__ADS_1


Meskipun tubuh Han Shizu sudah menghilang sepenuhnya, Xiang Shin bisa dengan jelas mendengar kalimat terakhir tersebut. Ia baru sadar ternyata sudut matanya mengeluarkan setetes air.


__ADS_2