
Xiang Shin menaikkan alisnya mendengar cerita Yin Litian. Dari apa yang dikatakannya, ia bisa menebak kalau pria tua yang di maksud Li Tian adalah gurunya, Feng Lao.
Jika memang benar maka Yin Litian lebih dulu bertemu dan di latih oleh Feng Lao. Apakah ia harus memanggil Li Tian dengan sebutan Senior? Mungkin tidak karena sepertinya Yin Litian tidak diterima sebagai murid gurunya.
“Aku tidak tau orang yang kau katakan itu sama dengan yang aku pikirkan, tapi aku memang memiliki seorang guru yang keahlian berpedangnya sangat tinggi. Guru ku itu bernama Feng Lao, dan yah.. cerita mu bertemu dengan orang tua yang kau katakan itu sangat mirip dengan saat pertama kali aku bertemu guru ku.”
Yin Litian melebarkan, ia yakin guru Xiang Shin sama dengan senior yang melatihnya.
“Saudara Shin, di mana senior Feng Lao sekarang? Bisakah kau mempertemukan ku dengannya?”
“Aku tidak tau di mana guru ku sekarang? Dia pergi entah kemana dan sangat sulit untuk bertemu dengannya,” Xiang Shin juga tidak mengetahui di mana Feng Lao meskipun ia memiliki dugaan kalau gurunya sekarang berada di dunia atas.
Xiang Shin tidak pernah bertanya di mana Feng Lao berada saat ia bertemu dengannya di Dimensi Pedang karena gurunya juga sepertinya tidak ingin mengungkapkan keberadaannya.
“Ah.. sayang sekali, padahal aku ingin sekali bertemu dengannya,” Yin Litian sangat penasaran dengan guru Xiang Shin. Entah kenapa ia yakin bahwa guru Xiang Shin adalah orang yang dia cari selama ini.
“Saudara Litian, tidak perlu memikirkan hal itu, untuk saat ini lebih baik kita lanjutkan pertarungan kita!”
“Kau benar.”
Dengan begitu Xiang Shin dan Yin Litian melanjutkan pertarungan mereka.
__ADS_1
***
“Sial! Manusia itu sangat kuat, dia bahkan bisa membuat kita terluka para seorang diri!”
“Grrr... Aku sebenarnya tidak yakin dia manusia. Berkali-kali dia terkena serangan tapi tidak terluka sama sekali, bahkan energi Qi nya seolah tidak bisa habis.”
Sakhar dan Juran berakhir terluka parah di tangan Xuan. Mereka berdua sama sekali tidak bisa mengalahkan boneka spiritual itu.
Seharian penuh mereka bertarung, meskipun serangan mereka sering mengenai Xuan namun tidak dapat memberikan luka goresan sedikitpun. Yah.. Feng Lao yang merupakan kultivator dari dunia atas saja tidak bisa menggores tubuh Xuan, apa lagi mereka yang hanya berada ditingkat Martial Overlord tahap akhir.
Sakhar dan Juran merasa tidak bisa menang melawan Xuan, jadi mereka langsung melarikan diri dengan memasuki pecahan ruang, atau kembali di Demonic Land.
Xuan tidak mengejar Sakhar dan Juran karena tidak ada perintah yang spesifik dari Xiang Shin untuk dia memasuki pecahan ruang. Ia hanya di perintahkan mengawasi dan bergerak jika situasi mendesak, jadi jika musuh kabur, tidak ada alasan untuknya mengejar mereka.
Mereka terbang selama berhari-hari dan akhirnya tiba di sebuah istana megah dan luas, terlihat banyak Demonic Beast disana.
Saat melihat Sakhar dan Juran yang datang dalam kondisi terluka, para Demonic Beast langsung menghampiri keduanya.
“Komandan Sakhar, Komandan Juran, apa yang terjadi pada kalian?”
“Apakah ada musuh kuat yang datang menyerang?”
__ADS_1
“Bagaimana mungkin ada yang bisa melukai Komandan Sakhar dan Komandan Juran?!”
Para Demonic Beast itu terlihat tidak percaya melihat dua Komandan Demonic Beast terluka seperti ini.
“Diamlah! Dimana Yang Mulia sekarang?” Juran mengeluarkan aura membunuhnya, membuat semua Demonic Beast itu tutup mulut.
“Yang Mulia.. ada di singgasananya, Komandan,” jawab seorang Demonic Beast.
Sakhar dan Juran pun langsung pergi ke Aula Utama dimana merupakan tempat singgasana berada.
Saat Sakhar dan Juran memasuki ruangan Aula Utama, di ujung ruangan terlihat 5 singgasana yang di duduki oleh 5 pria muda dengan wajah yang sama persis, hanya rambut mereka saja yang menjadi pembeda.
Kelima pria muda itu adalah penguasa Demonic Land, mereka juga merupakan keturunan langsung dari Orochi.
Cho memiliki rambut merah, kekuatan utamanya adalah racun api yang dapat membuat seseorang merasa terbakar api di seluruh tubuhnya bahkan jika hanya menyentuh racunnya saja.
Nio memiliki rambut biru muda cerah, racun Nio sendiri agak berbeda karena racunnya tidak mempengaruhi fisik melainkan jiwa.
Sano memiliki rambut abu-abu, ia memiliki racun yang dapat membuat tubuh makhluk hidup membusuk dengan cepat, bahkan racunnya bisa membuat besi menjadi rapuh seperti kayu yang di makan rayap.
Yon memiliki rambut putih kebiruan, racunnya memiliki efek yang dapat membekukan setiap sel tubuh makhluk hidup bahkan sampai ke tulang-tulang.
__ADS_1
Guo memiliki rambut ungu, kekuatan utamanya adalah racun yang memiliki sifat korosif, bahkan bisa melelehkan besi.
Note : Sedikit informasi tidak penting, nama dari kelima penguasa Demonic Land itu Author ambil dari nama angka Jepang yaitu Ichi, Ni, San, Yon dan Go.