
Xiao-Xiao membuat keputusan untuk menerima tawaran Zhang Chun meskipun itu menyakitkan. Jika dia mengetahui ada cara lain untuk menerima tawaran Zhang Chun tanpa harus membuat dirinya berbagi kasih sayang suami, ia pasti akan langsung membantah dengan keras sekarang.
Untung saja Xiang Shin dan Xiang Zhu memutuskan untuk diam jadi Xiao Zhou bisa di katakan mendapatkan keberuntungan.
Hanya dalam waktu kurang dari satu hari, Xiao Zhou sudah berhasil melampaui tuannya. Xiang Shin memiliki 6 istri sementara Xiao Zhou akan memiliki 10.
“Hm, aku jadi iri dengan Xiao Zhou.” Xiang Zhu mendengus kecil.
“Kalau begitu kenapa tidak kau gantikan saja Xiao Zhou kemudian jelaskan bagaimana cara mereka memiliki keturunan tanpa harus memiliki pejantan. Dengan begitu aku bisa langsung memiliki 9 menantu.”
“Aku tidak selera dengan Spirit ataupun Divine Beast. Setidaknya aku ingin menikah dengan gadis yang dari awal memiliki wujud manusia.” Xiang Zhu menyilangkan lengan di depan dada. “Aku dengar para gadis di Dimensi Peri memiliki paras yang paling cantik di antara ras lainnya. Bagaimana jika kita pergi ke sana nanti?”
“Untuk apa kau mengajak ku? Kau yang akan mencari pasangan jadi jangan menyeret ku.”
“Jangan berkata seperti itu ayah. Tenang saja, nanti di Dimensi Peri aku carikan janda anak satu, aku nikahi anaknya kemudian kau bisa nikahi ibunya.” Xiang Zhu tersenyum aneh.
“Dasar kau anak sialan! Siapa yang mengajari mu hal seperti itu!” Xiang Shin menarik telinga putranya.
“Adududuh.. ayah lepaskan, aku hanya bercanda.”
***
Xiang Zhu masih menunggu di ruangan itu bersama Zhang Chun. Tidak lama kemudian, suara pintu terdengar di ketuk dari luar.
“Masuk.” Ucap Zhang Chun.
__ADS_1
Pintu pun di buka, memperlihatkan sosok seorang gadis berkulit putih mulus dan rambut perak berkilau. Dua tanduk kecil di kepalanya memberikan daya tarik tersendiri yang membuat Xiao Zhou mengagumi kecantikannya.
“Ayah, ada apa memanggil ku?”
“Yi’er, duduklah dulu dan ayah akan menjelaskan.”
Zhang Ziyi pun duduk di salah satu kursi, ia cukup heran melihat ayahnya yang tersenyum lebar. Sangat jarang melihatnya begitu ceria di saat ras Hydra sedang di ujung tanduk seperti sekarang.
Zhang Ziyi memperhatikan Xiao Zhou lebih teliti, ia terkejut setelah merasakan aura pria itu.
“Ayah dia...”
“Benar, dia adalah satu-satunya Hydra pria yang tersisa selain ayah.” Zhang Chun mengangguk.
Zhang Chun pun memperkenalkan anaknya kemudian menjelaskan tentang Xiao Zhou dan masalah tawaran di antara mereka.
“Yi’er, bagaimana menurut mu?”
“Aku sama sekali tidak akan menolak. Lagi pula aku dan para saudari ku sudah sepakat, jika nanti kami menemukan Hydra pria, tidak masalah jika kami semua menjadi pasangannya.” Zhang Ziyi memberikan senyum manis pada Xiao Zhou. “Saudara Xiao Zhou, terima kasih telah menerima tawaran ayah ku.”
“Tidak perlu berterima kasih Nona Ziyi. Akulah yang seharusnya berterima kasih. Ngomong-ngomong, bagaimana dengan air mata Phoenix itu?”
Zhang Ziyi mengeluarkan sebuah botol kecil berisi satu tetes air mata Phoenix di dalamnya.
“Air mata Phoenix ini secara tidak sengaja kami temukan di sebuah area yang dulunya menjadi tempat pertarungan para Naga dan Phoenix. Saudara Xiao Zhou bisa mengambilnya.”
__ADS_1
“Terima kasih Nona Ziyi.” Xiao Zhou memasukkannya ke dalam cincin dimensi kecil. “Tidak ku sangka akan mendapatkan air mata Phoenix secepat ini.”
“Kalau begitu Yi’er, bawa Junior Xiao Zhou kembali ke markas agar dia bisa melihat saudari mu yang lain.”
“Baik ayah.” Zhang Ziyi mengangguk. “Saudara Xiao Zhou, ayo ikuti aku.”
Dengan begitu Xiao Zhou pun mengikuti Zhang Ziyi kembali ke markasnya.
***
Air mata Phoenix jatuh di depan Xiang Shin. Ia dengan cepat menangkapnya.
“Siapa sangka air mata Phoenix bisa kita dapatkan dengan begitu mudah. Zhu’er, tunggu di sini, aku akan mengobati Yu’er.”
“Ya sebaiknya cepat. Aku di sini masih ingin menonton kejadian di luar.” Xiang Zhu masih duduk santai melihat layar yang memperlihatkan kejadian di luar.
Xiang Shin mengibaskan tangannya, menghilangkan layar tersebut hingga Xiang Zhu tidak lagi memiliki tontonan.
“Hah! Ayah, kenapa kau menghilangkannya?!”
“Xiao Zhou dan Zhang Ziyi masih bersama, bisa saja nanti mereka melakukan sesuatu yang tidak pantas di tonton anak kecil.”
“Anak kecil apanya! Umur kita hanya beda tipis!”
“Kalau kau bingung melakukan apa, sebaiknya habiskan waktu mu untuk berkultivasi!” Xiang Shin langsung menghilang dari tempatnya, meninggalkan Xiang Shui sendiri di sana.
__ADS_1