
Saat sudah mendekati Planet Yun, Xiang Shin melihat peperangan sudah berlangsung. Sangat jelas terlihat pasukan Planet Yun kalah dalam jumlah dan kekuatan individu. Jika bukan karena Ular Naga Merah dan Guan Du, pasukan Planet Yun pasti sudah tersapu bersih.
“Serang orang-orang berpakaian merah itu! Bunuh! Jangan beri ampun!” Xiang Shin berteriak kemudian melompat dari kepala Elang Petir, melesat terbang menuju tempat pertarungan Yun Yihua melawan Xue Fuji.
Xiang Shin melihat Yun Yihua sudah terdesak melawan pria itu jadi ia tidak menunda waktu untuk menyelamatkannya.
Xiang Shin menciptakan puluhan ribu pedang cahaya untuk menyerang Xue Fuji sebagai pengalihan.
Xue Fuji memakan umpannya kemudian ia bisa dengan cepat menyambar tubuh Yun Yihua lalu berteleportasi menjauh dari Xue Fuji.
“Xiang.. Shin..” Yun Yihua akhirnya bisa berbicara.
“Jangan berbicara dulu, istirahatlah di sini, biar aku yang mengurus bajingan itu!” Xiang Shin menurunkan Yun Yihua kemudian menatap Xue Fuji dengan tatapan dingin.
“Pasukan musuh sangat banyak.. selain itu mereka sangat kuat.. tidak mungkin kita bisa menang. Mereka mengincar mu.. jadi sebaiknya kau segera pergi!” Yun Yihua tidak ingin Xiang Shin tertangkap.
“Tenang saja, aku membawa pasukan yang tidak kalah banyak. Lihatlah!”
Yun Yihua menoleh ke arah pandangan Xiang Shin, ia pun melihat begitu banyak Spirit Beast yang datang dan mulai menghancurkan kapal-kapal perang Sekte Darah Kematian.
Xue Fuji awalnya juga ingin menyerang Xiang Shin namun terhenti saat melihat banyak Spirit Beast yang menggempur pasukannya.
Beberapa Tetua yang awalnya dapat membuat Ular Naga Merah dan Guan Du terdesak, kini harus pusing melawn 5 Raja Spirit Beast yang datang.
“Dari mana datangnya para Spirit Beast ini?!”
“Mereka membunuh pasukan kita dan menghancurkan kapal perang kita!”
__ADS_1
“Sial! Kita tidak bisa membiarkan hal ini!”
Pasukan Sekte Darah Kematian marah melihat para Spirit Beast yang menggila membunuh dan menghancurkan kapal-kapal perang mereka.
Di sisi lain, pasukan Planet Yun ketakutan melihat para Spirit Beast yang mengamuk.
“Pasukan Planet Yun! Tenang saja, para Spirit Beast ini adalah pasukan yang di bawa saudara Xiang Shin! Jadi terus lawan para bajingan Sekte Darah Kematian itu! Ini waktunya membalikkan keadaan!” Meng Duan berteriak dengan amarah dan semangat balas dendam yang berkobar.
Mendengar teriakan Meng Duan, rasa takut dan gentar pasukan Planet Yun seketika menghilang kemudian mereka dengan semangat kembali melawan.
Sementara itu, Yang Yin yang sekarang berada di tingkat Immortal Spirit tahap awal terus menyerang belasan Spirit Beast yang berada di tingkat sama dengan dirinya.
Meskipun jelas Yang Yin kalah dalam jumlah namun ia dapat bertarung dengan penuh dominasi.
Hingga sekarang, dari belasan Spirit Beast yang ia lawan, hanya tersisa satu saja.
Ledakan Ular Yin-Yang!
*BOOOMMM!!
Spirit Beast itu pun meledak hingga dagingnya terpotong-potong, tersebar ke segala arah.
“Tidak akan aku biarkan kalian menyentuh Ning’er ku!” Yang Yin berteriak dengan penuh kebanggaan.
Mata Xue Ning berbinar melihat bagaimana Yang Yin terus berusaha melindunginya dari segala bahaya. Ia merasa beruntung karena telah menikahi pria seperti Yang Yin.
Yang Yin mendarat di samping Xue Ning, “kau tidak apa-apa sayang?”
__ADS_1
“Aku baik-baik saja. Kau sangat luar biasa, bisa melawan belasan Spirit Beast di tingkat yang sama tanpa mendapatkan luka.”
“Tentu saja, itu karena yang aku lindungi adalah istri ku jadi aku harus terus bertahan kuat,” Yang Yin tersenyum lebar.
Yang Yin mengeluarkan token komunikasi saat merasakan token tersebut aktif.
“Yang Yin, bawa Ning’er pergi segera!”
Suara Xue Fuji keluar melalui token tersebut.
“Apa maksud mu, ayah mertua? Membawa Ning’er pergi? Kenapa kami harus pergi?” Yang Yin mengerutkan keningnya.
“Ada 100 lebih Spirit Beast tingkat Immortal Spirit yang datang membantu pasukan musuh, Ning’er akan dalam bahaya jika nanti salah satu Raja Spirit Beast mengincar kalian!”
“Tapi ayah mertua, bagaimana mungkin aku pergi di saat pasukan kita sedang mempertaruhkan nyawa dan harga diri? Aku bisa melindungi Ning’er,” Yang Yin menunjukkan ekspresi teguh tanpa keraguan meskipun sebenarnya ia sudah ingin pergi dari sini karena melihat tidak ada kesempatan pasukannya untuk menang.
“Untuk kali ini kau harus menuruti perkataan ku, Yang Yin! Bawa Ning’er pergi!”
“Baik ayah mertua,” Yang Yin mengepalkan tangannya, seolah tidak terima mundur dalam situasi ini.
“Sayang, aku tidak ingin pergi! Aku bisa bertar...”
*Buk!
Sebelum Xue Ning menuntaskan kalimatnya, Yang Yin memukul belakang leher Xue Ning sampai pingsan.
Yang Yin pun dengan cepat membawa Xue Ning pergi dari medan perang.
__ADS_1