Penguasa Alam Semesta

Penguasa Alam Semesta
Ch.648 - Kedatangan Yang Sia-Sia


__ADS_3

Xiang Shin sudah menggunakan 6 dari Dao 7 Elemen. Sekarang hanya tinggal menggunakan Dao Cahaya saja. Pedang Cahaya sudah berada di genggaman tangannya.


Sementara Bing Huang masih bisa mengendalikan emosinya melihat ruang harta Istana Dewa Es hancur berkeping-keping, para petinggi lainnya benar-benar tidak bisa menahan diri.


Belasan dari mereka melancarkan serangan jarak jauh, sementara beberapa lainnya bergerak maju.


“TUNGGU! JANGAN GEGABAH!”


Bing Huang berusaha menghentikan para bawahannya namun sudah terlambat.


Xiang Shin mengacungkan pedangnya ke depan. Pedang cahaya itu seketika pecah menjadi pedang-pedang cahaya yang lebih kecil.


Xiang Shin menukar posisi pedang cahayanya dengan partikel cahaya yang berada di dekat musuh-musuhnya.


Pedang-pedang cahaya kecil itu seketika menancap di tubuh beberapa Tetua yang melesat ke arahnya. Semua pedang cahaya itu seolah langsung tertancap tanpa adanya jeda waktu.


“Aaarrrggghhh!”


“Aaarrrggghhh!”


“Aaarrrggghhh!”


Para Tetua itu berteriak saat tubuh mereka memancarkan cahaya. Mereka tidak bisa mengendalikan energi di dalam tubuh mereka sendiri. Pedang di tubuh mereka memicu energi itu untuk terpusat di Dantian, menyebabkan Dantian mereka membengkak seperti akan meledak kapan saja.


Belasan serangan jarak jauh yang di lancarkan Tetua lainnya bisa dengan mudah Xiang Shin hindari. Ia mengibaskan tangannya, memindahkan beberapa Tetua yang akan meledak itu di berbagai titik wilayah Istana Dewa Es.


*BOOOOMMMM!!


*BOOOOMMMM!!


*BOOOOMMMM!!


Tubuh mereka meledak secara bersamaan, menghancurkan semua dalam jangkauan ledakan.

__ADS_1


Xiang Shin tentu tidak memindahkan mereka secara acak. Ia mengetahui di setiap titik itu ada rombongan pasukan Istana Dewa Es yang bergerak kemari untuk membantu. Jadi ia membuat mereka tewas dengan ledakan tersebut.


“Bing Huang, Istana Dewa Es mu sudah di pastikan akan hancur sejak kau mulai mengganggu orang-orang ku. Terlebih saat kau memutuskan menampung Yang Yin di Istana mu.”


“Kau.. kau benar-benar membuat ku marah! Xiang Shin!” Bing Huang mengangkat pedang besarnya, melakukan tebasan vertikal.


*BAAMM!


Pedang itu terhenti sebelum mengenai Xiang Shin, tertahan oleh ruang yang mengeras.


Xiang Shin melihat ke arah tertentu, seolah tidak peduli dengan musuh di sekitarnya. Ia bisa merasakan puluhan ribu kultivator sudah memasuki formasi pertahanan Istana Dewa Es.


“Pasukan bantuan kalian sudah datang. Aku akan menyambut mereka terlebih dahulu.” Xiang Shin pun menghilang di tempatnya.


“Cari bajingan itu!” Bing Huang berteriak.


***


“Di mana musuhnya?” Patriak Sekte Naga Es bernama Ying Sun melihat ke berbagai sisi tapi tidak melihat adanya bekas pertarungan.


“Ketua, Istana Dewa Es mengaktifkan pertahanannya jadi mungkin saja musuhnya berada di dalam.” Ucap tetua bernama Ying Leng.


Ying Sun yang berada di ranah Dewa Sejati tingkat 5 melayang mendekati dinding formasi pertahanan.


“Ketua, hati-hati.” Ying Leng memperingatkan Ying Sun.


“Tidak perlu khawatir.” Ying Sun menyentuh formasi pertahanan itu dan tangannya bisa dengan mudah menembus masuk. “Sepertinya memang musuhnya sudah terperangkap di dalam. Formasi ini mengizinkan siapa pun untuk masuk.”


Ying Sun langsung memberi kode untuk pasukannya agar masuk. Ia lebih dulu masuk menembus dinding formasi pertahanan, diikuti oleh semua bawahannya.


Ying Sun menyipitkan matanya melihat ke arah tertentu. Berbeda area Istana Dewa Es hancur berantakan, kepulan asap masih terlihat jelas di sana.


“Sampai membuat kehancuran seperti ini, siapa sebenarnya yang datang menyerang?” Ying Sun bergumam pelan.

__ADS_1


Ying Sun bereaksi saat melihat sebuah gelombang tebasan dahsyat melesat ke arahnya. Ia sempat menghindar dengan terbang lebih tinggi.


Sayangnya pasukan Ying Sun yang baru saja memasuki formasi pertahanan tidak menduga akan langsung datang serangan dahsyat seperti itu.


Semua kapal angkasa Sekte Naga Es di libas habis, hancur berkeping-keping dalam sekejap mata.


Dari ribuan pasukan, hanya ada belasan ranah Dewa Sejati saja yang masih selamat karena mereka sempat melompat dari kapal perang.


Ying Sun membuka mulutnya dengan lebar, tidak bisa berkata-kata melihat bagaimana pasukannya hancur sebelum ia bisa mengedipkan mata.


Tubuhnya gemetar. Itu semua adalah pasukan terbaik yang ia miliki. Setelah ini, posisi sektenya pasti akan jauh menurun.


“Selamat datang di Istana Dewa Es. Kalian adalah pendatang pertama jadi aku beri sambutan yang meriah.”


Ying Sun menoleh ke sumber suara, melihat sosok pria yang tidak lain adalah Xiang Shin.


“Kau.. siapa kau? Apa kau yang telah melakukannya?” mata Ying Sun melotot, sama sekali tidak berkedip menatap Xiang Shin.


“Tentu saja, memangnya siapa lagi?” Xiang Shin berkata santai.


“Akan aku bunuh kau!!” Ying Sun langsung menyerang dengan pedang di tangannya.


Sayang sekali sebelum ia mencapai tempat Xiang Shin, tubuhnya terhenti di tempat karena ruang yang mengeras.


“Sayangnya kaulah yang akan mati.”


Gelembung Ruang! Padatkan!


Xiang Shin mengurung Ying Sun di dalam gelembung ruang yang seketika mengecil dengan cepat, memadatkan tubuh Ying Sun sampai hancur menjadi bola daging sebesar kelereng.


Bola daging itu melayang ke tangan Xiang Shin. Api keluar membakarnya menjadi abu


Ying Sun sang Ketua Sekte Naga Es, tewas seketika tanpa bisa berbuat apa-apa.

__ADS_1


__ADS_2