
...***...
Sudah dua minggu lebih Yuna dan Zeen berada di Bali. Kedua pasangan suami istri itu tampak bersenang-senang menikmati liburan mereka. Bahkan mereka berdua selama lima hari terakhir ini selalu menghabiskan waktu didalam ruangan atau dipenginapan mereka.
Menggapa selalu didalam penginapan? Karena Zeen pernah berkata, jika didalam ruangan mereka bisa menghabiskan waktu bersama dan berduaan tanpa merasa khawatir ada yang mengganggu mereka. Sebenarnya hal itu hanya akal-akalan Zeen saja, ia sebenarnya tak ingin mengajak Yuna keluar diarea penginapan.
Bahkan Yuna yang selalu minta untuk pergi kepantai pun Zeen tak mengizinkan. Pria bersetatus sebagai suami dari Yuna itu merasa tak rela jika istrinya harus bertemu kembali dengan dokter muda bernama Fadli itu, bahkan dengan pria hidung belang sekalipun, Zeen betul-betul tak rela.
Dan sekarang, terlihatlah dua insan itu tengah bergumul didalam selimut. Pasti lah kalian tahu apa yang sedang dilakukan oleh sepasang anak Adam yang tengah dimabuk cinta itu, atau lebih tepatnya sang pria terlalu kecanduan dengan permainan yang ia lakukan bersama istrinya. Tepatnya mereka berdua tengah sibuk mengolah keturunan mereka yang sangat dinanti-nantikan oleh keluarga mereka. Bahkan sang nenek terus meneror mereka menanyai 'Apa cucunya sudah jadi?' bukankah itu benar-benar konyol?
Selimut tebal itu tampak bergoyang-goyang, menandakan jika permainan panas itu telah dimulai setelah jeda entah berapa lama atau bisa dibilang hanya beberapa menit saja. Padahal mereka berdua melakukan permainan itu sudah dua jam lebih dan seperti tak ada tanda-tanda permainan itu akan berhenti.
Tampak Zeen terus memaju-mundurkan pingulnya dengan irama cepat, membuat Yuna yang berada dibawah kekuasaannya terus menghirup pasokan oksigen, menandakan jika wanita itu tengah menikmati permainan sekaligus diiringi rasa lelah secara bersamaan karena ia terus digempur habis-habisan oleh pria yang ada diatasnya.
“Ma-mas ... sudah ... aku sudah lelah, aku tak kuat lagi,” lirih Yuna dengan suara serak. Karena dirinya sudah benar-benar lemah dan tak mampu hanya sekedar mengeluarkan suara saja.
Terdengar suara nafas yang memburu dari Zeen, sekaligus keringat yang terus bercucuran diseluruh tubuhnya, “Sebentar sayang ... sedikit lagi aku akan menyelesaikannya.”
Begitulah jawaban Zeen ketika Yuna meminta dirinya untuk segera mengakhiri permainan itu. Dan yang terpasti, lelaki itu mengingkari ucapannya dan malah terus melanjutkan permainannya hingga waktu sudah menunjuk angka 17:50 sore hari.
Ketika permainan mereka sampai dipuncak, tubuh mereka menegang, dan mengelijang ketika merasakan sensasi yang sungguh luar biasa saat pelepasan itu terjadi untuk kesekian kalinya.
Tubuh Zeen yang lelah, ambruk begitu saja disamping Yuna dan tak lupa dirinya langsung merengkuh tubuh wanitanya dengan perasaan senang dan bahagia.
“Sayang ... kamu benar-benar membuatku kecanduan, aku ingin terus mengurugmu disini. Melakukan itu lagi dan lagi dengan berbagai macam gaya,” ucap Zeen berbisik dengan suara sensual nan serak tepat didaun telinga Yuna.
__ADS_1
Yuna yang mendapat bisikan itu tentu dibuat bergidik ngeri. Lantas dirinya refleks langsung membalikkan tubuhnya dan memungunggi Zeen begitu saja.
Zeen yang melihat itu tentu tak diam saja, dengan rasa posesifnya pria itu kembali merengkuh tubuh Yuna dari belakang, lalu mengelus perut datar milik wanitanya dengan gerakan sensual. Tak hanya itu saja. Ia pun memainkan bibirnya tepat dileher putih milik Yuna. Mengecup itu dan sesekali menjilatnya.
“Mas ....!!” Yuna langsung mendorong kepala Zeen, akibat ulah pria itu yang membuat dirinya kegelian. Ia pun merasakan sensasi aneh lagi ketika Zeen Mengecup lehernya.
“Sudah mas! Jangan diulangi lagi! Aku sudah capek, ingin istirahat dulu.” Ucap Yuna bernada ketus, lalu sedikit menjauhkan dirinya dari Zeen.
Zeen hanya terkekeh mendengar kekesalan Yuna, ia pun kembali mendekati Yuna dan memeluk pinggang wanita itu dari belakang.
“Baiklah ... kita istirahat dulu, dan setelah itu kita akan melanjutkannya kembali.” Bisik Zeen didaun telinga Yuna.
“Mas Zeen!” pekik Yuna berteriak.
“Hahaha, iya-iya maafkan aku, sekarang sebaiknya kamu istirahat dulu untuk mengisi energi kembali.” Ucap Zeen masih diselingi tawanya.
Yuna menunjukan pandangan kesal dan kening yang dikerutkan, “Sampai kapan kita melakukan itu mas?”
“Hem? Sampai aku puas?” jawab Zeen dengan wajah polosnya.
Tiba-tiba tangan Yuna langsung mendarat tepat diperut Zeen, dengan kencang Yuna mencubit perut itu, sekuat tenagannya.
“Aww!!” teriak Zeen histeris. Baru kali ini Zeen merasakan cubitan Yuna yang sungguh terasa sakitnya, padahal biasanya cubitan itu tak terasa baginya.
“Sayang ... kenapa kamu mencubitku?” cicit Zeen mengusap perutnya setelah Yuna melepas cubitan itu.
“Sudahlah mas, jangan terlalu mendramatis. Aku tahu kamu hanya berpura-pura kesakitan, pasti kamu merasa jika cubitanku itu tak seberapa.” Gerutu Yuna sambil memajukan bibirnya.
__ADS_1
'Apa katanya? Pura-pura kesakitan? Astaga wanita ku ini ... tak tahu saja jika cubitanya itu mengundang maut,' gerutu Zeen hanya mampu didalam hati.
Tiba-tiba Yuna bangkit dari baringnya, dan duduk dikasur tak lupa menutupi tubuh polosnya dengan selimut tebal. “Mas ... aku sudah merasa bosan jika terus-terusan didalam kamar, sebaiknya kita jalan-jalan kepantai ya mas? Sambil mengisi perut?” Yuna berucap sambil menatap wajah Zeen dengan tatapan memohon.
Zeen yang mendengar ucapan itu langsung bangkit dari duduknya, “Aku tidak mau sayang ... kita disini aja, karena didalam kamar itu lebih seru dari pada diluar.” Jawab Zeen sambil menjentikan jarinya tepat dikening Yuna.
“Seru dari mananya sih mas? Aku malah kebosanan sendiri disini. Apalagi tak melakukan apa-apa,” jelas Yuna sambil mengusap keningnya.
“Hei, kamu salah sayang. Apa kamu lupa? Jika kita sekarang tengah melakukan kegiatan yang seru? Jadi, jangan mengatakan jika kita tak melakukan apa-apa didalam kamar ini.” Jelas Zeen sambil melingkarkan tangannya dipingang Yuna dan sesekali mengecupi pipi wanita itu.
Yuna langsung menjauhkan kepala Zeen darinya, karena ia merasa kegelian. “Kegiatan apa sih mas? Aku bahkan tak melakukan suatu pekerjaan? Jadi apanya yang seru?” tampak Yuna kebingungan sendiri.
“Yaampun sayang ... kamu benar-benar tak sadar?” Zeen terkekeh sejenak, lalu kembali menjentikan jarinya pada dahi Yuna. “Kita kan lagi melakukan kegiatan pembuatan anak!” jelas Zeen dengan santainya.
“Apa?!” teriak Yuna langsung memelototi Zeen. “Astaga mas Zeen!” Yuna yang kembali kesal itu langsung mendorong tubuh Zeen dengan kencang, sehingga mampu membuat pria itu terdorong jauh darinya.
“Aw sayang!” Zeen memekik ketika merasakan sakit dibokongnya, karena dirinya sampai terjatuh dari kasur itu.
“Kenapa kamu mendorongku sayang?” ucap Zeen sambil berdiri dari duduknya.
“Jadi maksud mas? Kegiatan yang seru itu kegiatan suami istri?” tanya Yuna mengabaikan pertanyaan dari Zeen.
Zeen yang mendengar ucapan itu, langsung menganggukkan kepala dengan senyum ceria. “Ya ... kegiatan membuat anak-anak kita ....” jawab Zeen sambil mengerlingkan matanya pada Yuna.
“Astaga, si mesum ini ...!!” gumam Yuna mengerutu sambil memegangi kepalanya yang terasa berdenyut.
TBC.
__ADS_1