
Misiiiiii author balik lagi nih... judul Novel baru yang ceritanya tak kalah seru.... Yuk segera mempirđź’—
BAB. 1
“Kenapa mas Danu? Katanya mas mau nikahin aku? Katanya– mas udah janjiin aku kalau mas mau ngenalin aku sama orang tua mas! Janji! Janji, dan janji bakalan memperjelas hubungan kita kejenjang pernikahan! Tapi ini apa mas...?”
Disebuah kedai kecil, tepatnya dikedai bakso letaknya dipingir jalan. Nampak suasana disalah satu meja itu, terlihat menegangkan. Bahkan pembeli dikedai itu pun memilih kabur dari pada melihat ketegangan itu.
Sosok lelaki yang bernama Danu, yang saat itu tepat didepan gadis itu, masih terus memegang erat tangan mungil itu seakan tak ingin melepaskannya atau sebenarnya memang tak rela.
“Ina...”
“JANGAN PANGGIL AKU INA!”
Teriak gadis itu yang langsung menghempaskan tangan yang tadi mengengamnya, dengan sangat kasar, sehingga membuat pria itu kaget dibuatnya. Tak pernah menyangka jika sosok gadis yang selalu lemah lembut terhadapnya bisa bersikap kasar seperti itu. Bahkan ditempat umum.
Pria itu lantas berdiri dari duduknya karena gadis yang sedang berbicara dengannya juga tengah berdiri didepannya. Pria itu berusaha untuk menenangkan gadis itu dengan menyentuh bahunya dengan gerakan lembut.
“Ina... tolong tenangkan dirimu, kita bicara baik-baik ya?”
“Sudah ku bilang jangan panggil aku Ina! Ina mu sudah tidak ada sejak kau berbicara tentang wanita lain!” tegasnya.
“Tapi Ina, aku tak berniat untuk melepaskanmu. Kita bisa menjalin hubungan walau aku bersetatus tunangan orang lain....” ucapnya dengan sedikit memelas.
Bahkan gadis itu sampai dibuat tercengoh, mendengar kata-kata yang selalu ia benci dan tak mudah ia terima.
“Apa maksudmu....”
Sambil mengangguk-anggukan kepala, pria itu tersenyum seolah tak ada salah yang pernah ia buat.
“Ya, kita bisa tetap melanjutkan hubungan kita walau aku sudah bertunangan nantinya. Aku kan hanya bertunangan bukannya menikah, iya kan?” pria itu bertanya dengan raut wajah yang terlihat enteng.
“Bisa-bisanya kau bicara seperti itu? Mudah sekali ya kau mengatakan hal yang tak sepele seperti itu? Kau mau membuatku menjadi simpanan, hah?!” teriaknya lagi.
“Ina... kau sendiri yang menganggap hal itu terlihat rumit... aku hanya bertunangan saja, bukannya menikah...”
“Apa?!” gadis itu kembali dibuat tercengoh.
__ADS_1
“Bebss...”
Tiba-tiba dari arah kiri mereka, nampak seorang wanita bertubuh tinggi namun terlihat anggun tengah berjalan kearah mereka.
Gadis itu langsung dibuat terkejut saat melihat wanita itu memeluk pria yang ada didepannya dari belakang, dengan gerakan mesranya. Hal itu membuat gadis pemilik kedai bakso itu menjadi menduga-duga.
“Leona.. kenapa kau kemari? Aku kan sudah menyuruhmu untuk menunggu didalam mobil,” bisiknya tepat ditelinga wanita yang tengah memeluknya, namun bisikan itu tentu dapat didengar oleh gadis yang saat itu masih bersetatus pacarnya.
“Oh... jadi ini wanita yang membuatmu seperti ini?” gadis itu melirik tangan wanita itu yang masih memeluk pinggang pria itu. Bahkan pada saat itu juga hatinya kembali dibuat nyeri saat pria yang sangat ia cintai tak melepaskan pelukan itu. Dirinya seperti menjadi orang ketiga diantara kedua manusia yang sayangnya terlihat sangat serasi dimatanya.
Mungkin karena ia terlihat dekil, dan dua manusia itu terlihat good luking sehingga membuat hatinya menjadi berkecil hati.
Danu, pria yang tadi berbicara dengan gadis pemilik kedai bakso itu langsung menolehkan kepalanya. Pria itu kelagapan, dan dengan refleksnya pria itu langsung melepaskan tangan wanita yang bernama Leona untuk tak memeluknya lagi.
“I-ina.. ini hanya-”
“Hanya apa mas Danu? Bukankah memang benar apa yang aku katakan tadi? Jawab saja, iya atau enggak?” gadis itu tengah menuntut jawaban dengan raut wajah entah tak bisa dijabarkan lagi.
Danu, pria itu sejenak menundukkan kepala, namun samar-samar pria itu menganggukan kepala. Hal itu membuat gadis itu terdiam dengan wajah pucat tanpa ekspresi.
“Ina.. aku sudah menjelaskannya kepadamu, bahwa-”
“Iya dia pacar aku-”
“Ah~ jadi ini toh...” lagi-lagi Leona menyela ucapan Danu, dan malah tertawa terbahak-bahak membuat Danu bingung dibuatnya.
“Ada apa denganmu Leona?”
“Ahahaha... aku tak menyangka jika pacar kamu itu dekil banget. Kirain pacar kamu itu cantiknya ngalahin aku, mengingat kamu sepertinya selalu menceritakan tentangnya disaat kita tengah berduaan!” ucap Leona yang sengaja menekan kata terakhirnya.
'Berduaan?' batin gadis itu membuat hatinya kembali mencelos.
“Jaga ucapan kamu Leona!” tegur Danu.
“Ya, ya, ya... sudah kan? Kamu sudah berbicara dengannya kan? Kalau begitu kita pergi sekarang, soalnya keluarga kita lagi nungguin kita dirumah utama.”
Leona mencoba menarik tangan pria itu, namun pria itu seakan tak ingin beranjak dari tempatnya.
__ADS_1
“Ayolah beib... kita pergi sekarang... aku udah gak betah disini, baunya nyengat banget! Gak cocok buat kita yang orang berkelas seperti ini....”
“Bisa gak sih, kamu gak usah ngucapin kata-kata seperti itu?” tegur Danu yang tak suka dengan tingkah wanita itu.
“Ya makanya ayo... kita pergi sekarang...” Leona terus memaksa pria itu.
Danu terdiam sejenak, lelaki itu kembali menatap gadis itu dengan tatapan bersalah.
“Ina.. aku pergi ya? Nanti aku akan telfon kamu lagi...” ucap Danu, namun tak ditanggapi oleh gadis itu.
“Ngapain sih pake acara telfon-telfonan! Kamu kan udah putus dengannya..”
“Leona!”
“Yaudah ayuk kita pergi sekarang!”
Akhirnya Danu menuruti perkataan wanita itu dan pergi dari sana tanpa mendapati jawaban dari seorang gadis yang selalu bersamanya selama ini.
Saat kedua manusia itu sudah pergi dari kedai itu, gadis itu lantas mendudukan dirinya dengan memegang keningnya.
Namun beberapa saat berlalu, tiba-tiba ia dikejutkan oleh kedatangan pria berjas hitam dengan kacamata hitam yang menempel diwajah pria itu. Tentu pria tersebut nampak asing dimata gadis itu.
“Maaf menganggu anda nona! Saya diperintahkan oleh tuan Danu bahwa beliau ingin memberikan ini kepada anda!” ucap pria itu sambil meletakkan sebuah benda persegi panjang namun nampak mewah jika dilihat.
“Kalau begitu saya permisi dulu nona...” pria itu pergi begitu saja tanpa mendengar jawaban dari gadis itu. Dan kembali menyisakan gadis itu dalam keheningan.
Gadis itu lantas mengambil benda itu dan membukanya dengan perasaan tak menentu.
~Leona & Danu~
Ternyata benda persegi panjang itu merupakan sebuah undangan pertunangan, yang akan diselenggarakan besok disebuah gedung ternama. Tentu hal itu membuat gadis tersebut menitikan air matanya karena hatinya kembali diremas-remas oleh pria itu.
Padahal sejak tadi gadis itu mati-matian menahan air matanya, karena tak ingin dianggap lemah oleh pria yang selalu mengisi hatinya.
“Hati siapa yang tak hancur...? Jika hubungan yang selama ini kita jalani selama dua tahun lamanya... akhirnya kandas begitu saja, karena kamu lebih memilih dia dan mengesampingkan diriku....”
Lanjut partnya silahkan kenovel author itu ya...
__ADS_1