
...***...
Akhirnya kedua pasutri itu kembali melakukan pergulatan panasnya, dengan merasakan kenikmatan yang tiada tara. Bahkan Yuna yang sebelumnya terus memberontak akhirnya kalah juga dengan segala perbuatan Zeen yang membuat Yuna merasa panas dingin secara bersamaan.
Hingga saat pencapaian yang entah keberapa kalinya, mereka berdua pun dengan secara bersamaan mengeluarkan suara khas percintaan mereka dengan peluh keringat yang terus menetes.
Yuna yang sudah lelah dan lemas memilih memejamkan matanya dengan nafas yang naik turun. Sedangkan Zeen yang juga merasakan kelelahan membaringkan dirinya disamping Yuna. Tak lupa tangannya yang terus mengelus perut datar Yuna juga kecupan-kecupan manis disetiap sudut wajah Yuna.
“Mungkin sekarang juniorku sudah mulai berkembang didalam sini,” ucap Zeen yang masih terus mengelus perut Yuna.
“Aku yakin jika benihku ini sangat luar biasa, hingga beberapa hari nanti perutmu akan segera membesar tanpa kita sadari.” Lanjutnya lagi dengan wajah penuh percaya diri.
“Tapi mas ... jika tak sesuai harapan bagaimana?” cicit Yuna dengan wajah yang kembali lesu.
Zeen yang melihat perubahan raut dari wanitanya itu, tersenyum samar. “Ya kita harus terus mencoba dong!” timpal Zeen.
“Maksudnya?” Yuna memandang Zeen dengan kening berkerut.
Zeen tersenyum miring seketika, lantas dirinya langsung mendekatkan diri pada Yuna, lalu berbisik sesuatu ditelinga itu. “Tentu saja kita harus melakukannya setiap hari agar junior kita tumbuh diperutmu.” Bisik Zeen dengan nada menggoda.
“A-apa?” Yuna meneguk salifanya dengan kasar saat melihat wajah licik dari suaminya. Dirinya tau apa yang ada diisi kepala suaminya itu.
“Ma-mas, jangan bilang kamu melakukannya lagi? Tidak, aku tidak mau mas. Aku sudah sangat lelah ....”
Saat Yuna hendak menjauhkan dirinya pada Zeen, tiba-tiba ia merasakan tarian dari pinggangnya. Siapa lagi kalau bukan Zeen pelakunya?
“Aaaa!! Mas!” pekik Yuna terkejut bukan main, saat dirinya yang sudah berada diatas tubuh Zeen.
“Jangan pernah coba-coba untuk kabur dariku ... aku tak akan membiarkanmu sayang ....” jelas Zeen dengan suara serak karena miliknya saat ini sudah kembali on.
“Ma-mas! Geli ....” Yuna kembali memberontak saat merasakan leher belakangnya dikecup secara sensual oleh Zeen.
__ADS_1
Zeen yang sudah tak tahan, langsung membalikkan tubuh Yuna menjadi dibawah kungkungannya. Dan ya~ kedua sepasang insan itu kembali melakukan pergulatan panas hingga selesainya waktu tak tertentu.
🍂🍂
Tengah malamnya, Zeen terbangun dari tidur lelap, karena tengorokannya merasa haus mau tak mau ia harus bangun dari tidur dan berjalan keluar dari kamar menuju daput.
Saat ia sudah sampai didalam dapur, dirinya pun langsung mengambil air putih dari kulkas yang ukurankan cukup besar itu. Setelah selesai meminum air putih, dirinya pun meletakkan botol itu kembali dan tak lupa mengambil botol air yang baru untuk diberikan kepada Yuna. Dirinya tau jika wanitanya itu pasti merasakan kelelahan akibat pergulatan mereka yang berlangsung selama berjam-jam. Dan itu semua ulah Zeen sendiri. Sang pelaku hanya tertawa saja mengingat hal itu dan tak merasa berdosa sama sekali ketika mengempur Yuna sampai lemas tak berdaya.
Zeen yang sudah puas tertawa cekikikan berniat untuk kembali kekamarnya. Namun saat dirinya berbalik, tiba-tiba ada sosok menjulang dihadapannya hal itu tentu membuat Zeen terkejut bukan main.
“ASTAGA!!” teriak Zeen sampai mengema dimana-mana.
“Hei! Kau mengagetakanku! Dasar!” pekik seseorang itu yang tak lain adalah Firo, sang sepupu.
“Seharusnya aku yang bilang seperti itu! Kau yang mengagetakanku karena tiba-tiba berdiri disini! Kau siapa? Maling ya?” kesal Zeen sehingga tanpa sadar menuduh sepupunya sendiri.
“Jangan pura-pura tak tau, aku ini sepupumu yang tampan. Masa kau sampai tak tau suara sepupu sendiri?” ucap Firo yang juga tersulut kesal.
“Hei! Bukanya minta maaf malah nyelonong pergi, kau harus meminta maaf dulu padaku! Aku tak terima kau sebut hantu–”
Zeen lebih mengabaikan ocehan-ocehan tak jelas dari sepupunya itu. Dirinya lebih memilih beranjak dari sana karena entah mengapa dikepalanya terus terbayang-bayangan wajah istrinya. Padahal baru beberapa menit ia pergi keluar namun rasanya sudah merasa rindu pada wanitanya itu.
Namun lagi-lagi langkahnya terhenti, kala melihat sosok yang dikenalinya berada dihadapannya saan ini.
Seketika Zeen langsung meneguk salifanya dengan kasar, saat melihat wajah tak mengenakan dari lelaki paru baya yang ada didepannya itu.
“Papa mau kedapur ya? Kalau begitu Zeen kembali lagi kekamar.” Zeen berjalan hati-hati agar tak kena amukan dari Papanya, ia tau jika Papanya saat ini tengah dihukum oleh Mamanya yaitu tidur diluar gara-gara masalah sepele tadi siang dan masalah itu disebabkan olehnya sang putra pertama yang memiliki sifat menyebalkan dan usil.
“Zeen Albaret!”
Suara dingin dan tegas itu membuat Zeen langsung merinding, bahkan kakinya pun tak mampu untuk berjalan.
“I-iya pah?” Zeen menoleh kebelakang dengan perasaan was-was.
__ADS_1
“Ikut Papa! Jangan coba-coba melarikan diri. Kalau kau berani, maka kau pasti tahu akibatnya,” kecam Albaret dengan aura mencengkam dan meninggalkan Zeen yang masih gemetaran ditempatnya.
“Mampus ...!” Zeen berjalan lunglai dan cemas mengikuti langkah Papanya.
🍂🍂
Yuna baru saja terbangun dari tidurnya saat merasakan silauan menyengat dari matanya. Dan juga suara burung-burung berkicauan membuat dirinya mau tak mau membuka matanya karena sudah tak merasa lagi untuk melanjutkan tidurnya itu.
Yuna yang sudah membuka matanya dengan sempurna itu, mengalihkan pandangannya kesisi ranjang. Namun sisi ranjang itu terlihat kosong tak ada nampak sosok pria yang kemarin membuatnya terkapar tak berdaya.
Ia meraba-raba sisi ranjang itu, namun bukanya merasa hangat, disisi ranjang itu malah terasa sangat dingin. Itu berarti suaminya itu sudah bangun sedari tadi bukan baru-baru tadi.
“Kemana mas Zeen?” gumam Yuna bingung, dan mulai bangkit dari baringnya berniat untuk membersihkan diri dan setelah itu mencari sosok suaminya yang entah hilang kemana.
°
°
°
Setelah selesai dari acara membersihkan diri, Yuna pun segera keluar dari kamarnya dan mulai mencari sosok suaminya yang begitu tega meninggalkan dirinya setelah malam panas yang mereka berdua lalui.
Namun disaat Yuna baru beberapa melangkahkan kakinya ditangga. Ia langsung menemukan sosok itu yang berada diruang tengah.
Yuna tak mau berlama-lama berdiri ditempat dan segera melanjutkan langkahnya kembali menuju suaminya.
“Mas Zeen!” panggil Yuna saat ia sudah berada dekat dengan suaminya.
Zeen langsung membalikkan tubuhnya saat mendengar suara wanitanya dari arah belakang. “Sayang?!” pekik Zeen kalang-kabut dan tiba-tiba langsung membalikkan tubuhnya kembali, tak lupa menutup wajahnya dengan perasaan gelisah.
Yuna tiba-tiba membeku ditempatnya, ia begitu terkejut dan melongo saat sekilas melihat wajah suaminya penuh dengan coretan-coretan aneh.
TBC.
__ADS_1