Perjuangan Cinta Si Gadis Desa

Perjuangan Cinta Si Gadis Desa
Bab. 89


__ADS_3

...—☘️Selamat Membaca☘️—...


...***...


“Sudah mas ... jangan menangis ... mas gak malu apa? Kalau tiba-tiba ada anak kecil lewat kesini? Hem? Jangan nangis ya ....” tutur Yuna, dengan lembut ia mengelap air mata itu dengan hanya menggunakan kedua tangannya.


Zeen tiba-tiba mengerucutkan bibirnya, “Biarin! Mau bocil kek, orang hutan kek! Aku gak perduli, yang aku perduliin hanya kita berdua Yuna ....” ucap Zeen sedikit merengek. Lalu kedua tangannya menangkap kedua tangan Yuna yang berada dipipinya.


“Oh ya? Bener-bener gak peduli?” tanya Yuna sambil menganggkat satu alisnya.


Zeen mengangguk antusias, “Hu'um ....”


Yuna lagi-lagi menggigit bibirnya, dimatanya, Zeen benar-benar sangat lucu. Ingin sekali ia mencubit pipi itu namun lagi-lagi ia mencoba menahanya.


“Yaudah kalau memang benar-benar gak perduli, aku tinggal aja ya? Biar dibawa sama orang hutan nanti.” Goda Yuna, yang berpura-pura berdiri dari duduknya.


Zeen yang melihat itu segera menghalangi dengan menarik tangan Yuna, untuk duduk kembali didepannya.


“Jangan ....” rengeknya yang membuat suara seraknya terdengar sangat jelas. Mungkin akibat menangis sampai sesegukan. “Aku gak mau dibawa sama orang hutan. Aku maunya diculik sama kamu ....” ucapnya sambil mengerlingkan satu matanya. Membuat Yuna menggelengkan kepala.


'Bisa-bisanya habis nangis malah sempetnya godain orang,' batin Yuna kembali menggeleng.


“Sudah ya ... kalau memang gak mau dibawa pulang sama orang hutan, mas berhenti menangis ya? Yuna yang lihat aja malu loh, kukira mas ini orangnya gak mudah menangis. Tapi ternyata sekarang ....”


“Ini semua gara-gara kamu Yuna ... aku menangis hanya karenamu ... sepertinya aku mendapat karma, atas perbuatanku selama ini padamu.”


“Karma? Karma apa mas?” Yuna tampak bingung.


“Karma ... karena aku tengah bucin padamu Yuna ....” ungkap Zeen dengan wajah sayu akibat menangis.


“Bucin?”


“Ya, aku tengah jatuh pada pesonamu Yuna ... entah sejak kapa perasaan ini muncul, yang pasti. Aku sedang jatuh cinta padamu! Istriku! Yunaku! Milikku!”


“Hah?” Yuna terkejut, sangking terkejutnya ia tak dapat memproses pikirannya.

__ADS_1


Zeen yang tengah menggenggam tangan Yuna itu, langsung dibawanya untuk menyentuh dadanya.


“Kau merasakannya kan? Ini jantungku! Yang hanya terus berdebar hanya karena berada didekatmu! Bahkan saat aku menjalin kasih pada wanita lain pun, debaran jantungku tak seperti ini. Jadi ... ini yang pertama kali bagiku! Kau yang membuatnya seperti ini Yuna ....” ujarnya yang memang benar-benar jujur akan perasaannya.


Yuna yang sudah mulai tersadar dari terkejutnya itu, menatap Zeen tak percaya, “Tapi sejak ka-kapan? Bukankah mas masi bersama–”


“Ssst ....” Zeen meletakkan jarinya dibibir Yuna, “Itu sudah berlalu Yuna ... pada saat kau meninggalkan rumah sakit. Dikala itu aku langsung memutuskan hubungan dengannya, aku lebih baik memilihmu! Dari pada dia yang selama ini telah menghianatiku. Dan perasaanku padanya telah sirna lalu digantikan olehmu yang membuatku mabuk akan pesonamu. Aku bersunguh-sunguh Yuna! Aku benar-benar mencintaimu!”


Yuna tak menjawab, ia diam tak tahu harus menjawab apa.


Tak tahu harus berkata apa lagi, Zeen pun langsung merengkuh tubuh Yuna dan memeluk tubuh itu dengan sangat erat.


“Jangan tinggalkan aku Yuna ... hiks! Aku tau jika aku terkesan egois, namun aku tak ingin kamu jauh dariku ... jujur saja rasanya sesak waktu kamu meninggalkan ku kemarin ....”


Merasakan tubuh Zeen yang bergetar akbar menangis lagi, Yuna pun tak tega untuk melepas pelukan itu.


Mencoba berdamai dengan masalalu, mencoba bersabar dan memanfaatkan Zeen dengan hati yang lapang, Yuna pun langsung membalas pelukan itu sambil mengusap punggung lebar milik Zeen. Hal itu membuat Zeen tersentak. Tak menyangka jika Yuna mau membalas pelukannya.


“Sssh ... jangan menangis ....” ucap Yuna terus mengusap punggung Zeen.


Yuna menatap lekat pria yang ada didepannya, kemudian sebuah lengkungan muncul dibibir Pink milik Yuna.


“Ya!” Yuna mengangguk, “Ya ... aku memaafkanmu mas ... aku menerimamu kembali. Dan sesuai perkataanmu, kita mulai dari awal untuk memperbaiki pernikahan kita yang awalnya berjalan tak mulus. Kuberi kan kepercayaanku padamu mas ... tolong jaga kepercayaan itu.”


Zeen mengangguk dengan cepat, ia menangis kembali sejadi-jadinya. Ia sungguh bahagia sekali, tak ada hal yang membahagiakan lagi selain mendapatkan kepercayaan dari cintanya, cinta yang selama ini tumbuh tanpa ia ketahui dan tak pernah ia sadari.


Zeen kembali merengkuh tubuh Yuna, ia meletakkan wajahnya tepat dibahu Yuna. Ia memeluk tubuh itu dengan erat, seolah tak ingin melepaskannya kembali.


“Terimakasih Yuna ... terimakasih ....” gumam Zeen sesegukan.


“Iya mas ....” ia mengelus punggung Zeen kembali, namun dengan senyuman yang masih melekat pada bibirnya.


'Ya Tuhan ... jika aku sudah memutuskan untuk menerima pria ini kembali. Maka tolong kabulkan lah doanku ini, tolong ... berilah kami sebuah kelancaran untuk membina rumah tangga kami kembali.'


“Berarti, kamu mau dong ... pulang sama aku kembali kerumah kita, sekarang?” tanya Zeen, namun masih memeluk Yuna. Ia benar-benar tak ingin melepaskan tubuh gadis itu.

__ADS_1


Entah mengapa, Zeen langsung candu akan wangi Yuna yang sungguh sangat mendamaikan hatinya. Itu sebabnya ia sangat betah dengan posisinya yang seperti itu, bahkan Yuna yang ingin melepaskan pelukan diantara mereka langsung ia halangi dan malah merapatkan tubuh mereka.


“Iya mas ... aku mau,” jawab Yuna yang seketika membuat Zeen senang.


“Terimakasih–”


“Cie-cie ... yang lagi berdua-duan ditempat sepi ....”


Mendengar suara itu, Yuna pun refleks langsung mendorong tubuh Zeen, yang membuat sang empun tersungkur kebelakang sampai terguling.


Kedua pasutri yang tak lain Bram dan Winda meringis seketika, ketika melihat Zeen yang terjatuh seperti itu.


Yuna yang tersadar membelalakan matanya dan berlari menghampiri Zeen, “Aduh, maaf mas ... Yuna refleks dorong mas tadi ....”


Yuna langsung membantu Zeen berdiri, dan membersihkan baju Zeen yang terkena rerumputan akibat berguling-guling karena ulahnya.


“Ternyata doronganmu sangat kencang ya Yun ....” kata Zeen kikuk, menyadari jika dorongan Yuna sangat kuat.


Yuna semakin bersalah, “Maaf mas ....” cicit Yuna menundukkan kepala.


Zeen yang melihat itu langsung mengelus rambut Yuna, “Gak papa, gak papa. Kamu gak salah kok ....”


'Yang salah tuh tantemu dan pamanmu, yang bikin momen romantis kita jadi rusak.' Gerutu Zeen, hanya mampu didalam hati.


Dua pasutri yang tadi tengah diam mengimani Zeen dan Yuna itu, berjalan pelan menghampiri mereka.


“Maaf ya Zeen, Yun ... kalo kami mengagetkan kalian ... aduh seharusnya kami tak usah keluar tadi ....” ucap Bram merasa bersalah.


“Iya ... seharusnya kami tak usah keluar tadi kalo buat kalian sekaget ini, tapi sangking gemesnya ... kami gak bisa nahan buat ganggu kalian ....” cicit Winda tersenyum-senyum.


Zeen dan Yuna saling berpandang. Tak menyangka jika mereka diintip sejak tadi oleh kedua pasutri itu.


TBC.


Jangan lupa untuk selalu dukung Author ya💕 tinggalkan like, komen and vote.

__ADS_1


__ADS_2