Perjuangan Cinta Si Gadis Desa

Perjuangan Cinta Si Gadis Desa
Bab. 55


__ADS_3

Yuna berjalan cepat menuju kamarnya, ia saat ini sungguh dibuat kesal oleh tingkah laku dari sepupu Zeen itu.


Tanpa mengetuk pintu kamar itu, Yuna langsung memutar kenop pintu dan membukanya, setelah itu ia langsung masuk dan menutupnya kembali. Saat ia melangkah kedepan ia dibuat tertegun ketika melihat Zeen yang masih belum tidur, dan malah duduk diranjang sambil menyadarkan tubuhnya dikepala renjang itu. Tak lupa dengan buku tebal yang sudah ada ditangannya.


Merasakan keberadaan seseorang, Zeen melirikkan matanya kearah Yuna, kemudian ia melepas kacamata kecilnya dan meletakannya diatas nakas. Dengan buku yang tengah ia baca itu langsung ditutup.


Yuna merasa canggung. "Ke-kenapa anda belum tidur? Hari sudah sangat malam, dan besok anda juga ada jadwal kedatangan pasien penting." ujar Yuna dengan nada sedikit tergagap.


Zeen menghela nafas panjang, kemudian ia meletakan juga buku yang masih ia pegang keatas nakas. Ia pun bangkit dari duduknya dang langsung melangkahkan kakinya, berjalan mendekat kearah Yuna.


Yuna tak tau kenapa Zeen berjalan kearahnya, bahkan raut wajah pria itu tak mudah dibaca. Saat sudah sampai tepat didepan Yuna, Zeen langsung menyilangkan kedua tangannya didada.


"Lantas kenapa kau begitu lama hanya karena membuat teh saja? Apa kau berkeliling rumah dulu? Baru sampai dikamar ini?" Zeen menatap Yuna dengan tatapan menyelidik.


"Tadi nenek juga memintaku untuk membuatkan segelas susu untuk adik sepupu Firo." jelas Yuna.


Zeen mengerutkan alisnya. "Firo? Sejak kapan dia meminum susu, bocah tengil kayak dia?" ia tampak mengelengkan kepala, tak sepenuhnya percaya dengan ucapan Yuna.


"Saya juga tidak tahu, saya hanya disuruh nenek saja, tentu saja saya menurut. Karena tak mungkin kan? Kalau nenek yang membuatkan susu dengan jam yang sudah menuju tengah malam.." jelasnya.


"Dan kenapa harus kau? Seharusnya kan bisa memanggil bi Mina untuk membuatkan susu." Zeen tampak menajamkan pandangannya, membuat Yuna yang melihat itu merasa aneh.


Kemudian Yuna menghela nafasnya sejenak. "Saya tak sampai hati membangunkan orang yang tengah beristirahat, hanya karena masalah sepele." Yuna menjeda ucapannya, "Emm... Lebih baik kita sudahi saja pembicaraan ini dokter Zeen! Karena sudah sangat larut membuat saya sangat mengantuk, ingin segera tidur."


"Hahh... Yasudah, kita tidur sekarang." jawab Zeen mengalah.


Yuna menganggukkan kepalanya, lantas kembali melanjutkan langkahnya menuju kasur itu dan mengambil satu bantal untuk dibawanya menuju sofa.


"Loh? Mau kemana kamu?" tanya Zeen dibuat bingung.

__ADS_1


Yuna menghentikan langkahnya, lalu membalikkan tubuhnya menghadap kearah Zeen. "Saya mau tidur...?" jawab Yuna dengan wajah polosnya, seolah bingung dengan pertanyaan itu.


"Kenapa tidur disana? Kau kan bisa tidur dikasur."


"Kan biasanya saya juga tidurnya disofa?" lagi-lagi Yuna dibuat bingung.


Zeen menepuk keningnya seketika, lalu menghela nafasnya sejenak. "Jangan tidur disofa untuk saat ini. Tidurlah bersamaku dikasur, selama nenek masih menginap disini." putusnya, lalu berjalan mendekati kasur, kemudian ia membaringkan tubuhnya.


"Kenapa masih diam disana? Cepat tidur, jangan sampai kita telat besok kerumah sakit."


Zeen mematikan lampu ruangan itu, dan mulai memejamkan matanya.


Yuna hanya bisa menghela nafasnya. "Apa hanya sampai nenek tinggal disini?" gumam Yuna, dengan raut sendu.


Ia pun, mau tak mau menurutmu ucapan itu, dan setelah itu ikut memejamkan matanya yang berbaring tepat disamping Zeen, namun dengan posisi yang saling membelakanggi.


🍂🍂


Tak begitu jauh dengan sepasang suami istri, Zeen dan Yuna tampak bersama menurun tangga, dengan wajah sudah segar siap untuk memulai pekerjaan mereka kembali.


Dukk....


Kepala Yuna tak sengaja menubruk punggung tegap yang ada dihadapannya, Yuna pun mengusap hidungnya yang agak kesakitan. Dirinya lantas dibuat bingung dengan Zeen yang tiba-tiba menghentikan langkahnya dan membuat ia menubruk pria itu.


"Kenapa berhenti dokter?" tanya Yuna bingung.


Bukannya malah menjawab, Zeen malah bergumam pada dirinya sendiri.


"Hahh... Dateng lagi tuh orang paling cerewet." gumam Zeen.

__ADS_1


Yuna tampak menyatukan alisnya. "Maksudnya?" Yuna bertanya namun masih belum dijawab oleh Zeen, ia yang penasaran pun mengikuti arah pandang itu yang tengah menuju kearah ruang keluarga. Dimana bisa ia lihat, disana sudah berkumpul para keluarga inti, papa mertuanya Firo dan juga nenek Rima, kurang ibu mertuanya yang tak ada disana. Tak hanya itu Yuna juga menangkap sosok perempuan asing dimatanya yang tengah merangkul lengan Firo. Siapa gerangan perempuan yang sekilas agak mirip dengan wajah Firo.


Yuna pun melanjutkan langkahnya ketika melihat Zeen yang sudah berjalan mendahuluinya.


"Halo tante!"


Terdengar suara dari Zeen yang tengah menyapa wanita asing itu, dan Yuna pun seketika paham siapa wanita asing itu. Dan ternyata duganya benar jika wanita yang berpakaian gelamor itu merupakan ibu kandung dari Firo, yang mana artinya merupakan adik kandung dari ayah mertuanya.


"Eh.... Siapa ini..?" tante Zeen itu tampak mendekat, menghampiri Zeen dan lantas langsung memeluk Zeen tanpa aba-aba.


Yuna dapat melihat jika Zeen membalas pelukan itu dengan senyum yang dibuat paksa.


Wanita gelamor itu tampak menepuk-nepuk punggung bidang milik Zeen.


"Aduh, aduh.... Keponakan tante ini ternyata semakin tampan sekali.... Tante sudah lama tak jumpa denganmu Zeen, dan kamu sekarang terlihat seperti pria matang dan hebat." pujinya. Membuat Firo yang berada tah jauh dari mereka itu, diam-diam memutar matanya jengah.


Zeen melepaskan pelukan itu, ia kembali memperlihatkan senyumnya. "Hahaha, tante bisa aja...."


"Loh? Beneran.... Tante gak bohong loh..."


"Kalau begitu terimakasih pujiannya tante." ucap Zeen.


Wanita itu mengelus pipi kanan Zeen, "Sama-sama sayangku..."


Yuna tampak tersentak kala tatapan matanya tak sengaja bertubrukan dengan tatapan dari wanita berpakaian gelamor itu.


"Loh! Kamu siapa?" tanya wanita itu, kepada Yuna.


TBC.

__ADS_1


Author tak pernah lelah mengingatkan, jika setelah baca jangan lupa untuk komen! Agar Author makin semangat ngetiknya🐿️😗


See you next time....


__ADS_2