Perjuangan Cinta Si Gadis Desa

Perjuangan Cinta Si Gadis Desa
Bab. 78


__ADS_3

Yang gak suka ceritanya, bisa diskip aja ya, Author gak akan maksa kalian buat baca cerita Author sampai akhir😊 bagi yang masih suka–


**°°Selamat Membaca~°°**


°


°


°


°


°


°


°


“Benarkah?”


Suara bariton itu membuat semua mata mengarah pada Zeen.


“Benarkah apa yang kau katakan Laura?” tanyanya dengan raut datar memandang Laura.


Laura mengerutkan alisnya,“Iya Zeen, aku sendiri yang melihatnya.”


Tiba-tiba seluas senyum miring terbit dibibir Zeen. “Begitukah? Apa ada lagi yang ingin kau ucapkan?” ia bertanya lagi kepada Laura.


Laura menjawabnya dengan menggeleng.


Zeen tersenyum tipis, sangat tipis sehingga Laura tak dapat melihatnya. “Rafli! Apa kau sudah membawa, apa yang aku inginkan?”


Rafli, seorang agen mata-mata yang dipekerja oleh Zeen mulai mendekat kearah Zeen. “Ya tuan! Semuanya lengkap, sesuai apa yang anda inginkan.” Sosok lelaki berjas hitam itu memberikan sebuah tablet kepada Zeen.


“Kerja bagus!” Zeen menerima tablet itu dan menyodorkannya pada Laura. “Bukalah!”


“Apa ini?” Laura tampak mengerutkan keningnya, namun ucapannya itu tak ditanggapi oleh Zeen.

__ADS_1


Laura yang penasaran. Mulai membuka sebuah vidio pada tablet itu, awalnya vidio itu tampak buram namun saat video mulai menampakkan sebuah gambar, ia langsung memelototkan matanya. Betapa terkejutnya ia ketika melihat dirinya yang ada didalam vidio itu.


“Zeen! Ak-aku bisa menjelaskan–”


“Tak perlu dijelaskan! Semua sudah jelas! Laura Claudia! Kaulah tersangkanya!” sorot mata yang begitu dingin dengan wajah datar yang mendominasi, membuat Laura seketika meneguk salivanya dengan kasar.


“Aku bisa menjelaskan Zeen–”


“Apa yang harus dijelaskan Laura?! Semua perbuatan busukmu sudah tertangkap semua! Perlukah aku menunjukan lagi bukti-buktinya?” Zeen melipat kedua tangannya didada, menatap Laura dengan ekspresi angkuh soalah tak ada lagi ekspresi penuh cinta yang pernah ia tunjukkan pada wanita itu.


Laura tiba-tiba menggeleng, ia seolah terkejut dengan perubahan Zeen yang terlalu tiba-tiba baginya. “Tidak, kau bukan Zeen yang kukenal! Kenapa kau seperti ini Zeen!! Apakah perubahan yang ada pada dirimu itu, gara-gara gadis bodoh itu?” Laura terkekeh sinis, seperti orang gila yang kehilangan arah.


“Jangan sebut Yuna gadis bodoh! Yang pantas disebut bodoh itu hanyalah aku! Aku yang bodoh, yang terlalu dibutakan oleh cinta sehingga cintaku itu berani bermain dengan pria lain dibelakangku!”


Laura tersentak kaget mendengar pernyataan itu, “Ze-Zeen ....”


“Aku yang terlalu bodoh! Sehingga aku tak bisa melihat sosok berlian yang selalu bersamaku yaitu istriku, dan malah menukarnya dengan batu abu sepertimu!” muncul kekehan sinis diakhiri ucapannya.


“TIDAKKK!! JANGAN SAMAKAN AKU DENGANNYA ZEEN!! ma-mau kau memujinnya dan menyesalinya pun, kau akan tetap menjadi milikku! Kau milikku dan selamanya akan seperti itu!” teriak Laura, dengan raut wajah yang penuh emosi.


Laura tiba-tiba saja berlari kearah Zeen, ia yang ingin memeluk tubuh Zeen tak jadi, karena Zeen lebih dahulu gesit menghindar dari wanita itu.


“Sudah ku bilang! Kita sudah tak ada hubungan apa-apa lagi Laura ... jadi, jangan pernah coba-coba menyentuh tubuhku! Karena tubuh ini, sudah milik hak paten oleh istriku. Istri sahku!” tegasnya.


Laura histeris, ia sampai terduduk dilantai memandang Zeen dengan tangisan yang penuh emosi. “Tidak Zeen! Sampai kapanpun aku tak akan melepaskanmu! Kau tetap milikku, untuk selama-lamanya.” teriak Laura.


Bahkan ia sampai tak malu melakukan perbuatan itu didepan umum, yang bahkan banyak orang berlalu-lalang disana.


“Laura! Dimana kodratmu sebagai wanita? Apa kau tak punya malu melakukan itu didepan umum, aku bahkan yang hanya melihatmu saja merasa malu ....” Vina sampai menggeleng-gelengkan kepala melihat tingkah Laura.


Laura terpaku namun masih menatap Zeen yang ada didepannya. Sejurus kemudian ia mengarahkan pandangannya pada Lena yang masih ada disampingnya.


“Tante ... tolong bujuk Zeen agar tak mengatakan hal bodoh itu.” Laura memohon, sambil berlutut dihadapkan Lena.


Namun bunyakan menjawab, Lena malah mengalihkan pandangannya seolah mengabaikan ucapan Laura. Tentu saja Laura syok melihat itu, apalagi yang terlibat dalam rencana bukanlah dirinya saja. Melainkan Lena juga.


'Sialan wanita tua ini! Berani sekali dia mengabaikanku.' gerutu Laura dalam hati.

__ADS_1


Terdiam sejenak dalam pikirannya, Laura pun bangkit dari duduknya dan kembali menghadap kearah Zeen. “Zeen! Bukankah kau juga tau jika yang terlibat atas masalah ini bukanlah hanya aku saja! Tapi melainkan tantemu sendiri yang lebih dahulu memiliki rencana jahat itu.” Jelas Laura dengan percaya dirinya.


“Ya! Tentu saja aku tau, oleh sebab itu, kalian berdua akan melakukan proses hukuman sesuai kejahatan yang kalian lakukan.” ucap Zeen dengan tegas.


Lena yang mendengar ucapan itu melotot, “Apa yang kau katakan Zeen?! Kenapa kau malah ingin menghukumku juga? Seharusnya yang dihukum hanya wanita ini saja.” Katanya, sambil menunjuk Laura dengan perasaan tak karuan.


“Hei ...!! Nyonya tua! Kau yang lebih dahulu melakukan kesalahan. Tapi kau malah melempar kesalahanmu padaku, semua.” Sungut Laura yang juga menunjuk wajah Lena dengan emosinya.


Zeen hanya menghela nafas melihat perdebatan itu. Ia lalu mengalihkan pandangannya pada Rafli sang agen mata-mata.


“Bawalah mereka pergi dari sini, serahkan dua wanita itu pada polisi.” Titah Zeen.


Rafli membungkuk, sebagai tanda hormat. “Baik tuan!”


Pria tinggi, berjas hitam legam itu berjalan santai menghampiri dua wanita itu. Lalu tanpa basa-basi lagi ia langsung membawa mereka dengan mencekal tangan dua wanita itu.


“Apa? Apa yang kau lakukan hei!” Lena berteriak dan memberontak, begitu juga dengan Laura yang melakukan hal yang sama.


“Lepaskan aku! Singkirkan tangan baumu dari tanganku!” teriak Laura.


“Sebaiknya anda berdua tetap tenang selagi saya membawa nada berdua secara baik-baik. Jika tidak, maka saya akan menyeret anda berdua dengan paksa.” Ucap Rafli dengan tegas.


“Aku tak perduli apa yang kau katakan, aku masih ingin tetap bersama kekasihku. ZEEN! ZEEN! SURUH BAWAHANMU INI UNTUK MELEPASKAN KU ... KAU TAK BISA MELAKUKAN AKU SEPERTI INI.”


Laura terus saja berteriak, hingga tubuh mereka sudah tak terlihat. Maka tenanglah suasana koridor rumah sakit itu.


“Hahhhhhh ....” Zeen mendesah lega.


“Yaampun Zeen ... kamu masih berhubungan dengan wanita itu? Mama sungguh tak menyangka kau bisa berbuat seperti itu Zeen, mama bisa merasakan jika Yuna pasti sudah sangat patah hati melihatmu seperti itu.” Vina kembali menggelengkan kepalanya.


“Kita skip aja tentang itu mah ... sekarang aku ingin bertanya, dimana Yuna pergi?”


Vina menghela nafas sejenak, “Mama tidak tau diama Yuna pergi, tapi Mama bisa menebak. Jika Yuna saat ini tengah menyalahkan dirinya. Gadis itu kan hatinya sangat lembut” ujar Vina tampak khawatir.


Zeen seketika mengusar rambutnya dengan kasar, “Yuna ....” desisnya.


TBC.

__ADS_1


__ADS_2