
Firo berjalan cepat mengikuti langkah Yuna yang sudah lebih dahulu meninggalkannya didapur.
"Hei kau-"
Langkahnya terhenti, kala melihat Yuna yang juga menghentikan langkahnya tepat didepan pintu kamar neneknya.
Tampak Yuna mengetuk pintu itu, setelah beberapa detik menunggu terlihatlah neneknya yang sudah membukakan pintu untuk Yuna.
"Ini tehnya nek.." ucap Yuna.
"Ouh, makasih ya cucu mantu... " jawab Rima menerima teh yang dibuatkan oleh Yuna.
"Sama-sama nek.." Yuna tampak tersenyum menjawabnya.
"Yaudah-- loh? Kenapa kamu Firo? Bukannya tidur kok malah berdiri disitu kayak setan?!" Rima sedikit terkejut, ketika tak sengaja melihat cucunya yang berada dibelakang Yuna namun sedikit jauh jaraknya.
Firo tampak mengaruk rambutnya, "Yaampun nek... Masa cucu sendiri dibilang setan?" gerutu Firo memajukan bibirnya.
"Yah kamu sendiri yang bikin nenek kaget, emang kamu kenapa disana? Apa ada yang ingin kamu butuhkan?" tanya Rima pada cucunya yang tampak berfikir.
"Hemm, sebenarnya Firo cuman jalan-jalan doang si nek... Soalnya Firo belum bisa tidur..." ucapnya beralasan.
Tampak Rima berjalan mendekati cucunya, kemudian setelah berada tepat didepan sang cucu. Rima langsung saja mengelus rambut itu. "Oalah, cucu nenek gak bisa tidur ternyata. Kalau emang gak bisa tidur mau nenek buatin susu, hemm? Kamu dulu pas waktu kecil gak bisa tidur, trus nenek langsung buatin susu buat kamu, dan manjur, kamu langsung tidur setelah minum susu buatan nenek.... " terangnya masih dengan mengelus rambut cucunya.
"Lah? Kok bahas susu sih nek, itu kan dulu pas waktu Firo masih kecil. Sekarang kan Firo sudah besar, ya gak mungkin kalo itu manjur lagi buat Firo..." ia tampak menekuk wajahnya berusaha menutupi rasa malunya. Dan sedikit melirikan ekor matanya kearah Yuna yang hanya diam dengan ekspresi yang tak berubah, entah kenapa Firo tampak bernafas lega ketika melihat raut wajah itu. Didalam dirinya jika Yuna menertawainya, maka ia akan sungguh-sungguh sangat malu disana.
"Ya gak papa dong, biar kamu gak mondar-mandir lagi kayak hantu berkeliaran. Ini hampir tengah malem loh, orang yang liat kamu nanti beneran agak kamu makhluk halus." ucap Rima.
"Tapikan nek.."
"Apanya yang tapi? Udah... Nenek bikinin aja susu buat kamu dulu, siapa tau nanti manjur lagi."
Firo mencengkal pergelangan tangan neneknya. "Firo mau minum susu, tapi jangan nenek yang bikinin. Nenek kan istirahat aja udah malem... Gak baik buat orangtua begadang malem-malem."
"Oh, kalo begitu biar bibi saja yang bikinin kamu susu." saat Rima berdiam memanggil pembantu rumah itu, lagi-lagi Firo menghentikannya.
"Yaampun nek... Pembantu rumah ini pasti sudah tidur, nanti kalo nenek teriak-teriak orang yang lagi tidur pasti nanti langsung kebangun... Kan kasian nek..."
__ADS_1
"Lah terus, siapa dong?" tanya Rima merasa dibuat bingung.
Firo diam-diam tampak tersenyum kecil. Sangat kecil sehingga neneknya pun tak dapat melihatnya, kemudian matanya melirik kearah Yuna yang masih belum juga beranjak dari sana.
Rima mengikuti arah pandang Firo yang tengah menatap kearah belakangnya, ia hampir melupakan jika Yuna masih berada disana.
"Kukira kamu sudah masuk kekamarmu cucu mantu... Kebetulan kamu masih disini, nenek mau minta tolong lagi sama kamu, tolong kamu buatkan cucu nenek segelas susu ya? Biar bocah itu cepat tidur, tak mondar-mandir tak jelas dirumah. Ya? Kamu mau kan cucu mantu?"
Yuna tampak melirik Firo sejenak, ia melihat Firo yang malah mengalihkan pandangannya kesembarang arah.
"Iya nek, Yuna buatkan. Sekarang nenek tidurlah, hari sudah semakin malam." jawab Yuna, yang merasa tak enak jika menolak.
"Yasudah, terimakasih kamu mau direpotkan nenek ini. Kalau begitu aku akan masuk kekamarku, nanti kamu juga cepatlah istirahat setelah memberikan susu kepada Firo."
Yuna mengangguk, "Iya nek." jawabnya.
Setelah melihat Rima yang sudah memasuki kamarnya, Yuna pun mulai bergegas kembali kedapur untuk yang ketiga kalinya.
Saat hampir sampai pada tujuan, tiba-tiba Firo memanggilnya.
"Hei tunggu!"
"Bawakan saja nanti kekamarku, aku akan menunggu dikamar." setelah mengucapkan dengan suara yang dibuat angkuh, Firo pun beranjak dari tempatnya tanpa mendengar jawaban dari Yuna.
Yuna tampak menghela nafas, ia pun mengelengkan kepalanya. "Dasar tuan muda manja." gumamnya, lalu kembali melanjutkan langkahnya.
🍂🍂
Tok.. Tok.. Tok...
Yuna mengetuk pintu kamar Firo.
"Masuklah, pintunya tak dikunci."
Terdengar suara dari dalam, membuat Yuna lagi-lagi menghela nafasnya. Selang beberapa detik terdiam ditempatnya, ia pun membuka pintu kamar itu dan langsung menangkap sosok Firo yang tengah berbaring dikasur sambil membaca buku.
Yuna berjalan mendekat dan meletakkan segelas susu itu tepat diatas meja kecil, yang kebetulan berada dekat diranjang milik Firo.
__ADS_1
"Ini susunya."
Yuna kembali ingin melangkahkan kakinya, namun lagi-lagi Firo menghentikannya.
"Tunggu dulu!"
"Apalagi..?" Yuna merasa jengah.
"Tolong berikan susuku!" perintahnya.
"Maaf, tapi anda bisa mengambilnya sendiri. Lagian susunya terletak tak berada jauh dari anda." jelas Yuna dengan mencoba mengatur emosinya.
"Tolonglah... Aku sedang membaca buku ini...." ucap Firo tampak sedikit merengek.
Lagi-lagi Yuna menghela nafas, kemudian ia kembali mengambil gelas susu itu dan memberikan kehadapan Firo.
"Ini!"
Firo tampak ingin menerima gelas itu, namun tak jadi.
"Tunggu sebentar, rasanya hawanya panas sekali..."
Yuna memutar matanya, merasa jengah dengan tingkah Firo. Namun seketika Yuna dibuat membalikkan tubuhnya kala melihat Firo yang dengan tiba-tiba membuka bajunya.
"Kenapa anda membuka baju?"
Firo tampak tersenyum semirk, "Kan sudah ku bilang, aku saat ini sangat kepanasan."
Yuna tampak melirik ac yang terletak diatas dinding, ia melihat jika ruangan terasa sejuk yang mana artinya acnya masih menyala.
"Berikan susuku!" ujar Firo, namun tak ditanggapi oleh Yuna.
"Hei! Kenapa kau diam saj-"
Yuna langsung menaruh kembali gelas itu pada meja.
"Ambillah sendiri tuan! Bagian tubuh anda masih lengkap, jadi... Anda bisa mengambilnya sendiri."
__ADS_1
Setelah mengucapkan itu, Yuna benar-benar beranjak dari kamar Firo. Membuat sang pemilik kamar itu tercengoh melihatnya.
TBC.