Perjuangan Cinta Si Gadis Desa

Perjuangan Cinta Si Gadis Desa
Bab. 198


__ADS_3

...***...


Acara syukuran pada hari ini telah usai dengan sangat lancar, terlihat para kerabat dan sahabat atau para tamu undangan lainnya menikmati acara itu dengan wajah gembira. Para tamu pun menikmati hidangan yang sudah disediakan dengan berbagai jenis makanan, tentu pembuat makanan itu adalah seorang chef yang direkomendasikan oleh sang nenek. Atau bisa disebut chef pribadi milik kediaman Rima.


Acara terakhir ditutup dengan pembagian bingkisan untuk anak-anak panti asuhan, semua anak-anak itu nampak senang saat diberikan hadiah. Tak lupa anak-anak juga mengucapkan kata terimakasih kepada sang pemilik rumah dan kata doa-doa yang diberikan kepada sang baby twin.


Senyum Yuna terus terpancar saat melihat anak-anak panti asuhan berbaris dengan rapi, ia pun ikut serta membagikan bingkisan itu padahal sebelumnya ia dilarang oleh para keluarga untuk tak ikut dikarenakan kondisi Yuna yang belum sembuh maksimal. Namun yang namanya Yuna pasti akan meyakinkan keluarga dengan segala cara agar keinginannya itu bisa terpenuhi.


Walau sedikit memaksa, namun Yuna tak merasa menyesal sama sekali ketika ikut membagikan bingkisan itu. Ia malah senang karena dapat melihat senyum bahagia pada seorang anak-anak yang tak memiliki dua orangtua atau yatim piatu.


Zeen yang juga ikut membagikan bingkisan itu, ikut tersenyum bahagia ketika melihat raut istrinya yang tak biasa itu.


“Kamu senang sekali kelihatannya?” celetuk Zeen.


Yuna menoleh kearah suaminya, “Begitukah?”


“Ya sayang, dan aku suka sekali raut wajahmu yang seperti itu! Tolong pertahankan ya, mas mu ini lebih suka kamu yang tertawa dari pada menangis.” Jelas Zeen. 'Dan aku juga tak suka kamu yang marah-marah dan berakhir aku dikunci diluar kamar.' Batin Zeen dalam hati yang tadi sempat uring-uringan karena istrinya sempat tak memperbolehkan satu kamar dengannya. Namun berkat rayuan mautnya akhirnya Yuna mencabut ancaman itu.


“Ya mas, aku akan berusaha untuk mempertahankan raut wajah ini!”


“Bagus...” Zeen lalu mengelus rambut Yuna dengan sayang.


“Hai kakak bidadari....”


Tiba-tiba seorang gadis yang masih sangat kecil, dan lebih kecil diantara para teman-temannya menghadap kearah Yuna dan menyapanya.


Tentu Yuna membalas sapaan itu dengan wajah cerianya. “Hai gadis manis ....”


“Kakak kayak bidadari deh, karena kakak bidadari apa aku boleh minta sesuatu?”


Yuna dan Zeen saling pandang, mereka berdua tertawa saat mendengar ucapan gadis kecil itu yang menurut mereka sangat mengemaskan.


Yuna berjalan mendekat kearah gadis kecil itu, dan langsung berjongkok untuk menyamakan tinggi gadis itu.


“Kakak bukan bidadari gadis manis, tapi kalau boleh kakak tau kamu ingin meminta apa gadis manis?” tanya Yuna sambil mengusap-usap kepala gadis itu yang tertutup dengan kerudung putihnya.


“Permintaan aku banyak loh kak, mungkin orang lain pasti tak pernah memiliki permintaan seperti punyaku ini!” menolong gadis itu dengan raut yang berbinar.


“Oh ya? Kakak boleh tau gak? Nama kamu siapa? Adik kecil,”


Dengan berdiri tegak gadis itu berdiri dan memperkenalkan diri. “Nama aku Tiara! Usiaku lima tahun, kata mama panti sebentar lagi aku akan bersekolah. Jadi sebentar lagi aku akan menjadi orang besar!” ucap gadis dengan mengebu-gebu.


“Wah? Cita-cita Tiara ingin jadi orang besar ya? Besarnya kayak apa sih?” tanya Yuna yang mulai terbawa alurnya. Sampai dirinya melewatkan pembagian untuk anak-anak panti lainnya.

__ADS_1


“Bukan, itu bukan cita-cita Tiara ....” jelas gadis itu sambil mengelengkan kepalanya.


Bersamaan dengan itu, Zeen ikut menyusul Yuna kemudian ikut berjongkok sambil merangkul pundak sang istri.


“Oh ya? Emang cita-cita Tiara apa kalau boleh kakak tau?” tanya Yuna lagi.


“Cita-cita Tiara ingin jadi orang kaya! Tiara ingin membanggakan ibu panti, dan Tiara ingin membawa teman-teman panti kesebuah pulau yang indah dan berjalan-jalan keliling dunia,”


Zeen dan Yuna kembali berpandang, mereka kemudian tersenyum mendengar ucapan itu dari gadis yang masih sangat kecil.


“Dan pasti nanti pas Tiara udah jadi orang besar! Tiara pasti langsung bertemu sama Mama dan Papa!”


Deg!


Keduanya tertegun mendengar itu.


“Kata temen-temen panti! Kalo kita jadi orang besar kita pasti langsung bertemu mama dan papa, jadi Tiara pengen cepet-cepet jadi orang kaya dan bertemu mama dan papa!” jelas gadis itu.


Yuna tiba-tiba merasa terenyuh mendengar itu, dirinya seperti kembali kemasa lalu saat ia juga berusia sama dengan gadis yang ada didepanya. Dirinya dulu juga mengira akan cepat bertemu mama dan papanya. Namun sepertinya takdir berkata lain, Yuna dibertemukan oleh kedua orangtuanya saat ia sudah menikah dengan Zeen sang suami. Tapi ia tetap bersyukur saat melihat kedua orangtuanya masih utuh dan sehat apalagi ia juga memiliki adik yang cantik dan ceria.


Yuna tiba-tiba mendekatkan diri pada gadis kecil itu, kemudian ia merengkuh tubuh mungil itu dengan perasaan bergemuruh.


“Adik cantik, kakak boleh tau? Apakah adik cantik masih ingat wajah mama dan papa kamu?” tanya Yuna.


Lagi-lagi jawaban itu kembali membuat Yuna terenyuh, Yuna sangat sedih hanya mendengar cerita itu. Bagaimana seorang yang masih sangat kecil itu pasti membutuhkan apa arti kasih sayang dari kedua orangtuanya. Yuna jadi membayangkan jika kedua anaknya akan bernasip sama dengan gadis kecil yang ada didepanya itu.


Hanya membayangkanya saja sudsh membuat hatinya perih.


Yuna yang tak sanggup membendung air matanya itu, meneteskan air matanya juga. Hal itu membuktikan jika ia benar-benar merasa sangat sedih. 'Aku tak akan membiarkan kedua anakku mengalami hal serupa! Bagaimana mungkin? Sosok orangtua begitu tega meninggalkan anaknya yang masih bayi? Bahkan darah dagingnya sendiri? Bukankah bayi yang baru lahir itu tak bersalah? Lantas mengapa para orangtua diluar sana begitu tega menelantarkan anaknya begitu saja?' batin Yuna terus menerka-nerka.


Zeen yang melihat kesedihan yang begitu mendalam dari raut wajah istrinya itu merasa ikutan sedih, ia pun terus mengusap bahu istrinya guna untuk menenagkan wanita itu.


“Aku tadi baru bilang loh, pertahankan raut wajahmu yang bahagia seperti tadi. Tapi kenapa wajah cantik istriku jadi bersedih seperti ini? Kamu mau membuatku juga ikutan menangis, hem?”


Yuna langsung menghentikan tangisnya, lantas kemudian ia menatap suaminya yang pada saat itu juga Zeen ikut menatapnya.


“Jangan nangis lagi, masa kalah sama anak kecil? Anak kecil malah lebih kuat dari orang dewasa!” ucapan itu tentu membuat Yuna langsung menghapus lelehan air matanya.


“Maaf ya mas, aku jadi cengeng akhir-akhir ini.”


Zeen tersenyum mendengarnya, “Tak apa! Mungkin kamu kekurangan asupan dari mas mu ini, jadi air mata kamu ingin mengalir walau tak disuruh!” jawab Zeen dengan nada menggoda. Kemudian mengerlingkan sebelah matanya membuat Yuna langsung mendengus kesal melihatnya.


Memilih mengabaikan suaminya, Yuna kembali mengalihkan pandangannya kedepan. Namun ia terkejut saat tak mendapati bocah kecil itu didepanya.

__ADS_1


“Loh? Mana gadis kecil itu mas? Kok hilang?” ucap Yuna bertanya-tanya dengan kepanikan, yang membuat dirinya langsung berdiri dari jongkoknya.


Zeen pun ikut berdiri dari jongkoknya. “Sepertinya gadis kecil itu ikut disegerombolan teman-temannya itu!” timpal Zeen saat matanya melihat bocah-bocah kecil yang memakai baju sama dengan gadis kecil yang baru ditemui oleh Yuna dan dengannya itu.


Yuna ikut melihat kearah segerombolan para anak-anak panti asuhan yang memakai baju putih berlengan panjang, serta topi dan kerudung putih sebagai pelengkapnya.


“Mungkin begitu! Ayok kita kesana mas, aku ingin melihat mereka, aku baru sadar jika acara pemberian bingkisan sudsh usai. Kini anak-anak sudah mau pulang!” ucap Yuna.


“Yaudah ayo kita kesana, baby twin sama para nenek dsn kakek sepertinya juga ada disana.”


Kemudian sepasang pasutri itu berjalan mendekati anak-anak panti asuhan yang sedang berpamita kepada keluarga Yuna dan Zeen.


Saat sudah mendekat, samar-samar Yuna mendengar para anak-anak itu mengucapkan terimakasih kepada kedua orangtuanya dan juga kedua mertuanya. Yuna dapat melihat wajah bahagia dari anak-anak itu, senyum tulus dan polos yang terpancar dari anak-anak itu membuat hatinya kembali menghangat.


“Betapa indahnya berbagai, ya kan mas?”


Zeen kembali tersenyum dan semakin mengeratkan pelukannya pada sang istri. “Iya sayang, ini berkat adanya kamu dan anak-anak kita. Sejak ada kamu rumah ini menjadi berwarna, sebelumnya rumah ini nampak sepi. Tapi sekarang sudah ada yang mengisi rumah ini dengan keceriaan! Yaitu kamu dan anak-anak kita!” jelas Zeen yang mana membuat Yuna menoleh kearahnya dengan tatapan haru.


“Kata-kata mas bikin aku jadi pengen nangis lagi, sangking terharunya!” ucap Yuna spontan.


Zeen terkikik geli melihat wajah istrinya yang sangat mengemaskan dipandagannya. “Menangislah lagi sayang! Nanti aku akan mengurungmu dikamar terus kamu mungkin gak akan bisa berjalan besok!”


Yuna yang mendengar itu langsung mencubit pinggang suaminya, “Mas ini! Apa gak ingat kalo aku belum boleh begituan setelah melahirkan?”


Zeen cengegesan saja mendengar itu, “Hahaha, maaf sayang mas mu ini lupa!”


Yuna mencebik kesal, “Dasar! Bapak-bapak mesum!” gumam Yuna dengan suara pelan.


“Apa sayang? Tadi kamu bilang apa?” tanya Zeen yang memang tak mendengar gumaman Yuna.


“Tau ah! Gelap! Mau makan kimbap!” jawab Yuna ngasal dan nyelonong pergi begitu saja meninggalkan Zeen yang menertawainya.


“Aduh... Istriku makin gemesin!” pekik Zeen kemudian menyusul langkah istrinya.


Saat Yuna ingin menghampiri sang mertua karena ingin melihat baby twinnya, tiba-tiba langkahnya dihentikan oleh suara yang sangat melengking.


Yuna menoleh kesamping dimana ia melihat gadis kecil yang ia temui tengah memanggilnya.


“Kakak bidadari! Terimakasih banyak ya sudah mendengar cerita Tiara!” teriak gadis kecil itu sambil memperlihatkan senyum pepsodentnya kepada Yuna. Kemudian setelah itu, gadis kecil itu beranjak dari tempatnya dan menyusul teman-temannya yang sudah masuk kedalam mobil siap untuk mengantar mereka semua untuk pulang kepanti asuhan.


Yuna membalas itu dengan lambaian tangan sambil tersenyum bahagia, “Semoga cita-citamu tercapai gadis manis....”


TBC.

__ADS_1


Part terpanjang 1500 kata☺️


__ADS_2