Perjuangan Cinta Si Gadis Desa

Perjuangan Cinta Si Gadis Desa
Bab. 130


__ADS_3

...***...


“Kamu ini ya Zeen? Dateng-dateng kok gak sopan kayak gini, Mama gak pernah ajarin kamu kayak gitu ya?” jelas Vina namun sedikit mengecilkan suaranya, dan jangan lupakan mata tajamnya terus ia arahka pada putra kesayangan namun sekaligus mengesalkannya itu.


Zeen yang mendengar ocehan Mamanya itu, menghela nafasnya saja.


“Coba ulangi cara salam yang benar!”


Tak mau menjawab ucapan Mamanya, Zeen pun lebih memilih menuruti ucapan itu dengan memperkenalkan dirinya lagi dengan benar.


“Perkenalkan saya Zeen Albaret, putra dari Albaret dan juga Mama saya Vina. Mohon maaf jika saya tak sopan ketika saya datang tadi.” Ucap Zeen dengan wajah datar, kembali membungkukan sedikit tubuhnya.


Vina yang melihat tak ada senyuman dari Zeen itu hanya bisa memijit keningnya saja.


“Wah ... Zeen ya namanya? Kamu ganteng banget.”


Mulailah lagi, para ibu-ibu arisan saling berceloteh dan bergosip dengan riangnya.


“Udah kan Ma? Sekarang dimana Yuna?” tanya Zeen lagi kepada wanita paru baya yang sedari tadi terus memijit keningnya.


“Yuna disana!” Vina akhirnya menunjukan arah idaman Yuna berada. Ia tak mau menahan Zeen terlalu lama didekatnya, karena bisa saja Vina akan dibuat pingsan ditempatnya.


Zeen yang langsung menangkap sosok wanita yang dicarinya itu langsung berbinar, sosok yang ia cari saat ini tengah berada disalah satu meja yang agak jauh dari meja Mamanya. Dan benar saja apa yang dikatakan Mamanya barusan, jika ada satu laki-laki diantara para gadis-gadis muda disana.


Zeen yang tak ingin berlama-lama ditempatnya, langsung kembali melanjutkan langkahnya menuju istrinya berada. Bahkan tanpa pamit kepada Mamanya sendiri.


“Dasar anak itu!” Vina sangat kesal melihat tingkah laku putranya, “Untung anak sendiri kalau bukan sudah kutendang ke planet pluto! Eh? Tunggu dulu? Kenapa anak itu datangnya cepat sekali ya? Padahal kami saling berbicara ditelfon hanya lima belas menit saja setelah itu sambungan dimatikan selama dua puluh menit?” Vina tampak bingung saat ini.


“Lantas kenapa bocah itu cepat sekali datangnya? Astaga? Apa dia ngebut-ngebutan dijalan?” pekik Vina melongo.


“Kenapa jeng? Kok kayak bingung gitu?” tanya teman Vina.


Vina yang tersadar itu langsung menetralkan ekspresinya kembali.


“Oh ... jeng, tadi aku hanya lihat kodok lompat-lompat, jadi aku bingung aja jeng. Kok bisa gitu? Ada kodok lompat ditempat mewah ini?” jawab Vina kembali mengucapkan kata ngasalnya. Sepertinya Mama dari seorang Zeen ini tak bisa memberikan alasan yang tepat dan mudah dipahami.

__ADS_1


Para ibu-ibu kembali saling melirik dengan kening berkerut, bingung dengan ucapan ngasal dari Vina itu.


Vina tampak meremas hpnya, lalu menatap punggung putranya dengan tatapan sinis yang menghunus. 'Awas ya kamu Zeen! Setelah ini kamu akan dapat bagiannya!' batin Vina mengebu.


°


°


°


Zeen yang semakin dekat dengan Yuna, semakin melebarkan langkah kakinya. Ketika sudah sampai pada tujuan, ia pun langsung memeluk Yuna dari belakang dengan posisi dirinya meletakkan dagu dikepala Yuna.


“Sayang ....”


Yuna dibuat tersentak, bahkan minuman yang akan ia minum hampir saja terjatuh jika saja ia tak memegangi gelas itu dengan baik.


Yuna membalikkan tubuhnya kebelakang, dan mendapati wajah Zeen yang sudah tersenyum kearahnya.


“Mas Zeen?!” pekik Yuna terkejut. “Kapan mas ada disini?” tanya Yuna sedikit memelankan suaranya ketika orang-orang yang berada satu dengan mejanya tengah melihat kearahnya.


“Baru saja aku sampai sayang ....” jelas Zeen, lalu mengambil salah satu kursi yang ada didekatnya kemudian ia menduduki kursi itu tepat didekat Yuna. Bahkan dirinya dengan tega menggeser posisi kursi yang saat itu tepat disamping Yuna dengan tak meminta izin pada seseorang itu yang tak lain adalah sosok pria yang membuat dirinya langsung datang ketempat itu.


Yuna yang melihat tingkah Zeen tentu dibuat kikuk dan merasa tak enak kepada orang-orang yang berada satu meja dengannya.


“Wah? Siapa ini? Kenapa kau tak sopan sekali mengeserku seperti ini?” teriak pria itu kepada Zeen, karena merasa tak terima diperlakukan seperti itu.


Bahkan pria itu sampai berdiri tepat dibelakang Zeen dengan berkecak pinggang.


Zeen malah tak menanggapi ucapan itu, ia malah memilih acuh dan tetap pada posisinya yang masih menatap Yuna dengan senyum manisnya.


“Hei, kenapa kau tak menjawabku? Dasar tak punya sopan santun!” teriak pria itu lagi.


“Mas ...!” Yuna menegur Zeen berniat agar pria itu mengerti dengan situasinya.


Zeen pun menghela nafas seketika, lalu menengok kebelakang dengan ekspresi datarnya.

__ADS_1


“Apa?” Zeen mengangkat satu alisnya sambil menatap pria dibelakangnya.


Lelaki yang diberikan pertanyaan itu merasa kesal, “Kenapa malah bertanya padaku? Seharusnya aku cocok memberi pertanyaan padamu!” ucapnya lagi-lagi suara yang dikerahkan, bahkan mereka saat sampai dijadikan tontonan bagi orang-orang yang ada disana.


“Cerewet sekali!” gerutu Zeen kesal, lalu bangkit dari duduknya dan menatap pria itu dengan menghadapkan tubuhnya yang tegap itu.


Zeen sampai tertawa sinis, saat melihat jika tingginya antara tinggi pria yang ada didepanya itu sangatlah jauh berbeda, bisa dibilang jika Zeen lebih tinggi dari pria itu. Bahkan Zeen sampai menundukkan kepala hanya ingin menatap tajam wajah pria asing itu.


“Apa yang ingin kau katakan? Cepat!” tekan Zeen dengan wajah yang sangat malas.


Saat pria yang ada dihadapkan Zeen ingin menunjukan protesnya kembali, namun seakan mulut pria asing itu terbungkam saat menatap wajah Zeen yang sangat memukau itu.


“Uwaww ....” begitulah yang hanya keluar dimulut pria asing itu, bahkan saat mengatakan itu dirinya sampai menutup mulutnya dengan gerakan kemayunya.


Zeen yang melihat itu dibuat mengernyitkan alisnya. Ia seolah mendapati wajah pria itu yang seperti tengah terpesona padanya.


“Kenapa kau diam saja?” tanya Zeen bernada ketus.


“Hei, apakah kau suami Yuna?” tanya seorang gadis langsung memecahkan keheningan itu.


Zeen yang mendapati pertanyaan itu hanya tersenyum sekilas namun tak memandang wajah gadis itu.


Bahkan saat menjawab pertanyaan itupun dirinya tak melihat wajah gadis itu, “Ya ... aku suaminya, dan dia adalah istriku!” jawab Zeen dengan bibir yang kembali melengkung keatas. Sambil merangkul pundak Yuna dengan perasaan sayangnya. Bahkan Yuna yang mendapat perlakuan itu dibuat tersipu malu sekaligus senang saat Zeen mengakui dirinya sebagai istrinya didepan umum.


“Waw Yuna ... kau mendapatkan suami tampan seperti dia dari mana? Jika masih ada paket komplit seperti suamimu, bolehkah kau memberikannya kepadaku?” tanya seorang gadis berpakaian **** dengan wajah kebulean pada Yuna.


Yuna sampai terbengong mendengar pertanyaan aneh itu.


Namun saat Yuna ingin menjawab pertanyaan itu, tiba-tiba sosok lelaki yang sejak tadi diam berdiri itu menyela ucapa Yuna.


“Enak aja kau mau ambil! Jika ada seperti suamimu, berikan saja kepadaku Yuna!” serunya sambil menatap Yuna dengan tatapan berbinar.


“Hah?”


Semua orang dibuat membeku ditempat ketika mendengar seruan itu.

__ADS_1


TBC.


Jangan lupa vote and komen ya gaes✨


__ADS_2