
...***...
Laura disambut dengan hormat oleh para anak buah yang ia dapatkan dari kekasih gelapnya, yang merupakan seorang pebisnis terkenal. Banyak anak perusahaan yang dimiliki oleh kekasih gelapnya itu, sehingga memudahkan dirinya untuk meminta apa saja berkaitan tentang penculikan yang ia rencanakan itu.
Dirinya merasa beruntung mendapatkan seorang kekasih seperti itu, walau hanya dijadikan baby sugar ia tak pernah merasa masalah, asalkan uang terus mengalir didalam atmnya.
Laura tersenyum miring kala mengingat sesuatu yang muncul didalam otaknya, dimana ia merebut laki-laki itu yang merupakan kekasih gelapnya dari istri sahnya sendiri. Bahkan pria itu sudah memiliki anak, dan dengan teganya ia menghancurkan keluarga yang semula harmonis itu.
Tentu ia mendapatkan pria kaya raya itu dengan hasil mempertontonkan tubuhnya, atau menggoda pria itu dengan tubuh sexinya itu.
Asal kalian tau, disaat Laura tengah menjalin hubungan dengan Zeen, ia juga tengah menjalin hubungan dengan kekasih gelapnya. Dirinya merasa terpuaskan saat itu ketika ia bisa melakukan hubungan intim dengan dua pria sekaligus. Yang satu pria muda dan yang satu pria yang sudah berkepala lima. Itu sebabnya ia terus meneror kehidupan Zeen karena dirinya merasa tak adil jika diputuskan secara sepihak! Karena hanya dirinya lah yang berhak memutuskan Zeen agar harga dirinya merasa tak terhina.
“Kau sudah datang sayang?”
Terdengar suara bariton membuat Laura langsung memancarkan senyum terbaiknya.
“Kamu sudah menunggu lama ya sayang?” ucap Laura yang langsung mendudukan dirinya dipangkuan pria itu yang merupakan kekasih gelapnya.
Pria yang merupakan kekasih gelap Laura itu bernama Antoni, pria itu tersenyum lembut kepada Laura sambil mengelus lembut pipi mulus itu.
“Ya ... aku sudah lama menunggumu, dan sangat merindukanmu!” jawab Antoni.
Laura tersenyum mendengar itu, kemudian ia langsung mengalihkan tangannya dileher Antoni. Setelah itu dirinya langsung menyambar bibir tebal itu dan membawanya didalam sebuah kenikmatan.
Antoni yang melihat keagresifan Laura hanya tersenyum semirk, lalu kemudian ia membalas ciuman itu tak kalah ganasnya.
Hal itu disaksikan Yuna, yang sedari tadi wanita hamil itu hanya diam membisu, sambil mengedikan kedua bahunya merasa jijik. Merasa tak ingin melihat kelanjutan aksi dari dua insan berbeda jenis itu, Yuna pun lebih memilih memalingkan wajahnya kesamping dan berusaha menulikan pendengarannya ketika ia dengan jelas mendengar suara decapan erotis dari dua insan itu.
'Aku jadi merindukanmu mas Zeen ....' batin Yuna yang sangat sedih harus dipisahkan oleh sang suami, apalagi dikehamilannya saat ini yang dirinya sangat membutuhkan keberadaan suaminya disampingnya selalu.
°°°
Disisi lain, ditempat yang masih sama. Tiba-tiba jantung Zeen merasakan debaran yang kencang, entah mengapa bayangan wajah istrinya menari-nari didalam pikirannya.
“Shit! Aku ingin sekali membereskan masalah ini dengan cepat! Tapi apalah dayaku yang tak memiliki kekuatan super!” gerutu Zeen mengacak-acak rambutnya dengan frustrasi.
Kemudian ia kembali mengarahkan pandangannya pada harimau putih itu, yang tubuhnya bisa dikatakan sangat besar dibanding dengan harimau-harimau pada umumnya.
__ADS_1
“Hei! Kucing! Lebih baik kita berdamai saja dari pada membuang-buang waktuku!” teriak Zeen pada harimau itu, dan ia malah melemparkan boneka yang membuatnya tertipu pada harimau itu.
“Makan tuh boneka sialan yang membuatku tertipu!” gerutu Zeen sangat kesal.
Tentu harimau itu menjadi marah, karena harimau itu merasa diremehkan oleh Zeen.
Grrrrr....
Harimau itu mulai mengeramkan suaranya, sambil mengaung kencang seperti anjing yang sedang mengongong siap untuk menerkam mangsanya.
Zeen bukanya merasa takut melihatnya, ia malah menunjukkan ekspresi datarnya menatap harimau itu.
“Sepertinya kau memilih tak ingin diajak berdamai, baiklah sepertinya aku terpaksa melakukan cara ini!”
Saat Zeen ingin melangkah mendekati harimau itu, tiba-tiba terdengar suara monitor disaku celananya. Zeen pun langsung memasang alat pendengar ditelinganya untuk mendengar suara dimonitor itu.
“Ya? Zeen disini–”
“Apa-apaan kau Zeen! Cepat kau selesaikan urusanmu didalam! Kau mau membuat Papa menunggumu terlalu lama diluar sini hah? Jika kau masih ingin bersemedi didalam maka Papa akan meninggalkanmu dan menyusul istrimu!” teriak Albaret mengelegar.
Tentu saja hal itu membuat telinga Zeen pengang seketika, apalagi ia menggunakan alat pendengar ditelinganya.
“Beberapa menit ndasmu itu! Cepat kau selesaikan jangan membuatku meninggalkanmu beneran nanti.”
Saat Zeen ingin menjawab ucapan itu, tiba-tiba dari arah depannya ia melihat harimau itu berlari kearahnya dan hendak ingin menerkamnya.
“Shit!” dengan cepat Zeen segera merogoh alat antisipasinya didalam saku celananya. Namun hal tak terduga lagi terjadi ketika alat itu mengeliding jatuh kebawah yang membuatnya kembali berdecak kesal.
Zeen pun segera mengambil alat itu dengan berjongkok.
Graww!!
Terdengar suara kencang mengelegar, Zeen mendongakan kepalanya keatas dimana harimau itu terlihat berdiri sambil menunjukan kedua tangannya yang terdapat kuku yang sangat tajam dan besar.
“Sialan! Tamatlah riwayatmu Zeen!” gumam Zeen sambil memejamkan matanya merasa pasrah menerima amukan dari harimau liar itu.
Sreett!!
__ADS_1
“Akhh!” Zeen menjerit kesakitan saat Dirasa tangan kirinya terasa dicakar. Hingga beberapa menit berlalu ia masih memejamkan matanya namun bersamaan dengan itu ia merasa keheranan, karena ia beranggapan jika akan ada serangan susulan. Namun angapannya itu tak terjadi yang mana keadaan terasa hening dipendengarannya.
Zeen pun memberanikan diri untuk membuka matanya. Kemudian ia melongo saat melihat harimau itu tergeletak tak sadarkan diri didepanya.
Pandangannya itu beralih pada tangannya yang tengah memegang alat yang digunakan untuk menyerang harimau liar itu.
“Fyuh~ Kukira aku akan mati disini!” gumam Zeen sambil tersenyum lega, saat menyadari jika benda yang ada ditangannya itu telah dengan sendirinya menyerang harimau itu.
Benda itu berupa suntikan, yang didalamnya terdapat bius yang dosisnya sangat tinggi. Itu sebabnya harimau itu langsung pingsan tanpa ada pergerakan lagi.
Zeen segera berdiri dari duduknya, lalu membersihkan tangannya seolah terkena debu.
“Masalah disini beres! Kalau begitu aku akan menyusul Papa, okey harimau cantik selama beristirahat ... papay~”
Zeen merasa geli saat memberikan salam perpisahan pada harimau yang masih tak sadarkan diri itu. Dirinya seperti merasa bodoh.
°
°
°
Zeen masuk kedalam mobil yang saat itu langsung disuguhi plototan dari sang Papa.
“Ditungguin lama banget!” teriak Albaret, lalu ekor matanya tak sengaja melihat lengan baju Zeen yang robek. “Itu juga sampe terkena cakaran? Dasar bocah malah ngajak main siluman!” gerutu Albaret yang langsung menjalankan mobilnya dan meninggalkan gedung tua itu.
“Harimau Papa ....” terang Zeen sambil mengelengkan kepalanya merasa heran.
“Terserahlah!” ketus sang Papa.
“Lagian Zeen gak ngajakin main kok, Zeen tadi sedang tak fokus saja gara-gara suara Papa tadi,” ujar Zeen sambil mengerucutkan bibirnya.
“Alasan saja.”
Zeen mengedikan bahunya acuh, “Oh ya Pa? Bagaimana dengan keadaan disana? Sudah siap?”
Albaret tiba-tiba mengeluarkan senyum miringnya. “Tentu saja,” lalu dengan semangatnya Albaret menambah kecepatannya seperti sedang mengajak mati.
__ADS_1
“PAPA JANGAN BAWA-BAWA ZEEN KALAU MAU MATI ... ZEEN MASIH PENGEN CETAK ANAK ....”
TBC.