Perjuangan Cinta Si Gadis Desa

Perjuangan Cinta Si Gadis Desa
Bab. 18


__ADS_3

Setelah mengatakan hal menyakitkan pada Yuna, Zeen memilih untuk pergi keclup tempat biasanya ia nongkrong. Dan menghabiskan waktunya ditempat haram itu, ia meninggalkan Yuna begitu saja padahal malam ini merupakan malam pertama setelah ia menikah.


Namun hal itu, seakan tak begitu penting bagi Zeen.


"Bodo amat tentang malam pertama, mau malam pertama gimana kalau pengantinnya bikin aku muak banget ngeliat wajah sok polosnya itu, mending ketemu Laura aja." gumamnya, lalu mengedarkan pandangan mencari sosok sang kekasih.


Ketika Zeen menemukannya, ia lalu berjalan kearah Laura berada."Hai sayang." ujar Zeen saat sudah sampai tepat disamping Laura.


Laura yang mendengar suara Zeen mengalihkan pandangannya dan tersenyum kearah sang kekasih. "Sayang... Ternyata kamu menepati ucapanku tadi ya..." ucap Laura, setelah itu ia berdiri dari duduknya dan mengecup singkat bibir Zeen.


Zeen menggiring sang kekasih untuk duduk kembali, "Tentu saja dong... Apa sih yang enggak buat kekasihku ini." Zeen kemudian menyentuh pipi Laura dan mengelusnya dengan lembut.


"Trus... Gimana dengan istri kamu itu? Kamu kan baru nikah... Seharusnya sekarang kamu lagi enak-enak sama dia... Ini kan malam pertama kamu." kata Laura bertanya.


Zeen mendengus mendengarnya, "Tolong minuman seperti biasa." ujar Zeen pada pelayan bar clup itu.


"Siap tuan." jawab pelayan itu.


"Gimana mau malam pertama? Aku aku gak minat banget sama dia... Aku tuh gak bernafsuh sama gadis desa yang kampungan kayak dia." ucap Zeen dengan nada malasnya, karena membahas tentang Yuna.


Laura tertawa mendengarnya, "Yaampun... Sayangku ini kok tega banget ngomongnya." ucap Laura dan mengalungkan kedua tangannya pada leher Zeen.


Zeen menarik pinggang Laura untuk lebih dekat dengannya, "Biarin... Lebih baik aku malam pertama denganmu dari pada dengan gadis desa itu. Kau yang membuatku lebih bergairah..." bisik Zeen dan mengecup singkat leher jenjang milik sang kekasih.


Laura tertawa. "Aku sungguh terharu sayang... Walau kau sudah menikah, tapi dirimu lebih memilih datang kesini dan menemui diriku. Aku sangat tersanjung sayang.."


Mereka berdua saling berbicara dengan mendekatkan wajah mereka, sehingga tak ada jarak diantara mereka. Bahkan hidung mereka pun saling bergesekan.


"Tentu saja aku lebih memilih mu Laura... Kau adalah kekasihku, kau adalah bagian dari cintaku. Dan itu untuk selamanya." ucap Zeen, setelah itu ia menerjang bibir Laura dan mengecapnya dengan sempurna. Bahkan pelayan bar disana sangat merasa malu melihat adegan ganas itu, pelayan itu lebih memilih diam dan meletakkan minuman yang tadi dipesan oleh Zeen.


Sebenarnya bukan hanya Zeen yang melakukan adegan tak senonoh itu, melainkan beberapa orang yang ada dibar clup itu juga melakukan hal serupa. Bahkan ada yang membawa pasangan mereka masuk kedalam kamar yang sudah disediakan oleh pemilik bar itu.

__ADS_1


Zeen melepas ciumannya karena merasakan nafas Laura sudah ter engah-engah. Mereka berdua meraup udara dalam-dalam untuk mengisi oksigen mereka kembali.


Zeen melempar senyum pada Laura. "Bagaimana kalau kita minum dulu, hemm?" ujarnya lalu mengangkat gelas yang berisi menuman anggur.


Laura membalas senyum itu. "Tentu saja... Cress" ucap Laura bersulang pada gelas milik Zeen.


"Cress.." Zeen membalasnya, dan mulai menyesal alkohol itu.


Setelahnya mereka hampir menghabiskan beberapa botol, dan membuat mereka berdua dilanda kemabukan.


Dirasa sudah sangat mabuk, Zeen mencoba bangkit dari duduknya walau tubuhnya sedikit lunglai. Ia menghampiri Laura yang sudah terkapar tak berdaya dan menelungkapkan kepalanya di eja bar itu.


"Sayang..." Zeen mencoba membangunkan Laura dengan mengoyangkan tubuh seksi itu.


"Umm.." Laura melenguh dalam tidurnya.


"Bangun yuk... Kita pergi aja disini, sepertinya kamu butuh istirahat." kata Zeen, ia lalu mengangkat tubuh Laura dan membopongnya pergi dari bar clup itu.


πŸ‚πŸ‚


Kode masuk untuk membuka pintu apartemen, setelah menekan tombol itu. Pintu itu otomatis terbuka.


Zeen kembali membopong Laura masuk kedalam apartemen itu, kalian pasti bertanya-tanya siapa pemilik apartemen itu? Apartemen itu merupakan apartemen milik Laura yang sebelumnya milik Zeen, tapi Zeen memberikan apartemen itu pada kekasihnya agar dirinya bisa leluasa bertemu dengan Laura.


"Kita sudah sampai sayang... Bersihkan dirimu terlebih dahulu. Setelah itu kau bisa istirahat." ucap Zeen dan membawa Laura duduk disofa itu.


"Umm.."


Saat Zeen berhasil membopong Laura disofa, tiba-tiba Laura menarik dirinya dengan kuat sehingga mereka berdua ambruk disofa itu. Zeen menindih tubuh Laura dengan Laura yang berbaring dibawahnya.


Zeen tertawa. "Yaampun sayang... Sepertinya kau benar-benar mabuk hari ini." ujar Zeen dan mengelus rambut dengan lembut milik sang kekasih.

__ADS_1


"Jangan pergi ya sayang... Kamu disini aja, hari ini aku mau dipuasin sama kamu." walau ucapan Laura sedikit tak jelas, namun Zeen dapat memahami ucapan itu.


"kamu sangat lelah hari ini sayang... Jadi, lebih baik kamu istirahat aja ya?"


Mata Laura yang tadinya terpejam, kini terbuka dan menatap Zeen dengan sayu. "Gak mau sayang... Kamu disini aja ya? Temenin aku malam ini, mau ya? Plissss" ucap Laura memohon pada Zeen.


"Tapi Laura.."


Belum sempat Zeen menjawab, tiba-tiba Laura menyambar bibir Zeen dan mendecapnya dengan bruntal. Zeen yang mendapati itu, mau tak mau mengikuti sensasi yang diberikan oleh sang kekasih. Mereka pun kembali mengulangi adegan itu seperti saat mereka berada dibar clup, namun kali ini berbeda. Zeen dengan penuh hasratnya mencumbui leher Laura, sehingga membuat wanita itu mend***h menerima cumbuan dan seketika membuat dirinya terbang melayang.


Tak hanya itu, Zeen melucuti pakaian Laura sehingga hanya menyisakan dua kain yang hanya menutupi benda indah itu. Setelah melepas pakaian milik sang kekasih, Zeen kemudian melepas pakaiannya dan hanya menyisakan celana boxer miliknya.


Laura yang melihat tubuh indah milik Zeen, tersenyum kesenangan. Ia lalu menyentuh dada Zeen dan menyusuri tangannya pada perut sixpack yang sangat memanjakan mata itu.


"Tubuh mu sangat indah sayang... Dan ini hanya milikku." ucap Laura yang diberi senyuman oleh Zeen.


Kemudian mereka berdua melakukan kembali adegan panas itu, Zeen dengan bruntalnya meremas kedua bukit milik sang kekasih.


"Ah..." satu des**n lolos dibibir itu, membuat Zeen yang mendengarnya tentu saja sangat bersemangat.


Setelah mereka berdua melakukan pemanasan, kalian semua pasti tau apa yang akan dilakukan oleh sepasang manusia itu.


πŸ‚πŸ‚


Disisi lain, Yuna yang masih belum memejamkan matanya melihat kearah jam dinding yang tertera disana. Jam sudah menunjukan angka 23:56 yang artinya sudah sangat larut malam.


Yuna menghela nafasnya, ia sedari tadi menunggu kepulangan Zeen. Tapi sosok lelaki itu belum juga menampakkan dirinya.


"Dimana dokter Zeen? Apakah sekarang.... Dirinya tengah bersama kekasihnya?" gumam Yuna bertanya pada dirinya sendiri.


TBC.

__ADS_1


Satu kata buat ZeenπŸ˜‘


Jangan lupa komennnnnnn.........


__ADS_2