Perjuangan Cinta Si Gadis Desa

Perjuangan Cinta Si Gadis Desa
Bab. 131


__ADS_3

...***...


Zeen terus saja bergidik jijik Disepanjang jalannya ketika ia ingin berjalan menuju mobilnya berada.


Bagaimana tak merasa jijik jika bayangan-bayangan itu terus saja bermunculan diotaknya, ketika ia yang berniat untuk menyusul Yuna dan menjauhkan lelaki asing pada wanitanya itu, ia justru malah tertimpa musibah saat dirinya sampai dilestoran mewah itu.


Bayangkan saja, dirinya yang niat untuk menjauhkan Yuna dari godaan lelaki asing, justru malah berbalik kepadanya yang malah dapat godaan dari sesama jenisnya.


“Apakah dia itu pria jadi-jadian?” gumam Zeen bertanya-tanya.


Flasback on–


°


°


°


“Enak aja kau mau ambil! Jika ada seperti suamimu, berikan saja kepadaku Yuna!” serunya sambil menatap Yuna dengan tatapan berbinar.


“Hah?”


Semua orang dibuat membeku ditempat ketika mendengar seruan itu.


“Apa maksudmu Joy?” tanya salah satu gadis disana kepada pria itu yang bernama Joy.


“Maksudku adalah ... jika Yuna masih memiliki pria cadangan yang persis seperti suaminya, maka aku dengan senang hati akan mencalonkan diri,” Jawab Joy sambil tertawa kemayu.


Semua orang yang ada dimeja itu, menatap Joy dengan tatapan aneh. Tak jauh berbeda dengan Zeen yang menatap Joy dengan tatapan syok.


“A-apa ... kau seorang gay? Joy?” tanya seorang gadis berwajah bule dengan memberanikan diri.


Joy tampak menyunginkan senyum, “Iya ... aku ini suka sesama jenis, pasti kalian begitu terkejut kan?” tampak Joy berucap dengan percaya dirinya.


Bahkan sampai membuat Zeen mengeserkan kursinya dengan sangat jauh sampai memepet pada Yuna.

__ADS_1


“Tapi Joy? Kau kan sangat tampan? Kenapa kau suka yang punya batang? Aku sempat heran loh, Kukira pria sepetimu itu adalah pria playboy yang suka gonta-ganti pacar melihat cara bicaramu yang sangat lugas kepada wanita-wanita.” Celetuk seorang gadis berambut agak kecoklatan.


“Yah ... itulah pesonaku,” jawab Joy santai sambil mengerlingkan matanya dan kembali mengalihkan pandangannya pada Zeen.


“Bagaimana tuan tampan? Apa kau berminat denganku?” tanya Joy kepada Zeen yang sedang meliriknya dengan tatapan jijik sekaligus ketakutan.


“Hei tampan?” Joy yang tak mendapat jawaban dari Zeen tiba-tiba langsung mencolek bahu Zeen dengan sensual.


Zeen yang mendapati itu langsung merinding. “Tidakkkk!!” teriaknya mengema.


Flasback of–


“Tidak! Tidak! Tidak ...! Aku tak ingin bertemu dengannya! Hihhh ....” Zeen dibuat merinding seketika saat mengingat kejadian itu.


Bahkan Yuna dan Mamanya dibuat bingung sampai-sampai mereka berdua saling bertatapan dengan pandangan bertanya.


“Kenapa suamimu?” tanya Vina pada menantunya.


Yuna mengangkat kedua bahunya, “Aku tidak tahu Ma? Sebentar aku tanyakan,”


Yuna berjalan mendekat kearah Zeen, dan menepuk bahu pria itu ketika pria itu berdiam diri sambil berdiri tegak ditempatnya.


“Akhh! Singkirkan tanganmu!” teriak Zeen refleks menyentak tangan Yuna yang ada pada bahunya.


Bahkan Yuna sampai dibuat terkejut melihat itu, apalagi saat Zeen berteriak didepanya.


Zeen yang menyadari itu melongo, ia lalu menatap wajah Yuna dengan tatapan tak enak hati. Dan mendekati wanita itu lalu memeluknya.


“Maafkan aku sayang ... aku tak bermaksud seperti itu, a-aku, aku cuman–”


“Ada apa denganmu sih Zeen? Kenapa kamu bertingkah aneh seperti itu saat keluar lestoran?” sela Vina yang sudah tak tahan melihat kelakuan anaknya, “Kamu juga kenapa pake meneriaki menantu Mama sih? Kamu bosen hidup ya? Kalau iya, sini Mama akan kembali ini kamu ketemoat asalmu yaitu didalam rahim Mama!” tekan Vina sambil menatap tahan anaknya.


Zeen yang mendengar ucapan itu dibuat mengaruk kepala, padahal kepalanya tak terasa gatal.


“Bukan seperti itu Mah ... aku hanya teringat hal aneh waktu dilestoran tadi, itu sebabnya aku jadi bertingkah aneh seperti tadi,” jelas Zeen namun pandangannya terus tertuju pada Yuna.

__ADS_1


Vina menghela nafas panjang, lalu melirik kedua sepasang insan itu sejenak.


“Yasudah! Lebih baik kita pulang, dan jelaskan permasalahan ini dirumah saja.” Putus Vina lalu menggiring kedua pasutri itu masuk kedalam mobil miliknya, yang kebetulan ada sopir pribadi yang mengemudi mobilnya itu.


🍂🍂


“Sekarang kita sudah sampai rumah, kamu bisa jelaskan masalahmu sekarang Zeen!” ujar Vina dengan melipat kedua tangannya didepan sambil menatap wajah putranya dengan tatapan tegas.


Zeen melirik Yuna sekilas ketika melihat wanita itu hanya diam saja duduk tepat disampingnya. Kemudian ia menarik dalam-dalam nafasnya lalu mengelurkannya secara perlahan.


“Jadi begini ....” dengan wajah seriusnya, Zeen mulai menceritakan masalahnya pada Mamanya secara rinci mulai dari nol sampai end.


Bahkan saat cerita itu selesai, Vina malah menanggapi cerita itu dengan tawa terbahak sampai mengema dimana-mana, sedangkan Yuna yang mendengar cerita itu hanya mampu menahan tawanya saja.


“Sudah ku duga jika Mama akan tertawa, itu sebabnya aku malas sekali jika ingin bercerita sama Mama.” Ucap Zeen malas, sambil menyandarkan tubuhnya dikursi sofa itu.


“Yaampun Zeen ... ceritamu itu benar-benar asli? Astaga ... ternyata putraku inu tak hanya populer dikalangan wanita, ternyata populer juka dikalangan para pria? Huahahahaha.” Dan kembalilah Vina tertawa, sambil mencubit pipi Zeen dengan gemas.


“Sudahlah Mah ... jangan seperti ini! Aku malu dilihat sama istriku!” jelas Zeen menepis pelan tangan Mamanya, lalu beralih menggeser duduknya mendekat kearah Yuna dan memeluk wanitanya itu dengan perasaan rindu yang mengebu-gebu.


“Ulu-ulu ... yang manja sama istrinya ... dasar bocah ingusan!” Vina menatap jengah putranya, lalu kembali mendudukan dirinya dikursi sofa.


“Sayang ... yuk kita kekamar, mas sudah sangat rindu padamu ....” ucap Zeen sambil mengerlingkan matanya, menggoda Yuna.


“Eh ... enak aja mau kabur kekamar? Dasar anak tak sopan kamu ya Zeen? Masa didepan yang lebih tua kamu bersikap seperti itu?” tampak Vina kembali melototi putranya.


“Soalnya Mama serem, Zeen jadi gak betah disini saat lihat wajah garang Mama,” celetuk Zeen dengan wajah polos nan jujur.


“Eh ...? Enak aja kamu ya? Ngatain muka Mama garang padahal Mama cantikan begini,” Vina yang kesal kembali bangkit dari duduknya dan segera menarik telinga putranya dengan sangat kencang. Bahkan Zeen sampai dibuat mengadu.


“Mama kepedean banget sih, udah tua kok dibilangin cantik. Auw, auw ....”


“Dasar kamu Ya?!” geram Vina langsung memelintir kedua telinga Zeen dengan sangat kencang.


“Mamah ...!! Sakit tauuu!” rengek Zeen berteriak.

__ADS_1


“Biar tau rasa buat anak durjana seperti kamu.” Ucap Vina santai dengan senyum seringainya.


TBC.


__ADS_2