Perjuangan Cinta Si Gadis Desa

Perjuangan Cinta Si Gadis Desa
Bab. 176


__ADS_3

...***...


“Apa lagi ini?!” teriak Firo keheranan melihat serangkaian orang-orang berpakaian hitam sekaligus berbadan kekar.


“Kak! Apakah kau yang membawa kemari? Apa kau menyuruh para tuyulmu untuk terus mengintilimu?” tanya Firo pada Zeen sang sepupu.


“Jaga mulutmu itu Firo! Mana ada aku punya tuyu segede gajah kayak gini!” teriak Zeen tak kalah bersungut-sungut.


“Wah? Itu berarti kakak punya tuyul lain dong?” timpal Firo merasa tak percaya.


“Stop! Kalian berdua kenapa malah ribut sih? Bukan waktunya seperti itu wahay anak muda!” ujar Vina menengahi karena merasa pusing mendengar perdebatan mereka.


Dan hal itu berhasil membuat keduanya terdiam membisu.


“Kalian siapa? Kenapa menghadang jalan kami?” teriak Firo kepada orang-orang berpakaian hitam itu, dan sesuai ucapan Firo jika mereka semua tak memiliki rambut, hanya gundul nan kinclong.


Pertanyaan dari Firo itu tak ada yang menjawab melainkan mereka hanya melirik satu sama lain. Dan kemudian satu persatu dari mereka maju dan mendekati mereka kemudian tanpa disadari Firo, Zeen, Vina dan Rima dikunci pergerakan mereka oleh orang berbadan kekar nan misterius itu.


Tentu saja hal itu membuat mereka terkejut sekaligus membuat mereka berontak, namun mereka kesusahan lantaran mereka dibekap dua orang berbadan kekar dan tenaga mereka sangat kuat.


Beda halnya dengan Yuna yang sejenak merasa bingung, karena syok yang membuat otaknya tak berjalan. Namun saat melihat kaki sang suami yang masih sakit akhirnya Yuna tersadar dan mencoba untuk meminta bantuan secara dia sendiri yang tak dibekap.


Yun berlari ditepi jalan raya. “Tolong kami! Tolong ... disini ada penculik!” teriak Yuna yang kala itu hanya beberapa mobil saja yang lewat namun tak ada yang berniat menolongnya.


Namun disaat ia sedang meminta pertolongan, salah satu pria berbadan kekar itu menghampiri Yuna yang kala itu belum menyadarinya karena terlalu fokus meminta pertolongan.


Pria berjas hitam itu mencekal tangan Yuna yang membuat wanita hamil itu tersentak kaget.


Zeen yang melihat istrinya disentuh oleh pria asing itu tentu mengeram marah, serta kilatan-kilatan pada matanya yang terdapat api yang membara.


“Lepaskan aku brengsek!” geram Zeen dengan sekali hentakan tangannya yang dicekal oleh dua orang pria berbadan besar, langsung terlepas.


Dan bersama dengan itu, tiba-tiba Yuna ditarik menuju mobil misterius yang membuat Yuna terus memberontak karena menolak untuk masuk kedalam mobil yang berwarna hitam pekat, seperti mobil-mobil yang dikenakan oleh para mafia ketika sedang bertempur.

__ADS_1


“Lepaskan aku! Lepas!” teriak Yuna mencoba melepaskan diri namun tetap tak bisa. “Mas! Zeen!”


Zeen yang melihat itu segera berlari kearah istrinya, namun belum sampai mendekat dirinya merasakan jika kakinya yang sedang patah itu ditendang dari belakang. Siapa lagi kalau bukan para pria berbadan besar itu.


“Akhh!!” teriak Zeen sungguh kesakitan karena patah tulang itu terdapat pada tulang ekornya, yang membuat dirinya masih susah untuk berjalan.


“Zeen!”


“Mas!!”


Teriak mereka yang melihat Zeen terkapar diaspal begitu saja sambil memeganggi kakinya.


Yuna yang ingin menghampiri sang suami, lagi-lagi ditahan. Dan tak sampai disitu saja, pria berbadan kekar yang tengah mencekal tangan Yuna itu tiba-tiba memberikan sebuah kain kecil yang diarahkan pada hidung Yuna. Otomatis Yuna langsung pigsan karena dikain kecil itu terdapat obat bisu yang dosisnya agak tinggi. Membuat siapa saja yang menghirup pasti akan langsung jatuh pingsan.


Sontak Zeen membulatkan matanya, ketika melihat pemandangan yang membuatnya kembali tersulut emosi. Dimana ia melihat tubuh istrinya yang lemah dimasukkan didalam mobil begitu saja.


Zeen langsung berdiri dari jatuhnya yang agak terpincang-pincang ketika mencoba berdiri. “Lepaskan istriku bangsat! Berani kalian membawa nyonya Albaret! Maka akan aku pastikan kalian tak akan hidup tenang!” kecam Zeen dengan serius.


Tapi lagi-lagi keinginannya itu terhalang, saat empat orang pria itu menghadang Zeen dan mulai mengajak Zeen adu fisik. Tentu Zeen membalasnya dengan tak kalah kuat sehingga membuat mereka menjadi melawan empat orang VS satu orang.


Pertarungan itu sangat sengit, membuat Zeen yang sendiri itu hampir kualahan. Sedangkan saat itu Firo tengah mengambil cela saat merasakan orang yang mencekalnya sedikit melongarkan penganggannya.


Firo pun tersenyum sinis saat merasakan ia sudah lolos. Dan tanpa ba bi bu, ia langsung menendang perut pria berjas hitam itu sehingga membuat pria itu tersungkur kebalakang membentur dinding. Kemudian setelah selesai, ia segera menghampiri Zeen kemudian membantunya dari serangan empat pria yang melawan Zeen itu.


Tanpa mereka ketahui, jika mobil yang ditumpanggi oleh Yuna itu berjalan begitu saja. Membuat Zeen yang baru melihatnya langsung berteriak kembali.


“Kau bawa istriku kemana? Hei!” teriak Zeen mencoba mengejar mobil itu, namun ia kalah cepat karena mobil itu sudah menghilang dari pandangannya.


Bugh!


Satu bogeman mentah mendarat pada kepala Zeen, sehingga membuat pria itu kembali tersungkur kebawah.


Segera setelah melaksanan tugas mereka, para pria berbadan besar itu langsung meninggalkan lokasi begitu saja tanpa mengeluarkan kata-kata sekalipun! Ketika mereka sudah membuat Zeen terjatuh pingsan diaspal itu.

__ADS_1


Vina, Rima dan Firo langsung menghampiri Zeen yang sudah pingsan. Mereka mencoba membangunkan Zeen namun pria itu tak membuka matanya, mungkin akibat pukulan keras itu sehingga membuat Zeen tak kunjung bangun padahal istrinya sudah dibawa oleh pria-pria berjas hitam itu.


°°°


Disisi lain, disebuah hotel mewah terlihat seorang wanita yang tengah meneguk winenya sekaligus mengeluarkan asap rokok yang keluar dari hidung dan mulutnya.


Ketika wanita itu tengah menikmati waktu santainya, tiba-tiba suara hp membuyarkan lamunanya. Dan sesegera ia menerima telepon itu


“Ya?”


“Bos! Kami berhasil membawa target dan sedang menuju kemarkas rahasia kita!”


Wanita itu menyungingkan senyum seketika. “Bagus! Aku akan kesana! Tunggu aku, sang Queen!” ucapnya dengan tersenyum miring.


°


°


°


Zeen yang masih belum bangun dari pingsannya itu, seketika langsung terbangun begitu saja ketika merasakan percikan-percikan pada wajahnya.


Refleks Zeen bangkit dari baring dan langsung terduduk ditempat.


“Sudah bangun?”


Suara yang membuat Zeen merasa familiar itu, langsung mengalihkan pandangannya karena merasa penasaran dengan pemilik suara itu.


“Diaman istriku?” tanya Zeen yang mengingat kejadian siang itu. Dimana istrinya saat ini sedang diculik, itu membuat Zeen terus kepikiran apalagi ada satu bayinya yang tengah bersemayam dirahim Istrinya.


“Amnesia lo kak?” dengus Firo memutar bola matanya malas. “Ya kak Yuna sekarang sedang diculik orang jahat lah! Kakak sendiri kan sudah melihatnya?”


TBC.

__ADS_1


__ADS_2