
“Tante!”
Lena yang tengah berada diteras rumah itu, langsung mengalihkan pandangannya ketika mendengar suara yang memanggil dirinya.
“Eh? Laura ... sini-sini.”
Laura berjalan lengok, sambil sesekali tersenyum pada Lena. Lena yang melihat kedatangan Laura yang begitu cepat dari janji yang mereka buat tentu saja merasa senang.
Mereka berdua saling berpelukan dengan riang, seperti biasa ketika mereka saling berjumpa.
“Yaampun sayang ... tante gak nyangka, kamu datangnya terlalu awal dari yang kita janjian tadi.” Ujar Lena.
Laura tersenyum manis, “Kebetulan tadi Laura dari rumah temen tak jauh dari sini. Itu sebabnya Laura langsung kesini setelah telfonan sama tante.” Jawab Laura.
“Yaampun sayangku ... kamu baik banget sih, seharusnya kamu pulang dulu istirahat sejenak pasti kamu capek, kan?” Lena lalu mengelus rambut Laura dengan sayang.
“Haha, gak papa kok tante ....”
'Sebenarnya sih iya ... gue capek banget dan pengen santai-santai dirumah. Kalau bukan dia yang nyuruh gue datang kesini buat urusan Zeen! Gue pasti gak akan susah-susah kesini, males banget deh gue, ' batin Laura tersenyum sinis dalam hati.
“Yaudah yuk! Kita masuk kedalam sekarang, tapi kamu sudah siapin semuanya kan ...?” tanya Lena.
Laura mengacungkan jempolnya, “Beres tante ....”
“Sip kalau begitu, yuk kita masuk.” Ujarnya, lalu berjalan beriringan masuk kedalam rumah besar itu.
🍂🍂
Kebetulan, ketika dua wanita berpakaian yang sama. Mereka tak sengaja melihat keberadaan Yuna dan Rima, yang tengah berbincang diruang tengah. Mereka berdua pun saling bertatapan dan memberikan suatu kode hanya lewat mata.
Kembali, mereka berdua berjalan berdampingan yang membawa langkah mereka, menuju kearah Yuna dan Rima berada.
“Halo mah ... apa aku menganggu waktu kalian?” tanya Lena, ketika ia sudah sampai tepat diruang keluarga itu.
Rima dan Yuna, menoleh secara bersamaan.
“Tidak ... memangnya ada apa Lena?” tanya Rima santai. Namun berbeda dengan Yuna, ia lagi-lagi dibuat terkejut ketika melihat keberadaan Laura yang datang secara mendadak dikediaman Albaret. Ia membatin, apakah wanita itu ingin bertemu dengan Zeen lagi. Disini?
“Tidak ... tidak ada hal yang penting kok mah ....” jawab Lena. “Aku kesini hanya ingin bergabung bersama kalian. Sekaligus mengenalkan seseorang pada mama, wanita yang berada disampingku ....”
“Siapa dia? Cara berpakaiannya unik seperti kamu, Lena.” Rima berucap dengan gamblangnya.
__ADS_1
Lena sedikit kesal, ketika dikatai unik oleh mamanya sendiri. Namun ia mencoba untuk menahanya. “Ekhem, itu tak penting mah ... aku ingin memperkenalkan pada kalian. Jika wanita yang ada disampingku ini namanya Laura Claudia ... dia juga merupakan mantan dosen bimbingan Zeen dulu loh mah ....” ucap Lena dengan bangga.
Padahal, penjelasanya itu hanya akal-akalannya saja.
“Oh ya? Emang dia dosen jurusan apa?”
Lena dan Laura saling berpandangan, mereka sempat melupakan hal itu.
“La-Laura ini merupakan dosen matematika mah ... Iyah matematika, benarkah Laura...?” jawabannya, menoleh kearah Laura agar cepat menjawab pertanyaan.
“Eh? I-iya, benar apa kata tante Lena.” Jawab Laura tergagap.
'Sialan nih, tante-tante rempong. Masa gue dikatakan dosen matematika? Yakali ... gue kan gak paham cara berhitung, merepotkan banget sih ni ibu-ibu.” Batin Laura kesal, ingin sekali ia mengatai Lena. Namun dengan berusaha ia terus menahanya agar tak melontarkan kata-kata kotor.
“Oh ... begitu ....” Rima memanut-manut saja, seakan acuh.
“Hemm, Yuna.”
“Ya nek?” Yuna menyaut ketika Rima memanggilnya.
“Bisakah kamu buatan teh jahe anget buat nenek? Sekalian beri minum dan camilan untuk tamu kita.”Ujar Rima.
Yuna langsung bangkit dari duduknya, dan berlalu menuju dapur.
Kembali, Lena dan Laura saling melempar kode, bahkan didepan Rima yang tak tahu apa yang tengah mereka rencanakan.
“Kalian? Kenapa kalian tak duduk? Apakah kalian ingin berdiri terus disana?” tanya Rima heran.
“Eh! Iya sampe lupa, yuk Laura duduk dulu. Tante sampe lupa nawarin kamu duduk.”
“Tapi tante ....” Laura menghentikan langkah Lena.
“Ya? Ada apa Laura?”
“Sebenarnya saya dari tadi nahan terus tante, apakah saya boleh izin ke wc sebentar?”
Lena yang tengah menghadap kearah Laura dan sedang memungunggi Rima itu, diam-diam tersenyum miring. Dirinya merasa bangga ketika melihat akting Laura yang sangat natural.
“Yaampun! Kamu dari tadi nahan terus ya? Kenapa gak bilang ...?” Lena berpura-pura kaget sambil menutup mulutnya menggunakan kedua tangannya.
“Soalnya malu mau bilang tante.” Cicit Laura.
__ADS_1
“Kok pake malu-malu sih ... Yaudah, lebih baik kamu ke wc sebentar. Wcnya ada didapur, kamu bisa tanya Yuna disana jika kamu gak tau.” Jelas Lena.
Laura mengangguk, “Iya tante, kalau begitu Laura permisi dulu.”
Berjalan dengan santainya, Laura memasuki dapur yang disana sudah ada Yuna, yang tengah membuatkan teh dan camilan untuk mereka.
Sejenak, Laura tersenyum semirk.
“Ekhem, Yuna ....”
Yuna yang tengah mengaduk teh itu, menoleh kearah sumber suara. Yuna mengerutkan alisnya. “Ya? Ada apa Laura?” tanya Yuna.
Laura melipat kedua tangannya didada, dan tak lupa raut wajah yang dibuat sedikit angkuh. “Aku kesini karena disuruh oleh tante Lena, katanya kamu disuruh kesana sebentar ada yang mau dikatakan oleh tante.”
“Tante?” tanya Yuna bingung, sambil mengangkat satu alisnya.
“Ya, tante Lena. Sebaiknya kamu cepat kesana, karena sepertinya tante sedang membutuhkanmu.”
Yuna tak menjawab, ia terdiam namun pandangannya masih tertuju pada Laura.
“Kenapa diam saja? Cepat kesana,” suruhnya.
“Baiklah kalau begitu,” Yuna melangkah, namun kembali berbalik. “Tapi kenapa kamu tak ikut?”
“Aku kesini juga mau ke wc.” Jawab Laura dengan memutar kedua bola matanya, malas.
“Oh ....”
Yuna kembali melanjutkan langkahnya, menuju ruang tengah.
“Dasar gadis bodoh, bisa-bisanya tertipu begitu.” Ucapnya tak lupa tertawa dengan keras.
Laura melirik gelas berisi teh yang tadi sedang diaduk oleh Yuna, Laura kembali tersenyum semirk lalu berjalan mendekati gelas itu.
Ia mengeluarkan sesuatu dari sakunya, sesuatu seperti bubuk dan menuangkanya begitu saja pada salah satu, gelas disana. “Makan tuh gadis bodoh.”
Laura kembali tertawa saat berhasil menuangkan sebuah bubuk aneh digelas itu.
TBC.
KOMEN DAN VOTENYA 🤗
__ADS_1