
...***...
Sayup-sayup Zeen mendengar suara tawa dari arah berlawanan dan ya, dirinya pun mengikuti suara-suara itu karena ia merasa yakin jika disana ada istrinya berada.
Dan dugaannya pun benar, dirinya langsung menangkap sosok itu dimatanya. Sosok yang dirindukannya yang kini tengah bercanda ria bersama dengan dua sepasang suami istri pemilik rumah itu.
“Ck! Disini dia rupanya, ternyata dia sedang senang-senang dan aku susah mencarinya karena kerinduanku yang mengebu ini,” gerutu Zeen yang masih menatap sosok istrinya yang duduk diantara kedua orangtua itu.
Sedetik kemudian seulas senyum terpancar pada bibir tipis Zeen. Ia begitu senang ketika melihat istrinya yang sudah menerima kedua orangtuanya dengan penuh suka cita. Dirinya juga melihat pancaran kebahagiaan dari mata wanitanya itu.
“Aku senang dia bahagia, itu berarti aku sudah menjalankan peranku sebagai suami yang akan selalu membahagiakan wanitanya.” Gumam Zeen masih dengan tersenyum.
Setelah lama bermonolog sendiri ditempatnya, Zeen pun kembali melangkahkan kakinya guna untuk menuju kearah istrinya berada.
“Sayang!”
Setelah sampai pada tujuan, Zeen pun langsung memeluk tubuh mungil itu dan membuat Yuna yang belum menyadari keberadaan suaminya tentu dibuat terkejut.
“Mas Zeen? Mas kenapa ada disini?” tanya Yuna.
Zeen mengurai pelukannya, kemudian mengerucutkan bibirnya. “Kamu ini, kamu gak senang ya? Jika mas ada disini? Padahal mas kan lagi merindukan kamu, pas mas pulang kerumah kamu malah gak ada dikamar. Jadi mas susul kamu disini deh.” Jelas Zeen dengan memelaskan wajahnya.
Eva dan Sigit yang sedari tadi melihat interaksi keduanya dibuat cekikikan dan tersenyum geli.
“Engak kok mas, aku senang-senang aja kamu disini. Aku tadi cuman kaget aja kok karena gak tahu kalau kami mau menyusul aku disini. Dan aku gak tau jika sudah semalam ini, mungkin karena aku asyik ngobrol kali ya?” ujar Yuna.
“Ngobrol boleh, tapi lihat kondisi kamu sekarang sayang ... kamu kan lagi hamil, kamu itu harus istirahat yang banyak gak boleh begadang. Nanti baby baby kita kelelahan loh.”
Yuna yang mendapat omelan dari sang suami tersenyum senang. Ia senang kala suaminya yang mengomel karena mengkhawatirkan kedua bayi yang ada didalam perutnya. Itu menunjukan jika Zeen telah siap menjadi seorang ayah.
“Iya mas, maafin Yuna yah? Yuna khilaf.” Sesal Yuna sambil mengelus manja tangan Zeen.
“Kami yang minta maaf Zeen, seharusnya kami tak mengajak Yuna mengobrol sampai larut malam begini. Kami terlalu asyik tadi jadi beginilah ....” timpal Eva yang saat ini berada dipelukan suaminya. Sudah hal rumlah jika kedua sepasang suami istri itu terus menunjukan keromantisan mereka didepan umum.
__ADS_1
Zeen menghela nafas sejenak, “Yasudah tidak apa-apa. Namanya juga lagi melepas rindu, jadi ya maklumi saja.”
Yuna tersenyum lebar mendengar itu.
“Jadi kita pulang sekarang, karena kamu harus cepat istirahat.” Pungkas Zeen.
“Yah ... gak bisa lanjut dong mas?” goda Yuna menatap suaminya dengan tatapan pupy eyes.
“Yuna ....” tegur Zeen sambil berkecak pinggang dan itu langsung ditanggapi tawa geli oleh Yuna.
“Nak Zeen dan Putri ... kalian menginap disini aja, dari pada kalian bolak-balik lebih baik tidur disini aja. Kebetulan ada kamar kosong dan masih bersih karena Mama setiap hari membersihkannya.” Jelas Eva.
“Bagaimana mas?” tanya Yuna meminta pendapat dari suaminya.
Zeen memandang istrinya sejenak lalu beralih kepada sepasang pasutri itu.
“Yasudah kalau begitu, malam ini kita menginap disini.” Ucap Zeen akhirnya.
“Yeyy, asyik ....” Yuna bersorak seperti anak kecil karena dirinya begitu kegirangan.
“Iya Mah!” jawab mereka berbarengan.
“Kalau begitu selamat malam Zeen! Selamat malam sayangku!”
“Selamat malam Mama, Papa!” jawab keduanya lagi.
°°°°
Kini Zeen dan Yuna telah berbaring nyaman diatas kasur setelah Zeen sudah membersihkan diri dan sudah memakai piyama bermotif doraemon dan berwarna Pink cerah seperti milik Yuna. Tentu piyama itu satu set dan itu khusus untuk pasangan seperti mereka.
Yuna nampak tertawa dibalik selimut tebal itu. Tentu Zeen yang melihat merasa keheranan.
“Kenapa sayang? Kok ketawa terus dari tadi?” tanya Zeen yang sudah penasaran.
__ADS_1
“Mas lucu deh kalau pakai baju itu. Kesannya mas manis dan cantik banget.” Ujar Yuna.
Zeen melihat dirinya dari bawah dan mengamati baju Pink itu. Ia lalu menatap Yuna dengan tatapan lembut.
“Asal untuk istri sendiri, apa pun mas akan melakukannya.” Zeen kembali ke mode lebay.
“Oh ya?”
Zeen mengangguk mantap. “Ya ... asal kamu tau sayang, aku menyusul kamu kesini sampai buat keributan dirumah dan menganggu Mama dan Papa yang sedang bercocok tanam. Itu semua aku lakukan demi ingin menemui mu babe!” Zeen megecup manja bibir Yuna.
“Yaampun mas? Masa sampai segitunya?” Yuna menggelengkan kepala merasa keheranan.
“Iya, karena aku sangat merindukanmu. Dalam sedetik saja aku tak melihat wajahmu maka aku akan menjelma menjadi cacing kepanasan, mencari kamu kesana kemari hanya ingin memelukmu.”
Zeen mendekap Yuna dengan erat dan mengendus wangi Yuna yang sudah menjadi candunya.
Sedangkan Yuna yang mendengar penuturan itu hanya bisa terdiam, karena apa yang dikatakan oleh Zeen benar adanya dan ia yang mengingat pola pikiran Zeen sampai dibuat merinding. Pasalnya Zeen sampai pernah uring-uringan ketika mencarinya saat ia masih berada dipasar bersama sang mertua. Ia pun sampai bersyukur suaminya itu tak menyusulnya dipasar. Karena jika itu terjadi maka bisa dipastikan Zeen pasti akan membuat ulah yang akan membuatnya malu setengah mati.
“Jangan pernah lakukan itu lagi mas, jika kamu merindukanku, mas bisa telfon aku atau vidio call aku.” Jelas Yuna sambil membeli wajah suaminya yang berada didepanya.
Zeen meraih tangan mungil itu, lalu ia mengecupnya.
“Entahlah sayang, entah apa aku bisa mengontrol emosiku. Yang pasti, kamu sudah membuatku tergila-gila sayang.” Jelasnya.
Yuna mendengus mendengar itu. “Sudah-sudah, lebih baik kita tidur sekarang.” Yuna mulai memejamkan matanya, namun saat merasakan sensasi aneh pada perutnya ia pun kembali membuka matanya dan mengarahkan pandangannya kebawah.
Dimana disana susah ada Zeen yang tengah mengelus perutnya dengan sayang, sambil megecup perutnya entah berapa kali.
“Anak daddy bobo ya? Besok baru beraktifitas lagi, Momy dan daddy juga pengen bobo. Walau daddy sebenarnya pengen jenguk kalian yang ada didalam. Tapi yah ... apa boleh buat daddy akan menahannya sampai kalian sudah tubuh kuat didalam sana.” Ujar Zeen bersungguh-sungguh.
Yuna yang melihat itu dibuat tersenyum geli, lantas dengan gerakan pelan ia mengeluh rambut suaminya.
“Sabar mas ... nunggu dua bulan lagi.” Ujar Yuna cekikikan.
__ADS_1
Zeen mendesah pelan. “Makin kesiksa aku sayang.”
TBC.