
...°°~°°...
Terlihat Yuna duduk termenung diatas kasur, dirinya saat ini masih belum menetralkan rasa syoknya saat mendengar kenyataan yang membuatnya tak pernah memikirkan itu sebelumnya.
Pagi-pagi tadi dirinya terus muntah-muntah tanpa henti, Zeen yang sangking paniknya membawa Yuna kerumah sakit milik sang papa. Sehingga saat ia diperiksa oleh salah satu dokter dirumah sakit tersebut, dokter tersebut malah menyarankan kepadanya dan kepada suaminya untuk memeriksakan keadaannya kepada dokter Mita! Yaitu dokter kandungan.
Kedua pasutri itu pun dibuat kebingungan saat mendengar penuturan dokter itu, mereka berdua pun jadi menduga-duga hal yang belum pasti saat mendengar kata 'kandungan'. Namun keduanya tetap menuruti ucapan dokter itu, dimana mereka berdua mendatangi dokter Mita untuk memeriksakan keadaan Yuna.
Saat pemeriksaan yang dijalani Yuna telah usai, disitulah Zeen mulai bertanya.
“Bagaimana dengan keadaan istriku dokter Mita? Apakah ada masalah? Saya menjadi bingung saat dokter Siska malah menyarankan kami untuk memeriksakan keadaan istriku kepada anda.”
Mita yang mendengar penuturan itu sejenak terdiam, lantas dokter yang umurnya masih terpaut muda itu malah tersenyum. Hal itu membuat Yuna dan Zeen kebingungan dan bertanya-tanya.
“Tentu saja jika dokter Siska menyarankan anda berdua untuk berperiksa kepada saya. Sebab sekarang istri dokter Zeen telah berbadan dua! Selamat ya kakak Yuna....” jelas Mita dengan wajah yang berseri-seri. Karena dirinya merasa bahagia saat mengetahui Yuna yang sudah berisi lagi.
“Apa?”
Zeen tiba-tiba berdiri sambil berteriak seolah tak percaya dengan penjelasan itu. Badan pria itu tiba-tiba saja limbung dan langsung tergeletak dilantai dengan lemas, namun matanya masih terbuka.
Tentu hal itu membuat Mita dan Yuna merasa terkejut.
“Istriku hamil lagi? Bukankah ini patut diancungin jempol? Karena ini membuktikan jika benihku itu sangat premium, sekali buat langsung jadi....” menolong Zeen, dimana membuat kedua wanita disana melotot mendengarnya.
Mita sampai terkikik geli mendengarnya, lain hal dengan Yuna yang dibuat malu dengan tingkah aneh dari suaminya itu.
Yuna sebenarnya juga agak Syok mendengar penjelasan bahwa ia hamil lagi, tapi rasa syoknya itu tak selebai seperti suami anehnya.
Akhirnya pada saat itu Yuna pamit pulang kepada dokter Mita, juga sambil menyeret suaminya yang masih linglung untuk dibawa pulang. Sebelumnya ia sudah meminta izin pada papa mertuanya untuk mengizinkan suaminya pulang bersamanya, karena tak mungkin jika suaminya itu bekerja saat keadaan suaminya seperti itu.
__ADS_1
°
°
Terdengar suara langkah kaki yang masuk kedalam kamar, Yuna mengalihkan pandangannya untuk menatap siapa orang itu. Dan ternyata orang tersebut adalah suaminya yang tadi sempat kedapur untuk membuat susu khusus untuk dirinya.
Namun ternyata yang masuk kedalam kamar itu bukan hanya suaminya saja, melainkan dua putranya juga ikut masuk yang berjalan membuntuti sang daddy.
Zeen berjalan mendekat kearah Yuna sambil tersenyum manis yang sejak tadi belum hilang dari wajah itu, “Ini sayang aku buatan susu enak khusus untuk kamu....” ucap Zeen memberikan susu yang ada ditangannya kepada Yuna.
Yuna menerima itu dengan diam, dan tak butuh waktu lama Yuna menghabiskan susu itu sampai tak bersisa. Zeen yang melihat itu tentu dibuat tersenyum.
Kali ini giliran para twin yang mendekati sang mommy dengan naik diatas kasur, kemudian tanpa aba-aba dua bocah tampan itu memeluk erat sang mommy dengan rasa sayang mereka.
Yuna yang melihat itu dibuat tersenyum, kemudian dua tangannya ia arahkan pada rambut lebat milik dua putranya, setelah itu ia mengelus rambut itu dengan gerakan lembut.
Tiba-tiba tanpa sepengetahuan Yuna, dua putranya itu mengelus-elus perut datarnya, hal itu membuat Yuna kegelian.
“Dia juga adik aku,” timpal Gara tak mau kalah.
“Dia adalah adik kalian, putra-putraku... jadi tak perlu lah kalian merebutkan adik kalian seperti itu!” ujar Zeen menengahi dua putranya itu.
Zeen kembali beralih menatap sang istri, sejak tadi ia merasa heran saat mendapati Yuna yang hanya terdiam. Bahkan saat dua putranya itu bertanyapun tak ditanggapi.
Zeen pun berinsiatif duduk disamping Yuna, kemudian membiarkan kedua tangannya memeluk pinggang istrinya. “Ada apa sayang? Kenapa kok kamu diam aja? Apa ada yang menganggu pikiranmu? Atau jangan-jangan kamu masih belum terima bahwa kamu sedang hami?” ucap Zeen memberikan serentetan pertanyaan yang mana membuat Yuna langsung membuyarkan lamunannya.
Sejenak Yuna menghela nafas panjang, kemudian pandangannya ia arahkan kepada Zeen. Zeen yang melihat Yuna menoleh kearahnya langsung memberikan senyuman manis andalannya.
Namun tanpa sepengetahuan Zeen, tiba-tiba Yuna mencubit keras pinggang sang suami, yang mana membuat Zeen terpekik kaget sekaligus merasakan nyeri yang teramat. Bisa dikatakan jika cubitan Yuna kali ini tak main-main.
__ADS_1
“Wadauuuww sayangggg! Sakit banget... kenapa dicubit suamimu?” teriak Zeen saat Yuna sudah melepaskan cubitan itu, Zeen pun berdiri dari duduknya untuk menjauhi Yuna agar tak terkena cubitan maut itu lagi.
Yuna memutar bola matanya malas menatap Zeen, “Itu hadiah untuk kamu mas, karena kamu sudah ingkar janji yang menghamili aku saat usia anak kita belum genap sepuluh tahun!” tuturnya.
Zeen cengegesan saja mendengar keluh kesah sang istri, “Oh ternyata itu tadi cubitan hadiah to? Yaudah yuk cubit aku lagi!” Zeen membuka sedikit kaos yang ia kenakan dan menampakkan pinggangnya agar Yuna lebih leluasa untuk mencubitnya kembali. Sepertinya Zeen pasrah kali ini.
Yuna yang melihat tanggapan yang menurutnya menyebalkan itu, merasa kesal. Ia pun melampiaskan kekesalanya dengan melemparkan bantal yang ada disampingnya kearah Zeen. Sehingga membuat lelaki itu terhuyung kebelakang karena belum siap menerima serangan dadakan itu.
Bukan hanya itu saja, tiba-tiba Yuna melompat kearah Zeen dan mengelayutkan dirinya dipungung suaminya. Kemudian setelah itu ia mendekatkan bibirnya kearah leher Zeen dan langsung mengigitnya tanpa aba-aba.
“Aaaaa... istriku menjelma menjadi drakula... kyahhhhhh....” teriak Zeen yang sengaja membuat suara menjadi melengking, sehingga membuat suara itu seperti suara perempuan.
Tak hanya itu, Zeen malah mengedong istrinya dan membawa Yuna berlari memutar-mutari ruangan berkedok kamarnya sendiri.
Hal itu membuat kedua bocah yang sejak tadi diam mengamati merasa tercengoh-cengoh, karena merasa bingung saat melihat kedua orangtuanya malah berlari-lari seperti anak kecil.
Duo G itu saling berpandangan dalam diam, namun tanpa diduga, Duo G itu turun dari kasur kemudian ikut berlari mengejar sang daddy dari belakang. Keduanya pun tertawa karena menurut mereka sangat seru bermain kejar-kejaran seperti itu. Sehingga membuat kamar itu menjadi ricuh.
Kebetulan para keluarga yang tadinya tengah berkumpul itu mendengar suara ricuh tersebut, yang mana membuat para keluarga langsung berlari menuju kamar Zeen dan Yuna berada untuk melihat keadaan kamar itu.
“Ada apa ini?” pekik Vina merasa terkejut saat mendapati kamar itu yang sudah berantakan, dan melihat kedua pasutri itu masih saja tengah berlari kejar-mengejar bersama duo twin.
“Nenek, kami sedang merayakan hari dimana kami akan punya adik sebentar lagi....” teriak Gip disela-sela berlarinya.
“Adik?” tanya para keluarga merasa bingung. Para keluarga tersebut terdiri dari keluarga Bram, Sigit dan Albaret.
“Ya! Mommy sedang mengandung adik kami!” timpal Gara sedikit berteriak.
Mendengar hal itu, tentu membuat para keluarga yang tadinya kebingungan langsung bersorak bahagia. Para keluarga tersebut pun langsung ikut berlari seperti yang dilakukan oleh Yuna dan Zeen juga dua twin itu.
__ADS_1
Akhirnya terjadilah kejar mengejar yang membuat ruangan itu terguncang hebat, karena suara-suara teriakan mereka.
TBC.