Perjuangan Cinta Si Gadis Desa

Perjuangan Cinta Si Gadis Desa
Bab. 50


__ADS_3

Masih berada dikantin rumah sakit, makan yang dipesan oleh Laura untuk dirinya dan juga Zeen baru saja datang. Keduanya masing-masing sudah membawa sendok, siap untuk menyantap makanan.


"Selamat menikmati sayang..." ucap Laura yang hanya dianguki kepala oleh Zeen.


Laura sengaja berucap manja seperti itu tepat saat Yuna berada disamping mereka, ia melirikkan ekor matanya sejenak kearah Yuna yang hanya diam menyantap makanannya. Laura yang melihat itu menyungingkan senyum miringnya. 'Akan aku perlihatkan apa posisimu yang sebenarnya gadis kampung.' batinnya bernada sinis.


"Sayang, ini makanan kesukaan kamu loh... Aku sengaja beli ini buat kamu juga. Nih, coba. Aaaa... " Laura mulai mengangkat sendoknya yang berisi kepiting saus, dan mengarahkanya tepat didepan Zeen.


Zeen mendorong sendok Laura yang hampir mendekat pada bibirnya."Sudah... Kamu makan aja, aku akan makan punyaku." ucap Zeen menatap wanita yang ada didepannya dengan senyuman paksanya.


Laura membuat wajahnya menjadi cemberut, "Hemm? Kenapa? Biasanya kamu kan gak pernah nolak, aku sengaja sisihin ini buat kamu loh sayang..." rengek Laura, yang semakin membuat Zeen tak tenang karena sudah menjadi pusat perhatian, dikala kantung rumah sakit sudah ramai.


Sesekali Zeen melirik Yuna untuk melihat tanggapan dari gadis desa yang bersetatus istrinya itu.


Namun yang dilihat oleh Zeen hanya keterdiaman Yuna yang hanya fokus pada nampan didepannya, seolah tak perduli dengan keberadaannya dan juga Laura yang tengah merengek manja kepadanya.


Hal itu kembali membuat hati Zeen sedikit kesal, kemudian ia mengalihkan pandangannya kembali, menatap kekasihnya yang tengah mengaduk piringnya itu dengan wajah cemberutnya.


"Baiklah, baiklah, sini. Suapi aku ulang..." ucap Zeen, dengan senyum yang ia keluarkan semanis mungkin.


Laura kembali bersemangat, ia pun dengan perasaan senangnya kembali menyendokan makanannya, dan mengarahkan sendok itu kedalam ronga mulut Zeen.

__ADS_1


Zeen mengunyah makanan itu dengan sesekali tersenyum dan sejenak mengelus pipi putih milik Laura. "Enak, aku suka." kata Zeen.


Laura membalas senyuman itu. "Iya kan? Aku tau kamu itu suka sama kepiting saus ini... Itu sebabnya aku milih makanan kesukaan kamu," ucap Laura dengan bangganya, berniat menyindir Yuna. Yang memang sebagai istri sah Zeen belum mengetahui, apa makanan faforit suaminya itu.


"Iya... Makasih ya? Kamu emang tau apa kesukaan aku." jawab Zeen, yang kembali melirik Yuna yang saat itu juga ia tengah menghentikan makannya.


"Wah... Anda berdua romantis sekali, apakah saya boleh tau. Jika anda berdua tengah berpacaran, kah? Maaf jika pertanyaan saya terkesan kepo, karena sepertinya hanya saya yang sepertinya tak tahu. Maklum, saya baru dua bulan disini." ucap Fadli sambil menunjukan senyum cangungnya.


Zeen mulai membuka mulutnya, namun tak jadi karena Laura lebih mendahuluinya.


"Iya... Kamu tak salah menebak. Kami sudah dua tahun menjalin kasih.." ucap Laura dengan percaya diri, tak lupa dengan tangannya yang sudah menempel pada lengan kokoh Zeen. Terlihat sangat mesra ketika orang melihat.


Yuna yang sedari tadi diam itu, kini mengalihkan pandangannya menatap manik Zeen yang juga kebetulan tengah menatap dirinya, dengan tatapan yang sulit dibaca. Bahkan Yuna bisa melihat keromantisan yang diperlihatkan oleh kedua insan itu, yang membuat hati Yuna seketika kembali nyeri. Tak sanggup lagi ia menatap manik itu, dan kembali memilih, menundukkan kepalanya kearah nampan itu dan sesekali mengaduk makannya yang masih tersisa banyak.


Laura kembali menanggapi itu dengan senyuman,"Hemm, kalau itu aku tak bisa menjawab. Sepertinya memang betul jika orang-orang disini mengetahui hubinganku dengan Zeen, karena... Aku juga pernah sempat disapa mereka, dengan sebutan pacar dokter Zeen yang tampan, begitu hohoho..." Laura menutup bibirnya sambil tertawa, seolah malu mengucapkan itu.


"Benarkah? Wah..... Sepertinya memang hanya saya saja yang tak tahu, dan sepertinya Yuna juga sudah mengetahuinya?" Fadli berucap sambil mengalihkan pandangannya menatap Yuna yang ada didepannya.


Laura tampak senang mendengar pertanyaan itu, ia lalu menopang kepalanya dengan telapak tangannya. Tengah menunggu jawaban dari Yuna.


Sedangkan Yuna, dirinya menanggapi ucapan itu dengan senyuman tentangnya seolah tak terjadi apa-apa pada dirinya.

__ADS_1


"Baru-baru ini juga saya baru mengetahuinya, karena anda juga pasti tau... Jika saya juga merupakan pekerja baru dirumah sakit ini." jawab Yuna dengan gestur tenang.


Fadli mengangguk-angguk, "Ya, tapi kamu yang baru saja masuk tak lebih lama dariku saja, kamu sudah mengetahuinya Yuna.... Sepertinya aku yang terlalu ketinggalan update ya? Hahahaha..."


"Jelas saya sudah mengetahuinya, saya kan bekerja sebagai asisten dokter Zeen sendiri." jawab Yuna, tak lupa senyum tipisnya yang masih terlihat dibibir kecilnya itu.


"Oh! Iya, saya sempat lupa kalau kamu bekerja bersama dokter Zeen. Padahal aku belum terlalu tua, tapi malah sudah Pikun duluan hahahaha...." Fadli tertawa sendiri, dengan Yuna yang hanya menanggapinya dengan senyuman.


Laura yang mengamati interaksi Yuna dan juga Fadli itu, tampak mengetuk-ngetuk dagunya."Aku liha, kalian berdua tampak sangat akrab. Apakah kalian berdua... Juga tengah berpacaran seperti kami?" tanya Laura dengan simpelnya, membuat Zeen yang berada tempat didepannya itu menatap kearahnya.


Sedangkan Fadli yang mendengar pernyataan itu, tampak tak memperlihatkan raut tak nyamannya. Biasanya orang yang mendapat pertanyaan itu pasti akan memperlihatkan raut yang berbeda-beda, seperti seseorang yang berusaha untuk menyangkal.


"Oh? Apakah kami terlihat seperti itu?"


Secepat kilat, kepala Zeen langsung teralih kembali menatap tajam pada dokter muda yang umurnya terpaut sama dengannya itu.


'Ada apa dengan pria ini?' batin Zeen, tengah menahan geraman didalam hatinya.


TBC.


Maaf ya men temen, Author selalu telat up dua hari🥺 ya... tau lah sendiri kendalanya, kalau gak kecapean, ya biasanya kehabisan paket😹 semoga kalian masih betah baca novel Author yang super receh ini, dan mungkin gak terlalu seru dibanding novel-novel yang lain. Tapi Author akan berusaha membuat cerita yang berkesan bagi kalian semua... Para reeders Author🐥

__ADS_1


✍️ Semoga diberi kesehatan bagi kita semua, bagi kita yang selalu beraktifitas didalam atau diluar kota. Jangan lupa selalu berdoa disetiap awal langkah. Doa Author, semoga kita semua diberi kesehatan dan rejeki yang lancar amin...


__ADS_2