
...***...
Sudah sampai empat jam Yuna menemani Zeen untuk memeriksa keadaan pasien. Seperti biasanya pula ia menemani pria itu tanpa ada kata istirahat sejenak, dan akan istirahat jika sudah delapan jam mereka bekerja.
Namun tak seperti Yuna pada umumnya, Yuna sejak tadi merasakan lelah yang teramat hingga keringat terus bercucuran dikeningnya. Ia pun merasa heran dengan keadaannya saat ini yang terbilang cepat sekali lelah padahal biasanya ia akan merasa lelah jika sudah lewat enam jam dalam bekerja.
Empat jam terlewatkan dengan terus berdiri dibelakang Zeen bagaikan siksaan bagi Yuna. Perut terasa mulas seperti diaduk-aduk, dan juga kepala terasa pusing secara bersamaan.
“Apa aku masuk angin ya? Aku tadi juga cuman makan sedikit, mungkin karena itu kepalaku terasa pusing dan perutku terasa mulas ....” gumam Yuna sambil sesekali memijit pangkal kepala Yuna.
“Yuna ... nanti semua yang aku salin tolong pindahkan kebagian-bagian terpenting ya? Cek juga catatanku jika ada kesalahan kamu harus segera bilang kepadaku.” Jelas Zeen sambil berjalan kearah Yuna namun pandangannya terus terfokus pada sebuah map yang ada ditangannya.
“Iya dokter.” Jawab Yuna seadanya yang masih terus memijit kepalanya.
“Yasudah kita pindah lagi keruangan pasien lain.” Ajak Zeen.
“Iya dokter,” Yuna mengikuti langkah Zeen saat melihat pria itu berjalan mendahuluinya. Namun baru beberapa ia melangkah, tiba-tiba pandangannya terasa berkunang-kunang serta berputar-putar. Dan juga pandangannya sedetik langsung mengelap. Lalu entah apa lagi yang terjadi padanya karena ia sudah tak merasakan apapun pada tubuhnya.
Brukk!
Terdengar suara yang begitu kencang membuat pasien yang ada didalam kamar itu memekik ketika melihat Yuna yang terjatuh tak sadarkan diri.
Zeen yang masih terfokus pada berkasnya, mau tak mau menegokan kepalanya kebelakang ketika mendengar suara gaduh.
“Kenapa berisik? Se– Yuna?!” Zeen refleks langsung melemparkan mapnya kesembarang arah. Dan ia langsung berlari menghampiri Yuna yang sudah tak sadarkan diri dilantai dingin itu.
“Ada apa denganmu Yuna? Yuna ...?”
__ADS_1
Zeen terus menepuk-nepuk pipi wanita itu sambil terus meneriaki nama Yuna, namun semua itu percuma saja karena sampai sekarang tak ada sahutan dari Yuna.
🍂🍂
“Bagaimana dengan kondisi Yuna dokter Nela?” tanya Zeen pada dokter seumuran Mamanya yang saat ini tengah memeriksa keadaan istrinya.
Zeen yang sangat panik itu langsung membawa Yuna pada rekan kerjanya, dan tentunya mengganggu dokter wanita berusia empat puluh tahun itu saat bekerja. Padahal ia juga seorang dokter yang bisa memeriksa istrinya, namun karena dipenuhi dengan segala kepanikan Zeen sampai melupakan propesinya yang sebagai seorang dokter itu.
Dokter bernama Nela itu terdiam sejenak, lalu mengalihkan pandangannya pada Zeen. “Istri dokter baik-baik saja saat ini.” Jelas Nela.
Tampak Zeen mengerutkan alisnya. “Bagaimana bisa baik-baik saja? Istriku pingsan! Apanya yang baik-baik saja?” Zeen sedikit emosi.
Dokter Nela menghela nafasnya seketika. “Kalau anda tak percaya, anda bisa periksa sendiri keadaan istri anda? Anda kan juga seorang dokter? Hal seperti ini pasti anda juga bisa memeriksanya.” Jawab Nela sambil mengelengkan kepala.
Zeen yang mendengar ucapan langsung terdiam. Membuat Nela yang melihat itu kembali menghela nafasnya.
Seketika otak Zeen ngeblang, ia menatap dokter Nela dengan mulut sedikit terbuka.
“Apa maksudnya dok? Kenapa harus dokter kandungan?” tanya Zeen dengan kening berkerut.
“A-apa ...? Istri saya ....” Zeen harap-harap cemas.
Dokter Nela tampak mengangguk, “Ya! Sesuai pikiran anda jika kemungkinan istri ada tengah hamil.”
Bagai tersambar petir disiang bolong, tubuh Zeen langsung bergetar ketika mendengar pernyataan itu. Bahkan sampai membuatnya terdiam membisu.
“A-anda ... jangan berani bermain-main ya dokter?” tampak Zeen masih belum percaya.
__ADS_1
Dokter Nela kembali membuang nafas dengan panjang. Ia menatap dokter yang lebih muda darinya dengan tatapan malas. “Jika anda masih tak percaya dan tak yakin, lebih baik anda segera memeriksanya pada dokter kandungan. Saya tak bisa menjelaskannya karena saya bukanlah dokter kandungan.” Timpalnya.
“Tunggu apa lagi?” Nela menyadarkan Zeen disaat pria itu tengah melamun.
“O-oke, oke aku akan membawa istriku. Terimakasih sudah membantu dokter Nela.”
Zeen segera mengangkat tubuh Yuna, lalu mengendong istrinya itu dengan posisi briday style.
“Sama-sama dokter! Dan selamat atas hamilnya istri anda!”
Zeen tak menjawab ucapan itu, ia lebih memilih keluar dari ruangan dan membawa istrinya pada dokter kandungan dengan perasaan campur aduk, antara senang ketika mendengar istrinya hamil dan kalut jika ucapan dari dokter Nela tidaklah kenyataan.
Pikiran-pikiran yang terus mengerogoti isi kepala Zeen membuat pria itu segera mempercepat langkahnya dan mencari dokter kandungan yang terbaik dirumah sakit itu.
🍂🍂
Akhirnya Zeen membawa Yuna pada dokter Mita, sosok pengagum Zeen ketika berada di Bali dan saat ini pun masih mengagumi Zeen.
Sebenarnya Zeen terpaksa membawa istrinya pada dokter baru yang sialnya adalah dokter kandungan dirumah sakit itu. Zeen sebenarnya akan menyerahkan istrinya pada dokter kandungan yang lebih senior, namun didalam rumah sakitnya itu yang ada dokter kandungan adalah seorang pria. Zeen hanya memperbolehkan Yuna diperiksa oleh dokter perempuan saja karena ia tak ingin miliknya disentuh oleh pria lain.
Namun sayangnya dokter kandungan berjenis perempuan saat ini tak ada dirumah sakit alasannya karena cuti. Itu sebabnya Zeen mau tak mau ia membawa Yuna pada dokter Mita, yang orang-orang pernah bilang jika dokter Mita walau maaih baru pekerjaan sangatlah kompeten dan baik.
Saat ini Mita tengah memeriksa Yuna yang masih terbaring tak sadarkan diri, padahal sudah beberapa menit lamanya. Mita yang berada dirunagnnya sempat kaget ketika mendapati Zeen masuk kedalam ruangannya dengan membawa Yuna yang kala itu masih digendong oleh Zeen.
“Bagaimana keadaan istriku?” tanya Zeen.
Mendengar suara bariton itu saja sudah membuat hati Mita terasa cenat-cenut. Tapi secara bersamaan hatinya juga merasa sakit saat melihat wajah kekhawatiran dari seseorang yang ia sukai, dan tambah sakit hati lah ketika ia mengetahui keadaan istri dari pria idamannya itu.
__ADS_1
TBC.