
...***...
Saat Zeen mendapatkan kiriman lokasi dimana istrinya berada, ia segera bangkit dari duduknya.
“Sepertinya aku sendiri yang akan menyelamatkan istriku!” ucap Zeen yang mana membuat semua keluarga terkejut mendengarnya.
“Jangan bertindak gegabah Zeen! Kita tak akan tau masalah apa lagi yang akan menimpa kita, bahkan jika kau datang sendiri tak menutup kemungkinan bahaya akan datang kepadamu.” Jelas sang Papa dengan bijak.
“Aku tahu Pah! Tapi aku tak bisa membiarkan Yuna berada dalam bahaya lagi, jika aku datang bersama kalian maka Yuna ....” Zeen tak melanjutkan perkataannya karena merasa tak sanggup lagi.
Tiba-tiba Yudas bangkit dari duduknya dan berjalan menghampiri Zeen dengan rahang yang mengetat.
“Aku tak mau mendengar alasanmu! Cepat duduk cecunguk!” tekan Yudas langsung menarik tangan Zeen dengan paksa, dan langsung mendudukan pria itu didekat dirinya. Tentu disamping Zeen sudah ada Bram, jadi posisinya saat ini berada ditengah-tengah.
“Benar apa kata Yudas! Kau itu cengunguk! Hanya digertak saja kau sudah lembek,” gerutu Albaret sambil mengelengkan kepalanya.
Zeen mendensah dengan raut frustrasi. “Tapi masalahnya istrinya Pah ... yang menculik Yuna saat ini memintaku untuk datang sendiri, jika tidak maka aku takut jika terjadi apa-apa dengan istriku ....”
“Oh? Jadi itu yang membuatmu bertindak gegabah saat ini?” Albaret kembali mengeleng melihat tingkah putranya. “Dimana otak jeniusmu itu Zeen? Mengapa tak kau gunakan disaat keadaan urgen begini? Kau tak tau apa jika orang itu mengertakmu, kemungkinan orang itu telah merencanakan sesuatu! Jadi ... jika kau bertindak gegabah maka kau sendiri yang akan masuk didalam jebakan itu!” terang Albaret dengan sangat serius.
Bahkan sampai membuat Zeen terdiam.
“Trus? Kita harus melakukan apa Pah?”
Albaret seketika menepuk jidatnya, “Haduh ... disaat begini otakmu menjadi bodoh Zeen ....”
Sedangkan yang lain hanya bisa tertawa cekikikan mendengar itu.
“Telfon teman mafiamu itu! Suruh mereka datang kemari! Maka malam ini kita akan langsung melanjutkan rencana dengan begadang sampai mati!” terang Albaret dengan sangat berapi-api.
Bahkan hal itu sampai membuat Firo terpukau. “Woah! Paman? Sepertinya kau pantas disebut kapten malam ini.”
°°°
Disisi lain, kini Yuna mulai membuka matanya. Dan sedikit merasa sakit mendera dibagian belakang kepalanya.
“Sudah bangun?”
Suara itu langsung membuat Yuna membuka matanya lebar-lebar. Dan langsung disuguhi pemandangan ruangan yang gelap hanya menyisakan lampu yang berada diatas namun nampak redup.
“Siapa kau? Mengapa kau membawaku kesini?” teriak Yuna saat melihat sosok yang tak jelas wajahnya tepat dihadapannya.
Terdengar suara tawa kecil dari sosok itu, kemudian sosok itu berdiri dari duduknya dan berjalan mendekati Yuna.
Bola mata Yuna membola saat melihat siapa orang yang ada didepanya. “Tante Lena?” gumam Yuna tak percaya.
__ADS_1
“Kenapa kamu? Hem? Kaget?” terdengar tawa sinis dari wanita yang sudah berkepala empat itu. “Kamu pasti heran mengapa aku ada disini? Dan kamu pasti heran kenapa aku bisa bebas dari penjara itu?”
Yuna diam tak menangapi, ia merasa kalut saat ini. Dirinya sebenarnya tak merasa takut berhadapan dengan wanita paru baya yang merupakan ibu kandung dari Firo William sang sepupu suaminya. Dirinya hanya merasa takut pada kandungannya saat ini. Ia takut jika wanita itu akan mencelakai janinnya.
“Kenapa? Tak bisa menjawab karena ketakutan ya?”
Kemudian wanita itu tertawa dengan kencangnya.
Wanita itu langsung mencengkram dagu Yuna dengan kencang. “Aku datang dan muncul dihadapanmu tentu ada maksud lain, kamu pasti menyadarinya kan?” ia terus menatap Yuna dengan tatapan nyalang dan penuh kebencian. “Ya aku datang kesini untuk membalaskan dendam ku padamu. Apalagi dengan gadis desa rendahan sepertimu!” teriaknya.
“Aku sedang bersabar saat ini, aku menunda keinginanku untuk menyiksamu karena aku ingin menunjukan pertunjukan seru yang pasti akan membuatmu berteriak histeris!” ucapnya sambil tertawa keras kembali.
“Apa yang akan tante lakukan?”
Kini Lena semakin mencengkram kuat dagu Yuna, sampai dagu itu mengeluarkan darah akibat kukunya yang panjang menancap dikulit Yuna.
“Masih berani berbicara ternyata? Gadis rendahan! Kau tak perlu banyak cingcong! Kau pasti akan melihatnya sendiri nanti, tunggulah!”
“Nyonya!”
Seorang pria bertubuh tinggi menghampiri Lena.
“Nyonya ini saatnya, beliau sudah menunggu disana.”
Lena tersenyum semirk. “Baiklah, kuserahkan dia kepadamu! Bawa dia!” titahnya.
Lalu pria itu melepaskan ikatan Yuna, dan membawa Yuna dengan paksa.
“Aku akan dibawa kemana? Lepaskan aku!”
Teriak Yuna yang lagi-lagi hanya ditertawakan oleh Lena.
“Puas aku melihatnya ketakutan.”
°°°
Zeen dengan berjalan angkuh menuju gedung tua yang sudah lama tak ditempati. Sesuai dengan permintaan, ia saat ini berjalan sendiri dilorong yang sepi dan tak ada palita pun yang menyinari jalanan. Dirinya seakan tak takut sama sekali jika dirinya nanti akan mendapatkan serangan dadakan dari sang penculik. Yang ada dipikirannya saat ini adalah menyelamatkan istrinya dan kedua calon anaknya.
Bahkan saat ia masuk kedalam salah satu ruangan, para penjagaan disana yang merupakan suruhan dari sang penculik diam saja dan tak menyerang Zeen sama sekali. Hal itu membuat Zeen sendiri merasa keheranan.
“Yuna!!” teriak Zeen saat sudah berada ditengah-tengah ruangan.
“Cepat bawa istriku sekarang! Maka kupastikan kau tak akan menginjakkan kakimu didunia!” teriak Zeen mengancam.
Prok! Prok! Prok! Prok!
__ADS_1
Terdengar suara tepuk tangan yang sangat keras berasal dari samping kiri Zeen. Tentu Zeen langsung mengalihkan pandangannya.
“Wah? Aku salut akan cintamu itu? Bahkan kau tak mencariku lebih dulu dan memilih mencari istrimu itu? Sungguh cinta yang luar biasa ....”
Zeen berjalan dengan tergesah menghampiri sosok wanita itu, dan tanpa ba-bi-bu, Zeen langsung mencekik leher putih itu dengan amarah yang menguar.
“Cepat bawa istriku kemari Laura sialan! Aku tak akan mengampunimu jika istriku terjadi sesuatu!” teriak Zeen dengan menatap tajam wanita yang ada didepannya. Yang tentunya adalah mantannya sendiri.
Laura terkekeh saat Zeen mengeluarkan amarahnya. “Bahkan kau mengumpatiku? Hanya demi gadis jelek tak tahu diri itu? Bahkan kau melupakan cinta kita yang sudah terjalin selama dua tahun, dan itu lagi-lagi hanya demi istri kampunganmu itu?”
“Jaga mulut kotormu itu! Aku tak ingin berasa-basi lagi, cepat tunjukkan dimana istriku!” bentak Zeen yang sudah kepalang emosi.
Laur terkekeh saja mendengar itu. “Baiklah karena kau tak sabaran, aku akan dengan berbaik hati menunjukan idaman istrimu itu.” Jelasnya yang sedikit terbata akibat Zeen yang mencekiknya.
Zeen langsung melepaskan tangannya. “Tunjukkan!”
Laura tersenyum semirk, kemudian dengan langkah pasti wanita itu membawa Zeen kesuatu ruangan yang lain.
“Istrimu ada didalam!” tunjuk Laura.
Zeen mengerutkan alisnya sejenak. “Semudah itu?” gumam Zeen bingung.
Dan tak mau berlama-lama, Zeen berjalan dengan langkah panjangnya masuk kedalam ruangan itu dan melihat ada sosok yang tengah duduk sambil diikat disana. Ia beranggapan jika itu adalah istrinya karena baju yang dikenakan sama persis seperti milik Yuna.
“Istriku–”
Tenggorokan Zeen tercekat, saat melihat jika bukan istrinya yang diikat dikursi kayu itu. Melainkan sebuah boneka yang dibuat dari rajutan ranting kering rerumputan.
Brak!!
Terdengar suara pintu yang ditutup dengan keras.
“Sialan!” umpat Zeen baru menyadari jika ia tengah ditipu.
“Selamat menikmati malammu dengan istrimu Zeen! Hahahaha!”
Laura berjalan dengan anggun menyusui koridor bangunan tua itu. “Jika aku tak bisa mendapatkanmu, maka orang lain juga tak akan bisa mendapatkanmu Zeen sayangku ....” gumamnya sambil tersenyum kesenangan.
Sedangkan Zeen yang tengah dikunci dari luar itu, tengah menatap tak percaya pada sosok makhluk bertaring panjang dan besar yang ada dihadapannya itu.
“Beraninya dia membiarkanku berduaan dengan harimau liar ini!” gumam Zeen dengan jantung yang dibuat syok berkali-kali.
TBC.
°°°
__ADS_1
Masalah Yuna diculik akan selesai beberapa bab lagi ya gaes😁 jadi mohon ditunggu walau sedikit membosankan, tapi othor akan berusaha nulis cerita ini biar agak seru sampai ending yang akan mendatang....
Dan terimakasih bagi kalian yang sudah setia membaca karya Author sampai dititik ini! Walau setengah pembaca othor pada potong jalan ditengah², tapi tak apa othor tetap akan lanjut terus. Jadi nikmatilah cerita ini sampai end!🤝