Ranjang Hangat Pamanku

Ranjang Hangat Pamanku
Pembunuhh Bayaran


__ADS_3

"Bos, kami telah tiba di Korea dan sedang mencari target Anda. Apa yang harus kami lakukan? Menangkapnya lalu menghadapkannya pada Anda, atau langsung membunuhnya?!"


Sonny dengarkan baik-baik kada demi kata dari orang yang menghubunginya. Itu adalah orang yang dia kirim ke Korea untuk mencari dan menghabisi Kevin. Sonny tidak akan membiarkan anak-anak Steven mengambil kembali semua harta yang sekarang menjadi miliknya.


"Langsung bunuh saja. Karena lebih cepat mati maka lebih baik lagi!! Jangan buang-buang waktu lagi, lakukan tugasmu dengan segera!!" perintah Sonny pada orang yang menghubunginya.


"Baik, Boss." kemudian orang itu mengakhiri panggilan telfonnya begitu saja.


Sonny menoleh ke belakang saat mendengar derap langkah seseorang yang datang. Terlihat kedatangan Agnes, wanita itu terlihat cantik dan seksi dalam balutan bawang merahnya. Sonny tidak tahu alasan wanita itu berpenampilan menggoda.


Pria itu memperhatikan penampilan Agnes dari ujung rambut sampai ujung kaki, wanita itu terlihat menggoda di matanya dan membuat libidoo Sonny meningkat dua kali lipat. Sepertinya Agnes memang sengaja ingin menggodanya.


"Malam Ini begitu dingin. Apa tidak sebaiknya jika kita berdua saling menghangatkan?" ucap Agnes sambil memainkan jari-jari lentiknya di atas ada bidang Sonny yang tersembunyi di balik kemeja hitamnya.


Sonny menatap wanita itu dengan seksama. Hampir 1 tahun mereka tinggal di bawah satu atap yang sama, baru kali ini Sonny memperhatikannya dengan begitu serius. Ternyata Agnes benar-benar cantik, dan kenapa dia tidak menyadarinya sejak awal. Bahkan Agnes lebih cantik dari Ella.


"Kenapa kau begitu cantik, Agnes? Aku benar-benar bodoh karena baru menemukan harta karun yang berkilauan sepertimu sekarang. Padahal selama ini kau selalu berada di dekatku, tapi Bodohnya Aku tidak pernah memperhatikanmu." Ucap Sonny sambil membelai pipi Agnes dengan lembut.


"Aku ingin melakukan beberapa hal romantis denganmu sebelum kita melangkah lebih jauh. Aku juga sudah menyiapkan minuman untuk kita berdua." Agnes bangkit dari pangkuan Sonny untuk mengambil minuman yang telah dia siapkan.


Diam-diam Agnes memasukkan sesuatu ke dalam minuman milik Sonny. Sebutir pil yang entah apa guna dan khasiatnya. Setelah mengaduknya sebentar, Agnes kembali pada Sonny lalu memberikan Minuman itu padanya.


"Ini adalah wine yang aku dapatkan dari pelelangan, dan aku ingin menikmatinya bersamamu. Karena harganya sangat mahal, aku ingin kita menikmatinya perlahan-lahan." Tutur Agnes.


Sonny tersenyum miring. "Malam ini aku pasti akan membuatmu menyerukan namaku sampai pagi," ucap Sonny lalu mencium bibir Agnes untuk mengawali kegiatan panas mereka setelah ini.


Diam-diam agnes menarik sudut bibirnya dan tersenyum miring melihat Sonny mulai meneguk wine-nya. Dan setelah ini dia akan tertidur pulas dalam waktu yang lama. Tidak perlu melakukan hal menjijikkan dengan pria ini, namun Agnes akan mendapatkan hasil yang memuaskan.


xxx

__ADS_1


Sebuah sedan hitam menghadang mobil milik Kevin dengan tiba-tiba. Membuat Viona dan Kevin saling bertukar pandang, mereka saling menatap dengan bingung.


Beberapa orang keluar dari Van tersebut dan menghampiri mobil Kevin. Mereka semua bersenjata. Baik Kevin maupun Viona tidak ada yang mengenali mereka. Orang-orang itu sangat asing bagi mereka berdua.


"Ge, apa kau mengenal orang-orang itu?" tanya Viona memastikan.


Kevin menggeleng. "Tidak." dan menjawab singkat.


Dua diantaranya menggedor kaca pintu di sebelah kiri Kevin dan memintanya untuk segera turun. Mereka berusaha untuk memecahkan kaca mobilnya, namun tidak bisa. Bahkan peluru yang mereka lepaskan pun tidak mampu menembus kaca tersebut.


"Aku akan keluar sekarang," Kevin melepas sabuk pengamannya kemudian keluar dari mobilnya. Begitupun dengan Viona, dia tidak mungkin diam begitu saja saat melihat suaminya berada dalam bahaya. "Siapa kalian dan apa masalah kalian denganku?" tanya Kevin pada orang-orang itu.


"Tidak penting siapa kami. Cepat maju dan habisi mereka berdua!!" perintah pemimpin gerombolan tersebut.


Kevin dan Viona mundur beberapa langkah ke belakang. Mereka membutuhkan ruang yang lebih lebar supaya lebih leluasa untuk menghadapi mereka. Perkelahian berlangsung tidak seimbang. Kevin dan Viona di keroyok sedikitnya sepuluh orang dan mereka semua bersenjata lengkap.


Serangan demi serangan yang mengarah padanya dapat di tahan dengan mudah oleh Kevin. Kevin tidak membiarkan mereka menyentuh tubuhnya sama sekali.


Santai bukan berarti Kevin tidak bisa melakukan seperti yang Viona lakukan. Bahkan dia bisa lebih sadis dan lebih bringas jika kesabarannya telah habis.


Tiba-tiba Kevin berhenti dan menatap delapan orang tersisa satu persatu. "Sebelum aku hilang kesabaran dan mengantarkan kalian semua ke neraka. Beritahu aku kenapa kalian harus mencari masalah dan gara-gara denganku?! Sedangkan aku tidak merasa memiliki masalah dengan kalian,"


"Memang benar yang kau katakan. Kita memang tidak pernah memiliki masalah denganmu, dan kami hanya menjalankan tugas dari Bos. Dan jika kau ingin membuat perhitungan, sebaiknya cari dia saja karena kami hanya menjalankan tugas." Jawab salah satu dari kedelapan pria itu.


"Memangnya siapa bos kalian?" tanya Kevin sekali lagi.


"Sonny Li, itu nama bos kami Dan orang yang memerintahkan untuk menghabisi mu. Apa sekarang sudah jelas? Karena aku tidak ingin membuatmu mati penasaran, maka dari itu aku memberitahumu siapa yang menyuruh kami."


Kevin terdiam selama beberapa detik. Sonny Li, jika dia adalah orang yang memegang kekuasaan dan mengelola seluruh kekayaan milik mendiang ayah dan kakeknya.

__ADS_1


Sepertinya dia sudah tahu tentangnya dan Frans, rupanya pria itu adalah orang yang berbahaya dan juga tamak. yang tentu saja Kevin tau alasan kenapa Sonny Li sampai-sampai mengirim orang untuk menghabisinya, karena dia tidak ingin harta keluarga Li jatuh ke tangannya dan juga Frans.


"Oh, jadi dia yang menyuruh kalian. Karena aku sudah tahu siapa dalangnya. Maka dari itu aku bisa mengirim kalian pergi ke neraka dengan tenang!!" Kevin menarik sudut bibirnya menciptakan seringai tajam dan berbahaya yang tersungging di bibirnya.


Auranya sangat berbeda dari sebelumnya. Kevin terlihat begitu berbahaya. Membuat kedelapan orang itu menjadi merinding sendiri ketika melihat sorot matanya yang tajam dan penuh intimidasi.


"Ge, orang-orang seperti mereka sebaiknya jangan diberi ampun. Tanganku benar-benar sudah gatal ingin mengirim mereka semua ke neraka." Ucap Viona. Dia menoleh dan menatap Kevin sesaat.


"Kau mundur saja, jangan sampai tanganmu berlumur darah." Ucap Kevin. Dia mulai serius, dan jika sudah begini maka Kevin tidak bisa di hentikan lagi.


Viona menutup matanya saat Kevin memulai aksinya. Dia menghabisi orang-orang itu dengan cara yang brutal. Ada yang kepalla dan tubbuhnya terpisah, ada pula yang kepallanya nyaris putus akibat tebasan benda tajjam milik Kevin. Tujuh orang telah terkapar dalam keadaan mengenaskan. Menyisakan satu orang lagi. Dia tampak ketakutan melihat teman-temannya tewas dengan cara mengenaskan.


"GE!! ITU SANGAT MENGERIKAN!!" jerit Viona dengan tubuh gemetar. Dia sungguh tidak menduga jika Kevin akan melakukan hal yang sangat sadis dan brutal seperti itu.


"Aku biarkan kau hidup. Urus teman-temanmu dan kembali pada bos-mu. Beritahu dia supaya berpikir ulang sebelum mencari masalah denganku!! Ayo pergi," Kevin meraih tangan Viona dan membawa wanita itu meninggalkan lokasi. Beruntung ini adalah tempat sepi sehingga tidak ada orang lain yang melihat aksi brutal Kevin.


Sesekali Viona menoleh ke belakang. Namun dengan cepat di cegah oleh Kevin. Dia tidak ingin membuat Viona sampai trauma karena kejadian barusan. Sepertinya Viona baik-baik saja. dia memang sedikit terkejut tetapi tidak trauma ataupun ketakutan. Seperti sudah sering melihat insiden yang sama dalam hidupnya.


"Ge, itu tadi sangat mengerikan. Bisa-bisanya kau menghabisi mereka tanpa melihat sedikit pun," komentar Viona di tengah langkahnya. Dia sampai merinding sendiri melihat bagaimana cara Kevin menghabisi mereka.


"Sudah jangan banyak berkomentar. Kau ingin makan malam di mana?" tanya Kevin.


Viona menggeleng. "Aku sudah tidak lapar dan tidak ingin makan. Perutku agak sedikit mual melihat bagaimana caramu menghabisi mereka semua." Ujar Viona.


"Lalu kau ingin pergi ke mana?" tanya Kevin lagi.


"Aku rasa ke taman tidak ada salahnya. Kita bisa melihat orang-orang berkencan dan bermesraan sepertinya cukup seru. Apalagi kita tidak pernah berkencan dan langsung menikah." Ujar Viona berceloteh.


Kevin mendengus. Bisa-bisanya dia mengatakan mereka tidak pernah pacaran sebelumnya. Tapi Kevin tidak mau ambil pusing dengan ocehan Viona, dia mengabaikannya dan membiarkan Viona mengoceh sesuka hatinya.

__ADS_1


xxx


Bersambung


__ADS_2