Ranjang Hangat Pamanku

Ranjang Hangat Pamanku
Apa Kau Ingin Lagi?


__ADS_3

Satu jam telah berlalu setelah percintaan panas mereka berdua. Viona sudah tertidur pulas sejak tadi, sementara Kevin masih terjaga. Saat ini Kevin sedang minum bersama Frans dan beberapa anak buahnya.


Tidak ada yang berani bertanya tentang apa saja yang tadi dia lakukan di kamar bersama Viona sebagai pengantin baru. Mereka tidak ingin mendapatkan masalah dari Kevin, termasuk Frans. Meskipun penasaran tetapi dia lebih memilih untuk tutup mulut dan menguncinya rapat-rapat.


"Ge, apa tidak apa-apa kau meninggalkan Viona Nunna sendirian?" tanya Frans.


Kevin menoleh. "Memangnya kenapa?" kevin balik.


Frans menggelengkan kepala. "Tidak apa-apa, takut dia mencarimu." jawabnya. "Oya, Ge. Kira-kira Berapa lama kita akan di sini? Bisakah liburan kita diperpanjang satu atau dua hari? Aku masih betah di sini, jangan pulang dulu , ya." Mohon Frans merengek.


Jarang-jarang dia bisa liburan ke luar negeri seperti ini, apalagi ke Jerman. Dan Ini pertama kalinya Frans menginjakkan kakinya di Negeri Bir tersebut.


"Hm, itu juga yang aku pikirkan. Masih banyak tempat yang ingin aku kunjungi bersama Viona," Jawab Kevin.


"Bagus sekali. Ge, aku tinggal dulu ya. Ada banyak bunga di bawah sana, sayang sudah tidak dinikmati dengan baik." Ucap Frans dan pergi begitu saja. Kevin mendengus dan menggelengkan kepala melihat tingkah adiknya.


Ponsel dalam saku jas milik Kevin berdering. Ada panggilan masuk dan nama Rico menghiasi layar ponselnya yang menyala terang. Penasaran kenapa Rico menghubunginya, kevin pun segera menerima panggilan tersebut.


"Ada apa kau menghubungiku?" tanya Kevin tanpa basa-basi.


"Tuan, mansion kedatangan tamu tidak diundang. Apa Anda mengenal wanita bernama, Cintia? Wanita itu tiba-tiba datang dan tidak mau pulang, dia selalu bertingkah seperti Nyonya. Tuan,apa yang harus kami lakukan untuk mengatasi wanita itu? Dia benar-benar membuat kami frustasi," ujar Rico.


Tiba-tiba Kevin terdiam. Dia bertanya-tanya Kenapa wanita itu tiba-tiba kembali. Cintia, mantan kekasihnya. Wanita yang dulu pernah ingin Kevin nikahi, tetapi sayangnya wanita itu meninggalkannya tanpa sebab dan alasan yang akhirnya membuat rasa cinta yang Kevin miliki berubah menjadi benci.


"Usir wanita itu keluar dari sana. Aku tidak ingin wanita itu ada di kediaman Zhang lagi." Ucap Kevin.

__ADS_1


"Baik, Tuan. Akan kami usahakan, kalau begitu teleponnya saya tutup dulu." Ucap Rico dan mengakhiri telfon itu begitu saja.


Kevin menghela nafas panjang. Ada saja masalahnya. Disaat dia baru saja memulai kehidupan barunya bersama Viona, tiba-tiba masa lalunya datang dan mencoba untuk mengusik hidupnya kembali. Namun Kevin tidak akan membiarkannya apalagi membiarkan wanita itu mengusik rumah tangganya dengan Viona.


Pria itu bangkit dari duduknya dan pergi begitu saja. Kevin hendak kembali ke kamar untuk melihat Viona dan beristirahat. Bisa-bisa dia mencarinya jika bangun dan tidak menemukan dirinya berbaring disebelahnya.


xxx


"Kau berani mengusirku?!" Cintia menatap Rico dengan marah. Dia tidak terima diusir oleh orang yang posisinya lebih rendah darinya.


"Aku hanya menjalankan perintah dari, Tuan. Dia ingin kau pergi dari sini, jadi cepat kemasi semua barang-barang mu dan tinggalkan rumah ini sekarang juga!!" Pinta Rico menuntut.


Dia hanya menjalankan perintah dari Kevin. Kevin memerintahkan padanya supaya mengusir Cintia keluar dari kediaman Zhang. Dan jika wanita itu tetap menolaknya, maka Rico akan menggunakan kekerasan supaya wanita itu pergi dan angkat kaki dari rumah ini.


Cintia menggeleng. "Aku tidak akan pergi dari sini!! Kau tidak akan bisa mengusirku keluar dari rumah ini, aku adalah calon Nyonya di sini dan untuk itu diriku berhak untuk tetap berada disini!!" ucapnya menegaskan.


Wanita itu pun tidak terima karena Rico bersikap kurang ajar padanya. Bahkan dia tidak bisa menghargainya sama sekali sebagai calon nyonya di rumah ini.


"Silahkan pergi dari sini dan jangan coba-coba kembali!!" Pinta Rico. Dia membuang semua barang-barang milik Cintia keluar pagar dan mendorongnya dengan kasar. Ini peringatan untuk siapapun. Jangan pernah membukakan pagar apalagi menerima wanita ini jika dia kembali lagi kemari, dan ini perintah langsung dari Tuan."


"Baik, kami mengerti." semua menjawab dengan kompak


Cintia menghentakkan kakinya dengan kesal. Baru kali ini dia dipermalukan dan diperlakukan seperti ini, Cintia pasti akan balas dendam dan membalas mereka semua satu persatu, Rico terutama. Setelah dia berhasil menikah dengan Kevin, orang pertama yang akan dia pecat adalah Rico.


"Awas kalian semua, dan kau terutama. Setelah aku berhasil menikah dengan Kevin, kau adalah orang pertama yang akan aku pecat!!" ancam Cintia dan pergi begitu saja.

__ADS_1


Cintia membiarkan dirinya kali ini kalah, tetapi setelah ia mencapai tujuannya, maka tidak ada orang yang berani mengusik dan membuatnya marah. Siapapun yang berani membuatnya marah dan kesal hari ini.


xxx


Viona membuka matanya dan mendapati Kevin berbaring di sebelahnya. Hampir saja dia berteriak histeris saling kagetnya saat membuka mata dan mendapati Kevin berbaring di sampingnya. Meskipun ini bukan pertama kalinya mereka tidur satu ranjang, tapi tetap saja Viona terkejut.


Wanita itu menutup matanya dan menghela nafas. Rasanya Viona benar-benar tidak percaya jika ia dan Kevin sudah menikah, apalagi pernikahan mereka dilakukan secara mendadak dan tiba-tiba. Bukan karena Viona sudah berbadan dua, tetapi karena hal lain.


"Paman, ternyata kau benar-benar tampan." ucapnya setengah berbisik.


Viona mengangkat tangan kanannya dan mengarahkan pada wajah Kevin. Menyusuri setiap lekuk wajah Tampan itu, menyentuhnya dengan penuh kelembutan. Dan ternyata apa yang Viona lakukan mengusik tidur nyenyaknya.


"Apa masih belum cukup yang kita lakukan semalam? Apa kau masih ingin melanjutkannya lagi?" kelopak mata itu terbuka perlahan dan memperlihatkan mata hitam yang dingin, yang langsung bersirobok dengan sepasang Hazel indah milik Viona.


Wanita itupun langsung gelagapan dibuatnya. Buru-buru Viona menggelengkan kepala. "Tidak tidak tidak, yang semalam saja masih terasa malah mau di tambah lagi. Aku tidak mau," jawab Viona menimpali.


Kevin terkekeh pelan. Padahal dia hanya bercanda tapi Viona menanggapinya dengan serius. "Kenapa kau serius sekali? Padahal aku cuma bercanda," ucap Kevin sambil bangkit dari berbaringnya. Lelah terlihat jelas dari raut wajahnya.


"Paman, ayo pulang. Tempat ini terlalu bising aku jadi tidak bisa tidur," ucap Viona.


Kevin memicingkan matanya. "Kau tidak bisa tidur?" wanita itu menganggukkan kepala, membenarkan apa yang kevin tanyakan. Pria itu mendengus dan menatap Viona dengan geli. Jelas-jelas dia tadi tertidur pulas, lalu kapan tidak bisa tidurnya?


"Baiklah," Kevin menganggukkan kepala, menyetujui ajakan Viona.


xxx

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2