Ranjang Hangat Pamanku

Ranjang Hangat Pamanku
Pembanttaian


__ADS_3

Taksi itu berhenti di depan sebuah bangunan mewah yang memiliki dua lantai. Dua orang perempuan cantik keluar dari taksi tersebut. Perempuan cantik ber helaian coklat terang itu menoleh pada perempuan bersurai coklat gelap di sampingnya.


"Jadi ini tempat tinggal bajingan itu?" tanya wanita berhelaian coklat terang itu memastikan.


Wanita disampingnya mengangguk. "Ya, disinilah dia tinggal. Dan di tempat ini pula dia menyekap orang tuaku." Ucapnya dengan mata berkaca-kaca.


Tepukan pelan pada bahu kanannya membuat perhatiannya teralihkan. "Kita selamatkan orang tuamu sama-sama. Sekarang kau tidak sendirian, jadi dirimu tidak memiliki alasan untuk takut lagi pada dia dan orang-orangnya!!"


Mereka berdua adalah Viona dan Isabelle. Setelah mendengar kisah hidup Isabelle dan alasan kenapa dia mau menerima pekerjaan kotor tersebut, hati Viona pun menjadi luluh dan dia mau memaafkannya.


Sebenarnya mereka berdua sudah saling mengenal dan pernah bersahabat baik. Namun hubungan mereka renggang dan hancur karena sesuatu yang sebenarnya hanya salah paham.


Isabelle sempat terkejut ketika memasuki ruangan inap Kevin dan mendapati Viona di dalam sana. Alasan kenapa Viona bersikap dingin dan berbicara ketus pada Isabelle karena rasa benci Viona padanya, dia pernah mengecewakannya yang membuat wanita itu sulit untuk percaya lagi padanya.


"Maaf, kami datang terlambat." Seru seseorang dari arah belakang. Keduanya menoleh dan tiga wanita menghampiri mereka berdua.


"Kalian datang tepat waktu," jawab Viona.


Tiga orang itu membulatkan matanya melihat Isabelle dan Viona bersama-sama, terlebih lagi mereka terlihat baik-baik saja seperti tidak pernah terjadi masalah apa-apa sebelumnya. Meskipun penasaran, ketiga wanita itu menahan diri untuk bertanya. Sekarang masih ada hal yang lebih penting yang harus di selesaikan.


"Kita susun rencana sebelum masuk ke dalam. Sabelle, kau pergilah bersama Sania dan selamatkan orang tuamu. Aku akan masuk bersama Sunny dan Vania." Ucap Viona dan dibalas anggukan oleh Isabelle.


Kemudian mereka pun berpencar. Viona dan kedua temannya masuk ke dalam untuk mencari Glenn, sedangkan Isabelle dan Sania pergi menyelamatkan orang tua wanita berhelaian coklat tua tersebut. Kedatangan Viona dan teman-temannya langsung di sambut oleh anak buah Glenn yang semua bersenjata.


"Siapa kalian dan mau apa datang kemari?" tanya salah seorang dari ketujuh pria itu.


Bukannya sebuah jawaban. Justru sebuah peluru yang dia dapatkan. Tubuh pria itu ambruk setelah mendapatkan terjangan timah panas pada dada sebelah kirinya. Dan apa yang Viona lakukan memancing emosi teman-temannya, perkelahian pun tidak bisa terhindarkan.


Perkelahian yang tidak seimbang. Tiga lawan enam. Meskipun mereka bertiga adalah seorang wanita yang terlihat lemah dan tidak bertenaga, tapi siapa yang menduga jika kemampuan mereka bertiga tidak bisa di remehkan. Ketiganya sangat mahir dalam bela diri, dan kemampuan mereka dua tingkat di atas mereka berenam.


Dua dari enam orang berhasil di tumbangkan, tersisa empat orang lagi. Viona dan kedua temannya menghajar mereka tanpa ampun.


"Disini serahkan pada kita berdua. Kau masuklah dan cari pria itu, karena lebih cepat lebih baik." Ucap Vania dan dibalas anggukan oleh Viona.


"Kalian hati-hati," pesan Viona pada Vania dan Sunny.


"Kau juga," jawab keduanya menimpali. Viona mengangguk. Kemudian wanita itu memisahkan diri dari Vania dan Sunny.


Namun tidak berjalan mulus. Dia dihadang oleh beberapa anak buah Glenn yang datang secara berkelompok. Untungnya Viona telah membuat persiapan yang sangat matang sebelum datang ke tempat ini. Sedikitnya ada lima senjata api yang telah dia persiapkan.

__ADS_1


Viona melepaskan tembakan pada setiap orang yang datang kearahnya. Satu persatu dia tumbangkan tanpa harus terlibat perkelahian. Hanya gerakan-gerakan ringan untuk menghindari serangan yang mengarah padanya.


"Kalian majulah," seru Viona menantang. Dia tak gentar sedikit pun meskipun jumlah mereka banyak dan dia hanya sendirian. Sudah terlalu sering Kevin melindunginya, maka kali ini giliran dia yang melindunginya. Viona tidak akan membiarkan siapa pun menyakiti Kevin, suaminya!!


xxx


"Ge, Nunna hilang!!"


"Apa?" kaget Kevin. Dia membuka mata kanannya yang sebelumnya tertutup setelah mendengar apa yang baru saja Frans katakan. "Hilang bagaimana?" tanya Kevin dengan bingung.


"Iya, hilang. Dia pergi sudah lebih dari tiga jam dan belum kembali sampai sekarang. Dan sebelum pergi, dia menitipkanmu padaku katanya ada urusan. Tapi Vio Nunna malah tidak ada kabar sama sekali, dan sampai detik ini belum juga kembali." ujar Frans menuturkan.


Bodoh, kenapa Kevin tidak menyadarinya. Karena dia pikir Viona pergi karena kembali ke rumah mereka untuk mengambil pakaian dan berisitirahat. Kevin mencoba menghubungi Viona, tapi ponselnya malah tidak aktif dan itu membuatnya menjadi panik setengah mati.


"Ge, kau mau kemana?" kaget Frans melihat Kevin melepas selang infusnya.


"Aku harus mencari Viona. Aku tidak bisa tenang sebelum menemukannya." Jawab Kevin sambil turun dari ranjang.


Kevin melepas piyama rumah sakit yang melekat di badannya dan menggantinya dengan kemeja warna gelap lengan terbuka. Dia hendak mencari Viona, Kevin tidak akan bisa merasa tenang sebelum menemukannya. Dan Kevin tidak akan memaafkan dirinya sendiri jika sesuatu yang buruk sampai menimpanya.


"Tapi, Ge. Kondisimu masih belum stabil, kau harus istirahat!!" seru Frans sambil berlari mengejar Kevin yang berjalan menjauh. Namun tidak dihiraukan oleh Kevin , dia tetap pergi untuk mencari Viona. "Ge, tunggu." Seru Frans sambil berlari menyusul Kevin.


Frans tidak mungkin membiarkan Kevin pergi sendirian, meskipun kondisinya sendiri tidak baik-baik saja tapi Frans tetap ikut pergi. Dia tidak ingin menempatkan Kevin berada dalam bahaya.


"Apa?!" kegat Kevin. "Bodoh!! Lalu kenapa kau tidak memberitahuku dari tadi?!" ucapnya dengan marah.


"Aku lupa. Ge, tunggu aku!!"


xxx


Viona menyeka darah di lehernya. Matanya yang tajam menatap satu persatu orang yang bergelimpangan di lantai dalam keadaan bersiimbah darah. Nafasnya naik turun tak beraturan. Lelah terlihat di wajahnya.


"Inilah kalau kalian berani mencari masalah denganmu!!" ucap Viona sambil melangkah pergi.


Tujuannya sekarang adalah Glenn, sejak tadi pria bernama Glenn itu belum menampakkan batang hidungnya. Sebenarnya Viona tidak tau dia yang mana, dan dia hanya mengikuti instingnya saja.


Viona naik ke lantai dua. Ada tiga pintu dan Viona tidak tahu pintu nomor berapa tempat Glenn berada, sepertinya dia harus membuka satu persatu.


Sementara itu, masih di tempat yang sama namun di lokasi berbeda. Dua orang tengah ketakutan setelah mengetahui jika seluruh anak buahnya tidak ada yang selamat satu pun, mereka dibantai dengan sadis oleh seorang wanita psycho.

__ADS_1


"Tuan, bagaimana ini? Apa yang harus kita lakukan sekarang? Tidak ada satu orang pun dari anak buah kita yang masih hidup, wanita gila itu menghabisi mereka semua tanpa menyisakan satupun." Ucap pria berjas itu pada Glenn.


"Jangan bertanya padaku, aku sendiri tidak tahu. Sebaiknya kau cari cara untuk mengatasi wanita gila itu!!"


Glenn benar-benar pusing setengah mati. Dia panik dan juga ketakutan. Selama ini dia sangat berani, kuat dan berkuasa karena memiliki banyak anak buahnya. Tapi sekarang tidak ada lagi orang yang akan melindunginya, wanita itu telah membantai semuanya tanpa menyisakan satu pun.


BRAKKK...


"Ayam ayam ayam!!" teriak mereka berdua. Pintu ruangan itu di dobrak dari luar. Viona datang dengan membawa dua senjata di tangannya.


"Wanita gila, apa yang kau lakukan disini? Pergi dari sini, aku tidak memiliki masalah denganmu!!" seru Glenn.


"Kau memang tidak memiliki masalah denganku , karena masalahmu dengan suamiku!!" balas Viona menimpali. "Dan aku datang sebagai malaikat mautmu!!"


"Ka..Kau mau apa?" tanya Glenn dangan panik.


Viona menyeringai tajam. "Kau tanya untuk apa? Tentu saja untuk mengambil nyawamu!!" jawabnya menimpali. Viona mengangkat senjata ditangannya dan mengarahkannya pada Glenn. "Bersiaplah untuk bertemu dengan malaikat maut!!"


"TIDAK!!" Glenn berteriak histeris melihat tubuh anak buahnya ambruk di depan matanya setelah berusaha untuk melindunginya. Dua tembakan menerjang dadanya. "WANITA SIALAN, APA YANG KAU LAKUKAN?! AKU AKAN MEMBUNUHMU!!"


Kembali tembakan Viona lepaskan kearah Glenn, membuat tubuh pria itu ambruk seketika. Tiga tembakan sekaligus , Viona menghabisinya tanpa ampun. Setelah menyelesaikan tugasnya, Viona melenggang pergi meninggalkan ruangan tersebut.


Sangat menggelikan, seorang Bos Mafia ternyata sangat lemah dan selama ini hanya berani dibalik perlindungan anak buahnya. Sekarang yang perlu Viona lakukan adalah kembali ke rumah sakit, Kevin bisa panik jika dia pergi terlalu lama.


"Viona," seru Sania sambil menghampiri Viona.


"Kalian baik-baik saja?" tanya Viona memastikan, mereka mengangguk dengan kompak.


"Lalu bagaimana denganmu? Kau baik-baik saja bukan?" tanya Vania.


"Aku baik-baik saja dan hanya terluka sedikit. Dimana Isabelle?" tanya Viona.


"Dia membawa kedua orang tuanya ke rumah sakit. Keadaan orang tuanya sangat memprihatinkan, mereka lemas karena kekurangan cairan. Kau terluka," ucap Sunny melihat luka gores di leher Viona.


Wanita itu menggeleng. "Tidak apa-apa, hanya luka ringan saja. Ya sudah, aku pergi dulu. Terimakasih untuk bantuan kalian hari ini, lain kali aku pasti akan menceritakan bagaimana kami bisa berbaikan. Yang jelas semua hanya salah paham. Suamiku bisa panik dan cemas jika aku tidak kembali sekarang, aku pergi dulu." Ucap Viona dan pergi begitu saja.


Mereka bertiga saling bertukar pandang setelah mendengar apa yang Viona katakan. "Suami!!" dan berseru dengan kencang. Viona hanya tersenyum sambil melambaikan tangannya.


Beruntung dia dan teman-temannya berada di kota yang sama. Sehingga Viona bisa meminta bantuan pada mereka. Dan tanpa bantuan mereka, pasti rencananya hari ini tidak berjalan dengan lancar. Sekarang dia bisa menikmati liburannya dengan Kevin dengan tenang. Mereka berdua masih berbulan madu aetalh Kevin sembuh.

__ADS_1


xxx


Bersambung


__ADS_2