
Kejanggalan di rasakan oleh beberapa pelayan yang bekerja di rumah Aiden. Sudah sejak semalam mereka tidak melihat batang hidung tiga pelayan yang biasanya bertugas menyiapkan sarapan dan makan malam. Tidak ada seorangpun orang-orang di rumah itu yang tahu ke mana perginya mereka bertiga.
Membuat mereka kebingungan dan bertanya-tanya, karena tidak biasanya seseorang menghilang tanpa ada penjelasan dan jejak sama sekali.
"Ada apa? Kenapa kalian terlihat panik dan cemas?" tanya Luna pura-pura tidak tahu apa-apa, jelas-jelas dia tahu betul alasan mereka tampak cemas dan khawatir
"Nona, apakah Anda melihat tiga pelayan di bagian perdapuran. Mereka yang selalu bertugas menyiapkan sarapan dan makan malam. Tiba-tiba saja mereka menghilang, kami sudah mencari kemanapun namun tidak juga menemukan jejak mereka bertiga." ucap salah seorang pelayan. Dia menjelaskan pada Luna jika tiga pelayan tiba-tiba menghilang tanpa jejak.
Luna tampak berpikir. "Oh mereka, aku tahu. Mereka bertiga meminta ijin padaku untuk berlibur ke Pulau Jeju. Sebenarnya mereka ingin meminta ijin pada Aiden Gege, tapi tidak berani dan aku mengijinkan mereka pergi. Mungkin satu Minggu ke depan baru kembali." Jelas Luna.
Mereka pun menghela napas lega. "Syukurlah kalau begitu. Ya, memang sudah dari lama mereka ingin pergi ke pulau Jeju, tapi tidak berani meminta ijin pada Tuan Muda. Syukurlah kalau begitu, kami bisa lega sekarang. Nona, kalau begitu kami permisi dulu." Ketiga pelayan itu membungkuk dan pergi begitu saja. Mereka tidak menaruh curiga sedikit pun pada Luna.
__ADS_1
Gadis itu menyeringai di tengah langkahnya. Dengan tenang dia menuju kamarnya yang berada di lantai dua. Tidak terlihat batang hidung Aiden, pasti dia belum pulang, pikir Luna.
Luna masuk ke dalam kamarnya dan berjalan lurus ke arah kamar mandi. Gadis cantik itu hendak membersihkan badanya yang terasa lengket semua. Berendam selama beberapa saat di dalam bathtub mungkin bisa membuat sekujur tubuhnya relaks kembali.
.
.
Langit yang semua cerah tiba-tiba menggelap dan butiran-butiran bening tak berwarna berjatuhan dari langit yang hitam. Akhir-akhir ini cuaca memang sulit sekali di prediksikan. Pagi sampai siang hari cerah, dan ketika pedang menjelang malam atau malam menjelang pagi.
Setelah sepuluh menit. Luna keluar dari kamar mandi hanya berbalut handuk yang menutupi sebagai tubuhnya. Dan alangkah terkejutnya Luna ketika mendapati Aiden berada di kamarnya.
__ADS_1
"Ge, kau mengejutkanku saja!!" hardik Luna. Dia menyambar handuk kimono di samping pintu kamar mandi lalu memakainya. Karena tidak mungkin dia hanya berbalut handuk seperti ini.
"Maaf mengejutkanmu. Aku cuma ingin memastikan kau baik-baik saja di rumah ketika aku tidak ada. Dan aku lega karena kau tidak kurang satu apapun. Cepat pakai pakaianmu, jangan sampai kau jatuh sakit karena kedinginan. Aku keluar dulu." Ucap Aiden dan di balas anggukan oleh Luna.
Selepas kepergian Aiden. Di kamar itu hanya menyisakan Luna seorang diri. Gadis itu tersenyum lebar. Kemudian dia mengeluarkan sehelai dress dari dalam lemarinya lalu memakainya. Benar apa kata Aiden dirinya bisa jatuh sakit jika tidak segera memakai pakaiannya.
xxx
Bersambung
Halo riders, maaf kalau telat posh dan bab nya singkat. Author lagi kurang enak badan, matanya panas gak kuat natap layar ponsel lama-lama. Insyaallah setelah membaik up 1000 kata lagi dan 2 bab
__ADS_1