Ranjang Hangat Pamanku

Ranjang Hangat Pamanku
Season 2: Pertemuan Dan Kebenaran


__ADS_3

Sebuah Lamborghini Veneno melaju kencang pada jalanan yang legang. Di balik kemudi seorang pria tampan dengan ekspresi dingin dan datar tengah berbincang dengan seseorang melalui panggilan telfon.


Lelaki tampan nan cantik itu menambah kecepatan pada laju mobilnya. Mobil sport mewah itu melaju dengan kecepatan tinggi pada jalanan beraspal. tujuannya hanya satu, yakni agar ia segera tiba di tempat tujuannya.


Kurang dari dua puluh menit berkendara. Dia tiba di sebuah bangunan mewah yang memiliki tiga lantai.


Pria itu memicingkan matanya dan bertanya-tanya kenapa orang yang menghubunginya mengarahkannya ke rumah tersebut. Jika dia tidak salah ingat, ini adalah kediaman Zhang, dulu saat masih kecil mendiang Kakeknya pernah membawanya ke rumah ini.


Curiga sedang dipermainkan, pria itu yang tak lain dan tak bukan adalah Sean segera menghubungi orang yang memintanya datang ke kediaman Zhang.


"Apa kau berniat menipuku? Kenapa kau malah mengarahkan ku ke kediaman, Zhang?" tanya Sean dengan nada bicara yang kurang bersahabat.


"Tidak!! Karena kau sudah datang ke tempat yang benar. Masuklah, Aku menunggumu di dalam." pinta orang itu.


Sean menghela nafas. Kemudian dia melangkahkan kakinya memasuki bangunan mewah nan megah tersebut. Dia benar-benar ingin tahu alasan orang itu mengarahkannya untuk datang ke kediaman Zhang. Sean akan membuat perhitungan dengannya jika dia berani mempermainkannya.


Di dalam ruangan sudah ada sang Tuan rumah yang pastinya adalah Viona dan Kevin sedang menunggu kedatangannya. Tapi mereka tidak tahu siapa yang datang. Karena Rico dan Frans hanya mengatakan akan ada tamu dan mereka di larang untuk pergi ke mana pun.


Kedatangan seorang pria muda nan tampan mengejutkan empat orang yang sedang mengobrol di ruang keluarga. Viona langsung berdiri ketika melihat kedatangan Sean, ini pertemuan mereka yang ketiga dan lagi-lagi dia merasakan perasaan familiar ketika menatap matanya.


Kemiripan Sean dengan Kevin saat masih muda membuat Viona berpikir jika dia adalah putranya yang hilang. Namun dia tidak berani berasumsi karena takut tertampar oleh kenyataan, apalagi dia pernah mendengar jika di dunia ini ada tujuh orang yang memiliki wajah mirip.

__ADS_1


"Kau siapa? Dan apa yang sedang kau lakukan di sini?" Kevin bangkit dari duduknya dan melayangkan sebuah pertanyaan pada Sean, tatapannya dingin dan kurang bersahabat.


"Jangan salah paham dulu, aku tidak memiliki maksud buruk. Aku datang kemari karena undangan seseorang. Dan aku ingin bertanya, siapa di antara kalian berdua yang menghubungiku dan memintaku untuk datang ke rumah ini?" Sean menatap ketiga pria itu bergantian. Tidak mungkin jika yang memintanya untuk datang adalah Viona, karena yang menghubunginya adalah seorang pria bukan wanita.


"Kami berdua." Sahut Frans dan Rico bersamaan.


Lalu pandangan mereka berdua bergulir pada Kevin dan Viona. "Aku sudah menemukannya, Ge, Nunna. Aiden, kita yang hilang dua puluh lima tahun yang lalu. Dia masih hidup dan baik-baik saja, dan orang itu saat ini berdiri di hadapan kalian!!" ujar Frans.


Pupil mata Viona membulat sempurna setelah mendengar apa yang Frans katakan. Dia membekap mulutnya dengan kedua tangannya, sementara air mata sudah berjatuhan dari pelupuk matanya.


Keterkejutan bukan hanya di rasakan oleh Viona saja, tetapi Kevin juga. Lalu pandangannya bergulir pada Sean yang tampak bingung itu. "Tunggu!! Apa-apaan kau ini? Aiden, siapa dia dan apa hubunganku dengannya?!" Sean benar-benar membutuhkan penjelasan dari mereka berdua.


"Darimana kau bisa mengetahuinya?" Sean menatapnya dengan penuh selidik.


"Karena itu adalah hadiahku untuk Tuan Muda dan Nona Ailee ketika kalian masih bayi. Ada ukiran nama Tuan Muda di dalam liontin itu." Ujar Rico.


Benar apa yang dia katakan. Kalung yang Sean memiliki persis seperti yang diungkapkan oleh Rico. Memang ada ukiran namanya, dan ukiran itu bertuliskan nama 'Aiden' tapi yang menjadi pertanyaannya, bagaimana mungkin mereka berdua bisa mengetahui jika dirinya adalah putra keluarga Zhao yang hilang?


"Aku dan Rico Gege telah menyelidikinya selama bertahun-tahun. Demi menyelematkan Viona Nunna dari kesedihan yang tidak berujung, kami berdua memutuskan untuk menyelidiki tentang kecelakaan 25 tahun yang lalu. Dan tidak mudah bagi kami berdua untuk menemukanmu, butuh bertahun-tahun lamanya hanya untuk memastikan kau benar-benar putra Kakakku yang hilang atau bukan." Ujar Frans panjang lebar.


"Di dalam keluarga Williams ada dua putra angkat, jadi kami tidak ingin salah mengenali orang. Butuh lima tahun untuk bisa menemukan fakta jika Anda memang benar-benar, Tuan Muda." Sambung Rico menambahkan.

__ADS_1


"Apa kalian memiliki bukti lain yang bisa membuktikan jika aku benar-benar Tuan Muda di keluarga ini?" tanya Sean. Sean tidak akan mempercayai ucapan mereka begitu saja tanpa ada lagi bukti yang lebih kuat dari semua bukti yang diungkap oleh Rico dan Frans.


Kemudian Viona menghampiri Sean. "Putraku yang hilang memiliki tanda lahir di bahu kanannya. Jika kau tidak yakin, kita bisa melakukan tes DNA untuk membuktikannya kau benar-benar Aiden kami yang hilang atau bukan. Dan percayalah, jika keyakinan seorang Ibu tidak pernah salah. Sejak pertama kali bertemu denganmu, aku sudah memiliki keyakinan jika kau adalah putraku yang hilang." Ujar Viona panjang lebar.


Sean menyingkap kemejanya di bagian bahunya dan menunjukkan tanda lahir yang dia miliki pada Viona. dan tanda lahir itu semakin memperkuat keyakinannya jika Sean benar-benar putranya yang selama ini hilang, Aiden.


"Tidak di ragukan lagi. Kau memang benar-benar putraku yang hilang, Nak. Kami tidak perlu melakukan tes DNA lagi. Semua bukti sudah ada, jadi apalagi yang perlu dibuktikan untuk membuktikan jika kau benar-benar dia." Ujar Viona.


Kemudian Kevin mendekati Sean. "Nak, coba kau lihat foto yang tergantung di dinding itu. Itu adalah foto Papa ketika masih muda dulu, bukankah kita berdua sangat mirip? Apa kau masih ragu jika dirimu benar-benar putra kami yang hilang?" setelah cukup lama diam, akhirnya Kevin mulai bersuara.


Sean mendekati foto itu dan menatap foto wanita yang berdiri di samping ayahnya, dia yakin dia adalah ibunya. Sean merasa heran, bagaimana bisa Luna bisa semirip itu dengan Viona ketika masih muda.


"Apa ini kau?" pandangan Sean bergulir pada Viona. Wanita itu menganggukkan kepala.


"Ya, itu ketika Mama masih muda. Kenapa, bukankah Mama dulu sangat cantik?" Viona berkata sambil tersenyum simpul.


Sean mengangguk. "Ya, dan kau sangat mirip dengan adik angkat ku, Luna."


xxx


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2