Ranjang Hangat Pamanku

Ranjang Hangat Pamanku
Kau Adikku Yang Hilang


__ADS_3

Kevin menghentikan langkahnya saat tanpa sengaja dia melihat sebuah benda berkilauan berada tepat dibawah kakinya. Hampir saja Kevin menginjaknya. Kemudian Kevin membungkuk untuk mengambil benda tersebut. Sebuah kalung dengan liontin berbentuk hati. Liontin kalung itu Sama persis dengan liontin miliknya.


Karena penasaran, Kevin pun memutuskan untuk membukanya. Pupil mata kanannya membulat sempurna melihat foto di dalam liontin tersebut, sama persis seperti miliknya. Dan foto itu adalah foto keluarga kandung Kevin.


"Tuan, itu adalah kalung milik saya. Bisakah Anda mengembalikannya pada saya? Saya sudah mencarinya kemana-mana rupanya jatuh disekitar sini." Frans tiba-tiba muncul dan meminta kalung itu dari tangan Kevin.


Sontak saja Kevin menoleh dan menatap Frans dengan tatapan yang sulit di jelaskan. "Frans, jadi kalung ini adalah milikmu?" ucap Kevin memastikan. Frans menganggukkan kepala, dan membenarkannya. "Dari mana kamu mendapatkan kalung ini?" tanya Kevin lagi.


Frans menggelengkan kepala. "Saya sendiri tidak tahu, Tuan. Menurut ibu panti, ketika saya diantarkan ke panti asuhan kalung ini sudah melekat di leher saya." Jawab Frans menuturkan.


Kemudian Kevin mengeluarkan kalung dengan liontin yang sama dan menunjukkannya pada Frans. "Aku juga memilikinya." Ucap Kevin dan membuat Frans terkejut bukan main.


"Tu..Tuan, bagaimana bisa Anda juga memiliki liontin yang sama seperti yang saya miliki?" tanya Frans kebingungan.


"Karena kita berdua lahir dari rahim ibu yang sama. Frans, kau adalah bayi dalam foto itu. Kau adalah adik yang selama ini aku cari." Jawab Kevin tanpa banyak basa-basi.


Lagi-lagi ucapan Kevin membuatnya terkejut. Bukan lagi karena mereka berdua memiliki liontin yang sama, melainkan pengakuan Kevin jika Mereka bersaudara. Dengan entengnya, Kevin mengatakan pada Frans jika sebenarnya dia adalah adik yang selama ini ia cari.


Dan Kevin sungguh tidak menduganya, jika ternyata orang yang selama ini dia cari ternyata ada di depan matanya. "Tu..Tuan, jadi Anda adalah..."


Kevin mengangguk. "Ya, aku adalah kakakmu, kakak kandung!!" jawabnya membenarkan. "Apakah kau tidak ingin memeluk Kakakmu?" Kevin merentangkan kedua tangannya. Frans menyeka air matanya lalu memeluk Kevin. Keduanya saling berpelukan selama beberapa saat.


Tanpa mereka sadar, sepasang mata menatap mereka dari kejauhan. Dan orang itu sampai berlinangan air mata karena merasa terharu , siapa lagi orang itu jika bukan Viona. Sama seperti Kevin, dia juga tidak menduga jika saudara Kevin yang dia cari selama ini adalah Frans.


"Ge," bisik Frans. Dia memanggil Kevin dengan sebutan 'Gege' yang berarti Kakak dalam bahasa China.


"Mulai sekarang panggil aku dengan sebutan itu, Frans." Pinta Kevin sambil mengusap punggung Frans dengan gerakan naik-turun.


Kevin bisa menggambarkan perasaan yang ia rasakan sekarang. Antara bahagia, sedih dan terharu semua perasaan itu bercampur aduk menjadi satu. Dia telah menemukan adiknya, sekarang bukan hanya Viona keluarga yang Kevin miliki, tetapi Frans juga.


Viona menuruni tangga lalu menghampiri mereka berdua. Tanpa mengatakan apapun, Viona langsung memeluk keduanya dengan erat dan mengucapkan selamat pada Kevin dan Frans. Tak ada kecemburuan dari pancaran mata Kevin saat melihat Viona memeluk Frans, karena yang dipeluk olehnya bukan orang lain melainkan adiknya sendiri.

__ADS_1


"Selamat untuk kalian berdua. Aku turut bahagia untuk kalian." Ucap Viona sambil menatap kakak-beradik itu bergantian. "Dan kita adalah keluarga, Frans mulai sekarang kau sudah tidak perlu lagi bekerja sebagai tangan Paman lagi, karena kau adalah adiknya."


Frans menggeleng. "Aku masih ingin bekerja padanya, Nunna. Karena bagaimana pun juga, Gege tidak mungkin bisa sendirian tanpa bantuan ku. Aku akan tetap menjadi tangan kanannya dan orang yang paling dia percaya." Tuturnya.


"Benar juga yang kau katakan. Karena tanpa bantuanmu Paman pasti akan sangat kerepotan. Kalau begitu kau harus menjaganya dengan baik, mengerti." Ucap Viona sambil mengusap kepala Frans.


Frans mengangguk. "Itu pasti, Nunna." Ucapnya sambil tersenyum lebar.


Kevin menatap mereka berdua bergantian. Selain Viona, ada satu orang lagi yang harus Kevin lindungi dengan nyawanya, dan orang itu adalah Frans. Kini dia menjadi tanggungjawabnya. Dan seorang kakak, Kevin tidak akan membiarkan siapapun menyakiti apalagi melukai Frans. Kevin akan melindungi dia dengan nyawanya.


Kebahagiaan tidak hanya dirasakan oleh Frans dan Kevin saja, tetapi Rico juga. Sedari tadi dia melihat semuanya dari kejauhan. Rico merasa lega karena pada akhirnya Frans menemukan keluarganya. Namun di sisi lain Rico juga merasa sedih itu artinya dia telah kehilangan saudara.


Meskipun ia dan Frans hanya saudara angkat, tapi Rico sudah menganggap dia sebagai adik kandungnya sendiri. Dan tentu saja kebahagiaan Frans menjadi kebahagiaannya juga.


xxx


Seorang pria terus mondar-mandir di sekitaran kediaman Kevin. Beberapa kali dia melihat ke dalam rumah megah berlantai 3 tersebut.


Orang itu adalah orang yang diperintahkan untuk menyelidiki keberadaan Marco yang menghilang sejak semalam, namun sejauh ini dia tidak menemukan apapun apalagi petunjuk tentang keberadaan pria itu.


Kemudian pria itu pergi dari sana, dia akan mencari Marco di tempat lain. Baru saja berjalan, tanpa sengaja dia menemukan barang milik Marco yang tergeletak di aspal. Dia sangat mengenalinya, dan dia yakin itu milik Tuan Mudanya.


"Ini milik, Tuan Muda. Berarti Tuan Muda benar-benar datang ke tempat ini. Tidak bisa, aku harus segera mencarinya. Karena aku tidak bisa kembali tanpa dia!!" ucapnya.pada diri sendiri.


Dia harus memutar otaknya supaya bisa menemukan cara untuk masuk ke dalam. Jika tiba-tiba masuk dan tanpa persiapan yang matang, bisa-bisa dia mati konyol di tempat ini, apalagi yang ada di dalam sana adalah para Mafia kelas kakap semua. Harus mencari cara dan mematangkan rencananya supaya nasibnya tidak berakhir dengan mengenaskan.


xxx


Berbagai hidangan lezat tersaji di meja makan. Seorang wanita terlihat sibuk wara-wiri antara dapur dan meja makan sambil membawa berbagai hidangan yang ia masak bersama para pelayan. Hari ini penuh kebahagiaan, dan dia ingin merayakan kebahagiaan itu.


"Selesaikan sisanya, aku ke kamar dulu." Ucap Viona dan dibalas anggukan oleh para pelayan yang membantunya.

__ADS_1


Viona menghentikan langkahnya saat melihat pintu kamar Kevin yang sedikit terbuka. Tidak biasanya dia membiarkan pintu kamarnya tidak tertutup rapat. Kemudian Viona masuk ke dalam dan mendapati kamar Kevin dalam keadaan kosong. Viona menyapukan pandangannya ke segala penjuru arah, namun batang hidung Kevin tidak terlihat juga.


"Kenapa lacinya terbuka?" ucap Viona kebingungan.


Viona memeriksa apakah ada barang yang hilang atau tidak, semua barang-barang milik Kevin masih utuh. "Mungkin saja Paman sendiri yang lupa menutupnya," ucap Viona. Dia mencoba untuk berpikir positif,bisa saja Kevin sendiri yang membuka laci itu lalu lupa menutupnya kembali.


"Viona, apa yang sedang kau lakukan di kamarku?" pertanyaan itu mengejutkan Viona, kemudian wanita itu menoleh dan mendapati Kevin menghampirinya.


"Paman, kau dari mana saja? Aku masuk kemari karena melihat pintu kamarmu yang tidak tertutup dengan rapat, dan aku juga melihat laci ini terbuka." Jelasnya.


"Apa? Perasaan saat pergi tadi aku menutup pintu kamarku dengan rapat dan laci itu juga tertutup." Jelasnya.


"Lalu siapa yang masuk kemari?" kaget Viona.


Kevin menggeleng. "Aku sendiri tidak tahu. Aku akan meminta Frans untuk menyelidikinya." Ucap Kevin.


"Atau mungkin, Frans? Mungkin saja dia mencarimu, karena tidak menemukanmu di dalam dia langsung pergi tapi dan lupa tidak menutup pintunya kembali dengan rapat." Ujar Viona.


Lagi-lagi Kevin menggelengkan kepala. "Itu tidak mungkin, aku mengenal Frans dengan sangat baik, dia tidak mungkin berani masuk kemari tanpa izin dariku."Tutur Kevin.


"Lalu siapa? Paman, CCTV. Kita akan mengetahuinya setelah melihat rekaman CCTV." ujar Viona. Kevin mengangguk.


Di dalam kamar Kevin memang tidak ada CCTV, namun di luar kamar terpasang lebih dari satu CCTV. Bahkan di setiap sudut ada, dan terletak di tempat yang tersembunyi. Jika memang ada penyusup yang masuk, Kevin tidak akan melepaskannya.


"Paman, sebaiknya periksa isi lacimu kira-kira ada yang hilang atau tidak." Pinta Viona.


Kevin mengangguk. "Tidak, semua masih utuh. Kebetulan aku tidak menyimpan benda berharga apapun disini." Jawab Kevin.


"Begitu, ya. Nanti saja kita cari pelakunya. Sebaiknya sekarang kita sarapan dulu, aku sangat lapar." Ucap Viona dan dibalas anggukan Kevin.


Kevin menoleh kebelakang. Dia mencoba mencari sesuatu yang mungkin ditinggalkan tanpa sengaja oleh pelaku yang bisa memberikan petunjuk padanya tentang siapa penyusup yang telah masuk ke kamarnya.

__ADS_1


xxx


Bersambung


__ADS_2