Ranjang Hangat Pamanku

Ranjang Hangat Pamanku
Season 2: Hukuman Sean


__ADS_3

Yunna menghentikan langkah Luna ketika dia hendak pergi ke dapur untuk mengambil minum. Tatapan kurang bersahabat dia berikan padanya. "Minggir dan jangan halangi jalanku!!" pinta Luna dengan nada rendah namun berbahaya.


"Kau pikir dirimu siapa bisa memerintah diriku dengan seenak jidatmu?!" Yunna menjawab dengan memberikan tatapan menantang.


"Kau benar-benar lupa atau hanya pura-pura saja, sampai-sampai tidak bisa mengenaliku dengan baik. Oh, atau jangan-jangan kau mulai mengalami penyakit kronis yang berpengaruh pada penurunan daya ingat mu, ya?"


"Ckckck, sungguh sangat disayangkan sekali. Tapi baiklah, karena aku ini baik hati tidak sombong dan rajin menghamburkan uang, aku akan memperkenalkan diriku padamu sekali lagi. Aku adalah, Luna Williams, putri bungsu keluarga Williams dan adik yang paling di sayangi oleh, Sean Gege. Aku harap kau bisa mengingat Namaku dengan baik," ujar Luna sambil menepuk pipi Yunna, Namun tangan Luna disentak dengan kasar olehnya.


"Jangan pernah menyentuhku dengan tangan kotor mu itu!! Aku benar-benar tidak suka dengan Keberadaan mu di rumah ini, aku tidak peduli kau siapa A statusmu sebagai apa. Karena yang aku inginkan adalah, hanya aku satu-satunya wanita yang boleh dekat dan berada di sisi, Sean!!" ucap Yunna menegaskan.


"Kenapa kau harus memaksakan diri? Sudah jelas jika kakakku tidak menyukaimu, tapi kenapa kau malah ngotot sekali?! Jadi wanita Kok tidak punya harga diri. Cih, memalukan sekali!!" ujar Luna sambil menatap wanita itu dengan pandangan meremehkan.


PLAKKK....


Satu tampparan keras mendarat mulus pada pipi Luna. Kata demi kata yang keluar dari bibir gadis itu telah memancing emosi Yunna, refleks dia mengangkat tangannya dan menampar Luna.


Bukannya tidak bisa menghindar apalagi menahan tamparan Yunna. Luna memang sengaja membiarkan wanita itu menamparnya ketika menyadari kedatangan Sean. "Ahhh," Luna langsung menjatuhkan dirinya ke lantai sambil memekik dengan suara sedikit meninggi agar di dengar oleh Sean.


"Luna!!" Sean menghampiri gadis itu lalu membantunya untuk berdiri.


Luna memegangi pipinya yang baru saja di tampar oleh Yunna sambil menundukkan kepalanya. Dan kedatangan Sean membuat Yunna terkejut bukan main.


"Ge, wanita itu menamparku dan mendorongku hingga terjatuh. Dia memaki dan menyebutku dengan kata-kata yang tidak pantas. Bahkan dia juga meminta aku pergi dari sini, katanya hanya dia yang boleh ada di sisimu." Ujar Luna. Dia berbicara dengan penuh kesedihan, bahkan kedua matanya tampak berkaca-kaca.

__ADS_1


Sontak Sean menoleh dan menatap Yunna dengan tajam. Wanita itu menggeleng, dia memang menamparnya tapi tidak sampai membuatnya terjatuh. Bahkan tamparannya tidak begitu keras.


"Yunna!!" Sean menggeram dengan nada rendah dan penuh dengan penekanan.


"Sean, sebaiknya kau jangan termakan oleh ucapannya. Dia bohong, aku tidak pernah mendorongnya apalagi membuatnya sampai terjatuh. Tolong percaya padaku, karena aku tidak melakukannya." Ujar Yunna, dia mencoba membela diri agar tidak sampai di hukum oleh Sean. Meskipun yang di katakan oleh Luna sebagian besar memang benar.


"Kau pikir aku akan percaya dengan omong kosong mu, aku sudah melihatnya dengan mata kepalaku sendiri bagaimana Luna yang tersungkur di lantai sambil menahan sakit. Yunna, kau akan di hukum!!" geram Sean menahan emosi.


Yunna menggeleng. "Sean, tolong percaya padaku, aku benar-benar tidak mendorongnya. Dia menjatuhkan dirinya sendiri saat melihatmu, dan tujuannya adalah untuk memfitnahku!!" ujar Yunna.


"Seret wanita ini dan berikan dia hukuman 20 cambbukan serta rendam tubuhnya di dalam air yang penuh dengan potongan es batu. Jangan beri dia makan sama sekali, biarkan saja dia kelaparan sampai esok hari!!" Sean menjatuhkan hukumannya pada Yunna. Bahkan dia tidak mau mendengarkan penjelasannya.


Yunna terus meronta dan memohon supaya Sean melepaskannya. Tapi sayangnya permohonannya tidak di kabulkan oleh Sean, jangankan mengabulkan permohonan Yunna, mendengarkan dia berbicara saja Sean tidak sudi.


Sean bersikap tuli. Lalu tatapannya bergulir pada Luna. "Apa ada yang sakit?" tanya Sean memastikan. Dia menatap Luna dengan cemas.


Gadis itu menggeleng. "Tidak ada, aku baik-baik saja." ucapnya meyakinkan. "Ge, apa hukumanmu untukmu tidak terlalu kejam? Kau mencambbuknya, merendamnya dalam air es serta tidak memberinya makan. Apa itu tdiak terlalu kejam untuknya?" ucap Luna.


"Dia layak mendapatkannya. Dan hukuman itu sepadan dengan apa yang telah dia lakukan padamu," ujar Sean.


Luna benar-benar tidak menyangka jika Sean akan memberikan hukuman seberat itu untuk Yunna. Sorot matanya yang tajam, auranya yang suram, Luna seperti tidak mengenali kakaknya, Sean tampak seperti orang yang berbeda.


"Tidak, Ge." Luna menggeleng. "Aku tahu apa yang telah dia lakukan padaku dikit sedikit keterlaluan. Tapi kau tidak perlu memberikan hukuman seberat itu padanya. Ge, cabut kembali hukumanmu untuknya. Berikan dia hukuman tapi jangan sekejam itu." Mohon Luna.

__ADS_1


Sean menggeleng. Tidak bisa!! Aku tidak bisa mencabut kembali kata-kataku. Sebaiknya cepat mandi, setelah ini kita sarapan sama-sama." Sean beranjak dari hadapan Luna dan pergi begitu saja.


Luna menggigit bibir bawahnya. Dia mencemaskan Yunna. Bagaimana jika wanita itu sampai mati karena hukuman yang di berikan oleh Sean? Dia tidak berpikir jika akibatnya akan sefatal ini.


xxx


Genggaman pada pergelangan tangannya menghentikan langkah Ailee. Wanita itu berbalik dan menatap sebel pada seorang pria tampan yang tengah menatapnya itu. Pria itu mengatupkan kedua tangannya di depan dadanya.


"Apa?!" Ailee menatapnya dengan sebal.


"Sayang, apa kau kesal dan marah padaku? Maaf, karena sudah mengingkari janji dan tidak jadi datang ke rumahmu untuk bertemu dengan kedua orang tuamu. Ada urusan penting yang tidak bisa aku tinggalkan, untuk itu aku benar-benar minta maaf. Malam ini, aku janji akan datang untuk bertemu dengan ayah dan ibumu." Ujar pria itu. Dia meminta maaf pada Ailee dan berjanji akan datang malam ini.


"Terlambat!! Karena Papa dan Mama sudah terlanjur kesel padamu. Apalagi Papa, dia paling benci yang namanya menunggu, dan kau malah membuatnya menunggumu sampai berjam-jam tanpa ada kepastian. Sebaiknya kita akhir saja hubungan ini, aku tidak bisa bersama dengan pria yang suka ingkar janji sepertimu!!" ujar Ailee.


Ailee memilih untuk mengakhiri hubungannya dengan pria tersebut karena tidak ingin terus-terusan di bohongi. Ini bukan pertama kalinya dia berbohong padanya , itulah kenapa Ailee memilih untuk putus saja. Mendengar keputusan sang kekasih membuat pria itu terkejut. Dia menggeleng, memohon supaya Ailee tidak mengakhiri hubungan mereka.


"Tidak, Ailee. Aku tidak ingin putus dan bisa darimu, aku benar-benar mencintaimu. Apapun akan aku lakukan untuk bisa bersama denganmu. Tapi aku mohon jangan akhiri hubungan kita. Aku mohon padamu," mohon pria itu sambil berkaca-kaca.


Ailee menghela napas. "Untuk sekarang, sebaiknya kita jalan sendiri-sendiri saja. Bagaimana kedepannya kita ikuti saja alurnya." Ailee berbalik dan pergi begitu saja. Bahkan dia tidak peduli dengan teriakan pria tersebut, dia sudah memantapkan hatinya untuk mengakhiri hubungan di antara mereka berdua.


"AILEE... AKU BENAR-BENAR SANGAT MENCINTAIMU, JIKA KAU TIDAK PERCAYA SILAHKAN BELAH DADAKU!!"


xxx

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2