
Agnes melongok keluar saat mendengar deru suara mobil memasuki halaman kediaman Li. Wanita itu memicingkan matanya menatap bingung seorang lelaki asing yang baru saja turun dari kursi penumpang. Lelaki itu tidak sendirian, dia datang bersama laki-laki lain yang juga asing bagi Agnes.
Beberapa penjaga yang berjaga di luar menghampiri mereka berdua dan menahannya untuk masuk.
"Siapa kalian dan ada kepentingan apa datang kemari?" salah satu dari ketiga pria itu melayangkan pertanyaan pada mereka berdua yang tak lain dan tak bukan adalah Kevin dan Frans.
"Tidak penting siapa kami berdua. Yang jelas kami berdua ada hubungannya dengan keluarga Li." Jawab Frans.
"Jangan sembarangan membiarkan orang lain masuk ke dalam rumah ini. Karena tidak sembarang orang bisa masuk kemari!!" sahut Agnes.
Wanita itu menghampiri Kevin dan Frans dengan tatapan angkuh. Agnes mengamati penampilan Frans dari ujung rambut sampai ujung kaki kemudian mendecih sinis. Dia tidak ada menarik-menariknya sama sekali di mata Agnes.
Lalu pandangan wanita itu bergulir pada Kevin, pupil matanya sedikit membulat ketika menatapnya. Kemudian Agnes memperhatikan penampilan Kevin. Di mata Agnes dia begitu menarik. Agnes mendekati Kevin sambil mengangkat tangan kanannya dan mengarahkannya pada wajah Kevin.
"Sangat menarik, aku suka lelaki menarik sepertimu."
Kevin mencengkram pergelangan lengan Agnes lalu menghempaskan tangannya dengan kasar. "Jangan pernah menyentuhku dengan tangan kotor mu!!" pinta Kevin dengan nada dingin dan sinis.
Kesakitan terlihat pada raut wajah Agnes akibat cengkraman Kevin pada pergelangan tangannya. "Berani-beraninya kau memperlakukanku dengan kasar. Apa kau sudah bosan hidup?!" bentak Agnes dengan emosi.
Alhasil sebuah senjata menempel pada kening Agnes. "Jangan coba-coba mengancamku jika kau tidak ingin berkahir mengenaskan di tanganku!!" ucap Kevin memperingatkan. Tatapan dan sorot matanya berubah dingin dan tajam, dia memancarkan Aura yang sangat berbahaya
"Kenapa kalian hanya diam saja, cepat beri pelajaran pada mereka berdua!!" perintah Agnes pada ketiga penjaga.
Tubuh mereka bertiga ambruk seketika sebelum melayangkan serangannya pada Kevin dan Frans. Siapa lagi pelakunya jika bukan Kevin, dia menghabisi mereka bertiga dengan waktu yang relatif singkat. Agnes pun menjadi sangat ketakutan melihat apa yang baru saja terjadi.
__ADS_1
"Si..Siapa sebenarnya kalian ini dan untuk apa kalian datang kemari?" tanya Agnes meminta penjelasan. Suaranya terdengar gemetar.
"Sudah aku katakan tidak penting Siapa kamu, yang jelas kami masih berhubungan dengan keluarga Li. Jika kau tidak ingin mendapatkan masalah yang lebih besar, jangan mempersulit ku dan membuat kakakku lebih marah lagi. Karena sekalinya dia marah, aku tidak bisa menjamin apakah kau masih bisa bernafas atau tidak!!" ujar Frans menyahuti.
"Kau terlalu bertele-tele, Frans. Aku dan adikku adalah putra kandung dari Steven Li sekaligus pewaris yang salah dari seluruh kekayaan keluarga Li. Apakah sudah jelas?!" ucap Kevin menegaskan. Frans terlalu bertele-tele dan Kevin tidak suka dengan hal itu.
Agnes terkejut setelah mendapat jawaban dari Kevin. "Apa kau yang datang malam itu dan membuat Sonny masuk rumah sakit?" tanya Agnes memastikan. Jika benar orang itu adalah Kevin, artinya yang di hadapannya ini adalah orang-orang yang sangat berbahaya.
"Ge, apa yang wanita itu katakan? Memangnya siapa, Sonny?" tanya Frans penasaran, dia tidak tahu menahu tentang Sonny dan siapa dia karena Kevin tidak mengatakan apapun tentang pria itu padanya.
"Tidak penting Siapa dia, yang jelas dia adalah benalu yang baru saja aku singkirkan." Jawab Kevin.
Mendengar jawaban Kevin membuat Frans tidak berani untuk bertanya lagi. Jawaban itu mengartikan jika Kevin memang sedang tidak ingin membahas apapun , apalagi tentang pria bernama Sonny tersebut.
Tiba-tiba Agnes berlutut di depan Kevin dan Frans. "Tuan Muda, tolong ampuni saya. Jangan lakukan Apapun pada saya, karena saya tidak tahu apa-apa. Sonny yang membuat saya terjebak di rumah ini. Untuk itu tolong ampuni saya." Pinta Agnes memohon. Sayangnya Kevin bukankah pemaaf.
"Aku, memaafkan orang sepertimu? Sebaiknya bermimpi saja. Karena tidak ada maaf untuk orang sepertimu, segera tinggalkan rumah ini dan jangan pernah menginjakkan kakimu lagi di sini!!" Kevin mengambil keputusan dengan mengusir Agnes dari kediaman Li.
Bisa saja Kevin langsung membunuhnya, tetapi untuk sekarang dia tidak bisa sembarangan membunuh orang tanpa alasan yang kuat. Lagipula Agnes juga tidak melakukan sesuatu yang bisa membahayakan dirinya, atau mungkin belum. Namun Kevin tidak mungkin diam saja jika Agnes berani macam-macam dan membahayakan dirinya.
Agnes menggeleng. Memohon dan meminta supaya Kevin tidak mengusirnya. Namun Kevin tidak mendengarkan permohonannya, tetap mengusir wanita itu keluar dari kediaman Li. Bukan hanya Agnes aja yang diusir keluar oleh Kevin, namun semua orang yang bekerja untuk Sonny.
"Aku akan pergi dari sini, dan kau tidak bisa mengusirku dengan seenak jidatmu!!" bentak Agnes dengan suara meninggi.
"Terserah kau mau pergi atau tidak, yang jelas pintu rumah ini mulai sekarang tertutup rapat untuk orang sepertimu!!" sahut Frans.
__ADS_1
Kevin memutuskan untuk mengambil alih kediaman Li. Semua harta yang selama ini di pegang dan di kendalikan oleh Sonny ini berada di tangannya.
Bagaimanapun juga Frans dan dirinya lebih berhak atas kekayaan yang ditinggalkan oleh mendiang ayah dan kakeknya dibandingkan siapapun, termasuk Sonny. Dan Kevin sudah mengatasi semuanya, selanjutnya kediaman Li akan dia serahkan pada salah satu orang kepercayaannya.
"Ge, bisakah kita masuk dulu ke dalam? aku sangat penasaran dengan keadaan di dalam rumah ini,"
Kevin menggeleng. "Kau masuk sendiri saja, aku harus pergi sekarang." Kevin menepuk bahu Frans dan meninggalkannya begitu saja. Kevin hendak menjemput Viona di boutique milik temannya. Sedangkan Frans akan menjelajahi kediaman Li bersama anak buahnya.
xxx
"Vi, ngomong-ngomong bagaimana caramu meluluhkan hati, Pamanmu? Jelas-jelas dia adalah orang yang sangat dingin dan sulit untuk didekati apalagi meluluhkan hatinya. Tapi dengan hebatnya kau malah bisa meluluhkan hatinya dan membuat dia jatuh cinta padamu kemudian kalian memutuskan untuk menikah."
Viona tampak berpikir. Dia meletakkan jari telunjuknya di depan bibir tipisnya dan mulai berpikir. "Bagaimana, ya? Aku sendiri juga lupa. Intinya kami berdua saling suka dan menyayangi kemudian memutuskan untuk berkencan sampai akhirnya menikah." Tutur Viona.
Jika ditanya bagaimana awalnya mereka bisa saling jatuh cinta kemudian memutuskan untuk bersama. Viona sendiri bingung harus menjawab apa dan bagaimana. Karena hubungan di antara mereka terjadi secara tiba-tiba dan begitu saja.
"Viona," dan obrolan mereka diinterupsi oleh kedatangan Kevin.
ini adalah kesempatan Viona untuk melarikan diri. sebenarnya dia paling malas untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan yang bersifat pribadi. "Nah, karena suamiku sudah datang, jadi aku akan pergi sekarang. Ge, ayo pulang." Viona memeluk lengan Kevin dan menariknya keluar dari Boutique tersebut.
"Yakk!! Viona, kau tidak asik sama sekali. Huh, dasar menyebalkan!!"
xxx
Bersambung
__ADS_1