Ranjang Hangat Pamanku

Ranjang Hangat Pamanku
Wanita Iblis


__ADS_3

"Maaf, aku sedikit terlambat!"


Seorang pria kini dapat menghela nafas lega karena orang yang dia tunggu-tunggu sedari tadi akhirnya datang juga. Laki-laki berdarah China-Canada itu mengusap dadanya dengan lega. Sekarang, keadaan sepenuhnya di ambil alih oleh orang itu yang pastinya adalah Aiden.


Tanpa menunjukkan rasa bersalah sedikit pun karena sudah membuat klien-nya menunggu terlalu lama. Aiden berjalan ke arah sofa dan mendaratkan pantatnya dengan nyaman di sana.


"Di mana barangnya?" tanya Aiden tanpa basa basi.


Laki-laki berpakaian formal itu mengangguk."Ambilkan barang itu dan perlihatkan padanya," pinta pria itu pada pria yang berdiri di belakangnya.


Pria itu mengangguk. "Baik Boss,"


Tidak sampai 5 menit. Barang itu sudah ada di atas meja depan Aiden. Sebuah senjata api berjenis cold 1911 dengan kecepatan 1.225 kaki perdetik terpampang jelas di hadapan Pria itu.


Menatap sekilas pada pria itu, kemudian Aiden mengambil senjata tersebut dan memeriksa keasliannya. Senyum miring terpatri di wajah tampannya. Hanya dengan melihat sekilas, tentu saja Aiden langsung tau jika senjata itu palsu. Namun dia tidak langsung membongkarnya, entah apa yang sedang Aiden rencanakan sebenarnya.


Aiden meletakkan senjata itu kembali di tempatnya. Untuk sementara Aiden tetap membiarkannya, Ia tidak ingin bertindak gegabah. Aiden ingin memberikan sedikit kesempatan pada laki-laki itu untuk mengatakan yang sebenarnya agar tidak sampai ada pertumpahan darah.


"Apakah barang ini sungguh-sungguh asli?" tanya Aiden menyelidik.


"Tentu saja, Tuan Muda Williams. Mana berani saya membohongi Anda," jawabnya.


Aiden menyeringai dan menatap pria itu dengan pandangan meremehkan 'Benar-benar cari masalah dia rupanya!' ucap Aiden membatin.


Aiden mendongak dan berbicara pada pria berdarah China-Canada yang berdiri dibelakangnya melalui bahasa non verbal, pria itu yang mengerti arti tatapan itu segera mengangguk.


"Jika sampai barang ini palsu, apa taruhannya?" Aiden mengambil satu batang rokok kemudian menyulutnya.


Dengan tenang, Aiden mengangkat kaki kanannya dan meletakkan di atas kaki kirinya. Aiden menghisap rokok beraroma mint itu lalu menghembuskan kepulan asap putih dari mulutnya.

__ADS_1


"Aku pertaruhkan kepalaku, jika barang itu memang palsu. Aku akan menukarnya dengan kepalaku!" jawab Pria itu dengan mantap.


"Kesepakatan di terima!" Aiden bangkit dari posisi duduknya dan menjabat tangan pria tersebut. "Tapi, sebelum itu. Boleh aku mencobanya?" tanya Aiden memastikan, dia menyeringai tajam.


Susah payah pria itu menelan saliva melihat smrik tajam Aiden yang berbahaya. "Te..tentu saja, Tuan Muda Williams!" Tanpa melepaskan smrik itu dari bibirnya. Aiden mengangkat pistol itu dan mengarahkan pada kepala pria di depannya.


"Tuan Muda Williams, apa yang Anda lakukan?" kaget pria itu 'Jay' melihat ujung sebuah senjata api menempel pada keningnya.


"Mencoba meledakkan kepalamu, bukankah kau sendiri yang memintanya!" jawab Aiden dengan santai.


"APA!!" Melihat keterkejutan pria itu membuat senyum Aiden semakin lebar, dan dapat dia tebak jika pria itu sedang ketakutan.


Aiden menutup matanya ketika merasakan sesuatu menempel pada kepala belakangnya. "Turunkan senjatamu dari, Boss Jay!" pinta orang itu menuntut.


"HEIII... berani-beraninya kau mengangkat senjatamu pada Boss kami!" tak ingin kalah dari anak buah Jay. Salah satu anak buah Aiden mengangkat senjatanya dan mengarahkan pada kepala laki-laki itu.


"Meskipun kau meledakkan kepalaku, aku tidak akan menurunkan senjataku sebelum bosmu menurunkan senjatanya!" ujar laki-laki itu menegaskan.


"Key, cukup!!" seru Aiden.


Aiden menurunkan senjata itu dari kepala Jay dan mengembalikkan pada tempatnya semula. Aiden menoleh pada Key, Dia segera memberi kode pada salah satu tangan kanannya itu untuk segera menurunkan senjatanya.


"Ambil uang ini dan segeralah pergi!" pinta Aiden.


Aiden melemparkan koper yang penuh dengan uang itu ke atas meja dan dengan cepat Jay mengambil koper tersebut lalu melenggang pergi meninggalkan ruangan pertemuan.


Dengan penuh emosi, Aiden mengambil senjata palsu itu dan membantingnya hingga pistol rakitan itu hancur menjadi tiga bagian. Pria itu menggepalkan kedua tangannya, auranya menggelap. Membuat siapa pun yang melihatnya akan menjadi ketakutan.


"Dasar bajingan, memangnya dia pikir aku sebodoh itu. Bedebah itu harus merasakan akibatnya!" amuk Aiden yang mulai hilang kendali. .

__ADS_1


Pandangannya lalu bergulir pada Key. "Key, bawa beberapa anak buahku bersamamu dan beri pelajaran pada bajingan-bajingan itu. Aku yakin, Singa-Singamu sudah lama tidak memakan daging manusia!" ujar Aiden di iringi smrik mengerikan.


Key mengangguk dan meninggalkan ruangan pertemuan tersebut. Tangan Aiden kembali mengepal kuat. "Jay Lee, kau akan segera tau dengan siapa sebenarnya dirimu berhadapan!"


xxx


Ketiga pelayan itu membuka matanya dan alangkah terkejutnya mereka bertiga saat mendapati tubuhnya terikat pada kursi di sebuah ruangan yang gelap dan pengap.


Mereka bertiga menyapukan pandangannya ke segala penjuru arah, tak ada cahaya sama sekali, hanya ada cahaya dari sela-sela kecil pada jendela.


Suara decitan pintu dibuka dari luar mengalihkan perhatian mereka bertiga. Seorang wanita muda nan cantik memasuki ruangan tersebut. Seringai mengerikan tampak tercetak disudut bibirnya. Dan mereka bertiga tidak bisa menahan keterkejutannya setelah melihat siapa yang datang.


"No...Nona Luna, jadi kau orangnya? Kenapa kau menahan dan mengikat kami di sini?" tanya salah satu dari ketiga pelayan itu. Mereka adalah pelayan kurang ajar yang pagi ini berani mengabaikan dirinya.


"Kalau iya memangnya kenapa? Bukankah kalian sendiri yang suka mencari masalah?" ucap Luna.


"Apa yang kau inginkan dari kami? Cepat lepaskan kami, atau kita bertiga untuk melaporkanmu pada Tuan Muda supaya dia tahu bagaimana melakukan adiknya!!" pelayan-pelayan itu memberikan ancamannya pada Luna.


Bukannya takut, Luna malah tertawa keras, suaranya yang melengking menggema di ruangan gelap tersebut.


"Uh, aku takut. Aku benar-benar takut sekali, hahaha...! Bodoh!! Kalian benar-benar bodoh, apa kalian pikir dia akan mempercayai omong kosong kalian ini? Jangan bermimpi!! Aku adalah seorang Nona Muda yang terlahir di tengah-tengah keluarga terhormat, dan berani-beraninya kalian malah mengabaikan aku serta menganggap ku sebagai orang asing di rumah itu. Kalian benar-benar dalam bahaya besar!!" ujar Luna.


Sifat aslinya keluar. Ternyata Luna tidak ada bedanya dengan Aiden jika sedang marah dan tersinggung . Sama seperti sang kakak, ternyata di balik wajah cantik Luna bersemayam seorang iblis wanita yang mengerikan.


"Untuk beberapa hari ke depan,kalian akan tidur segara gratis di sini. Dan kalian tenang saja, saat ada yang bertanya kemana perginya kalian bertiga, aku tinggal menjawab saja jika kalian sedang cuti liburan, beres kan. Aku pergi dulu, selamat bersenang-senang..." Luna meninggalkan ruangan tersebut sambil melambaikan tangannya. Dia kembali tertawa di tengah langkahnya.


"KAU BENAR-BENAR IBLIS WANITA!!"


xxx

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2