Ranjang Hangat Pamanku

Ranjang Hangat Pamanku
Tegang


__ADS_3

Deru suara mobil yang memasuki halaman membuat Frans terlonjak kaget. Buru-buru dia berlari keluar untuk memastikan apakah itu benar-benar Kevin atau bukan. Frans belum siap untuk bertemu dengan kakaknya, terlalu mengerikan baginya untuk bertemu dengan Kevin.


"Itu kakakmu pulang, kenapa kau tidak keluar untuk menyambutnya?" tegur Tuan Lu sambil menghampiri Frans.


Lelaki menggelengkan kepala. "Aku masih belum siap untuk bertemu dengannya, Kakek. Dia tidak marah apalagi bicara dengan nada tinggi, di tatap saja sudah membuatku menciut sendiri. Dan sekarang aku masih mempersiapkan mental untuk bertemu dengannya." Ujar Frans.


Mendengar obrolan Frans dan Tuan Lu. Membuat Hwan semakin penasaran dengan sosok Kevin. Apakah dia memang semenyeramkan itu? Sampai-sampai Frans sangat ketakutan untuk bertemu dan bertatap muka dengannya.


Cklekkk...


Tubuh Frans menegang mendengar suara pintu di buka dari luar. Dengan kaku Frans menoleh dan mendapati Kevin berjalan memasuki ruangan bersama seorang dara jelita yang pastinya adalah Viona.


Sorot mata Kevin yang tajam ketika menatapnya membuat Frans sampai menelan ludah. Sedangkan Hwan yang akhirnya bertemu langsung dengan Kevin merasa seperti sedang uji nyali. Dia merasa suasana di sekelilingnya menjadi agak mencekam, aura suram yang dipancarkan oleh mata dingin itu begitu terasa menusuk hingga ke dalam persendian tulang-tulangnya.


"Ge," Frans melambaikan tangannya dengan kaku pada Kevin dan memaksakan diri untuk tersenyum padanya.


"Masih berani kau menampakkan batang hidungmu di depanku?" ucap Kevin dengan nada dingin dan sorot mata berbahaya.

__ADS_1


"Kakek," teriak Frans dan langsung bersembunyi di belakang Tuan Lu.


Tuan Lu menghela napas. Dia melirik Frans dari ekor matanya. "Makanya, lain kali kalau Kakakmu menghubungi jangan di abaikan seperti tadi." Tuan Lu memberi nasehat pada Frans , dia sendiri tidak berani untuk mengomeli Kevin supaya tidak menakuti Frans. Karena sebenarnya dia sendiri takut pada cucu sulungnya tersebut.


"Tadi aku tidak benar-benar sengaja untuk mengabaikan telfon dari, Gege. Tadi itu aku sedang sibuk dan tidak sempat untuk menerima panggilan darinya." Jelas Frans membela diri.


"Alasan!!" sahut Kevin menimpali. Lalu pandangan Kevin bergulir pada Hwan , membuat pria itu semakin menegang. Dengan langkah dengan Kevin menghampirinya. "Pasti kau, Hwan? Senang bertemu denganmu, Kakek sudah banyak bercerita tentangmu."


Hwan membersihkan tangannya lalu mengulurkannya pada Kevin. "Aku, Hwan. Senang bertemu denganmu."


Hwan mengangguk. "Tentu, kau boleh memanggilku dengan sebutan apapun. Dan terimakasih karena sudah menerimaku menjadi bagian dari keluarga ini," ucap Hwan dengan haru.


Hwan tidak memiliki ketakutan lagi. Kevin juga menerimanya dengan tangan terbuka. Meskipun mereka bertiga adalah orang luar yang tidak memiliki hubungan darah dengannya, akan tetapi mereka yang bisa memperlakukannya layaknya manusia tanpa memandang rendah dirinya. Dan Hwan sangat beruntung karena bisa bertemu dengan orang-orang ini.


"Sudah-sudah, biarkan mereka berdua istirahat. Pasti Kevin dan Viona lelah setelah jalan-jalan. Apalagi mereka habis melakukan perjalanan jauh. Kakek, sudah menyiapkan kamar untuk kalian berdua. Pergilah istirahat." Pinta Tuan Lu pada Kevin dan Viona , mereka berdua mengangguk. Kemudian memisahkan diri dari yang lain.


"Ge, apa kau sudah memaafkan ku?" seru Frans bertanya.

__ADS_1


Kevin menghentikan langkahnya dan menatap laki-laki itu dengan sinis. "Lari sepuluh putaran baru aku akan memaafkanmu!!" jawab Kevin dan melanjutkan kembali langkahnya.


Frans merenggut kesal. Dia menatap Kevin dengan sebal. "Ge, kenapa kau kejam sekali padaku? Sebenarnya aku ini adik kandungmu atau bukan?" teriak Frans, dia memulai dramanya. Namun teriakannya di abaikan oleh Kevin. Dia masih kesal pada sang adik.


Tuan Lu mendekati cucu bungsunya dan menepuk bahunya. "Sabar, ini ujian. Kakakmu, memang sekejam itu." Ucapnya menenangkan. "Sebaiknya pergi ke kamarmu untuk istirahat. Hwan, kau juga sebaiknya istirahat. Pasti kau lelah setelah seharian bekerja."


Hwan menganggukkan kepala. "Baik, Kakek." Hwan dan Tuan Lu meninggalkan ruang tamu dan menyisakan Frans sendirian di sana. Menyadari hal itu dia pun bergegas pergi ke kamarnya.


"Yakk!! Kenapa semua malah meninggalkanku?! Kakek ,Ge.. Kalian semua kenapa sangat menyebalkan!!"


Apakah Frans akan menuruti Kevin untuk berlari? Maka jawabannya adalah tidak. Frans tidak ingin sampai masuk angin karena hal itu. Dan dia akan membujuk sang kakak besok supaya mau memaafkan dirinya. Lagipula Frans memiliki cara yang ampuh dan jitu untuk meluluhkan sang kakak.


"Jangan panggil aku Frans Lu, jika tidak bisa membuat Kevin Gege memaafkan ku. Frans, gitu loh..."


xxx


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2