Ranjang Hangat Pamanku

Ranjang Hangat Pamanku
Bertamu


__ADS_3

Jam dinding telah menunjuk angka 24.00 malam. Namun Kevin masih terjaga. Entah apa yang membuatnya tidak bisa tidur malam ini. Kevin berdiri di depan jendela kamarnya yang terbuka, menatap bulan yang tampak sempurna di singgasananya. Sinarnya yang lembut dan menyelimuti bumi, membuai para insan kelelahan dalam mimpi.


Dari langit malam. Pandangan Kevin bergulir pada Viona yang sedang tertidur pulas di ranjang mereka. Wanita itu sudah tidur sejak beberapa jam yang lalu, lelah tampak di wajah cantiknya.


Kembali Kevin mendongakkan kepala. Menatap langit malam bertabur bintang. "Aku pasti akan membalaskan dendam kalian, nyawa harus di bayar dengan nyawa!!" ucap Kevin setengah bergumam. Tangannya terkepal kuat.


Dering pada ponselnya sedikit menyita perhatian Kevin. Dia tidak tahu orang gila mana yang menghubunginya tengah malam begini. Kemudian Kevin beranjak untuk melihat siapa yang menghubunginya. Ternyata dari salah seorang anak buahnya.


"Untuk apa kau menghubungiku malam-malam begini? Memangnya informasi penting apa yang hendak kau sampaikan padaku?" tanya Kevin tanpa basa-basi.


"Tuan, saya dan Chen telah berhasil masuk ke dalam kekediaman Li dan menjadi pelayan di sini. Sonny Li, tengah merencanakan sesuatu yang buruk. Dia ingin menghabisi nyawa Anda dan Tuan Muda Frans, kemungkinan besok dia akan mengirim anak buahnya untuk membunuh Anda berdua."


Kevin terdiam setelah mendengar apa yang disampaikan oleh anak buahnya. Sepertinya dia harus bergerak lebih cepat darinya. Malam ini, sepertinya dia perlu datang bertamu. Dan kali ini Kevin akan datang sendirian tanpa melibatkan orang lain termasuk Frans. Cukup dirinya saja.


"Begitu ya, sepertinya aku perlu untuk datang bertamu. Malam ini juga aku akan datang untuk mengucapkan salam padanya, dan aku perlu bantuanmu." setelah mengatakan kalimat itu, Kevin mengakhiri panggilan telfonnya. dia hendak bersiap-siap untuk bertamu ke kediaman Li.


Supaya Viona tidak terbangun dan mencarinya, Kevin terpaksa membuatnya tertidur pulas selama beberapa jam ke depan. Dengan memberikan suntikan obat bius berdosis rendah. Hal itu terpaksa Kevin lakukan untuk Viona juga.


Kevin membekali dirinya dengan persenjataan seperti pistol dan belati. Setelah semua siap, Kevin melenggang pergi meninggalkan kediaman Kakeknya. Kali ini Kevin akan datang sendirian tanpa melibatkan anak buahnya terutama Frans. Hanya mereka yang sudah berada di kediaman Li yang akan membantunya.


xxx


"Hoam..."


Orang-orang itu merasakan kantuk yang luar biasa setelah mereka menghirup aroma rokok dari gulungan tembakau yang mereka hisap. Ada pula yang berasal dari minuman yang mereka minum. Satu persatu jatuh terkulai tak sadarkan diri. Bukan hanya mereka yang berada di halaman depan, namun juga mereka yang berjaga di dalam rumah.

__ADS_1


Terlihat seorang wanita menuruni tangga dan menatap orang-orang itu dengan bingung. Dia bertanya-tanya apa yang terjadi sampai-sampai semua orang tertidur dan tidak sadarkan diri.


"Ada apa ini? Apa yang terjadi pada mereka?" bingung wanita itu bertanya-tanya.


Tepukan pada bahunya membuat perhatiannya teralihkan. Wanita itu menoleh dan sebuah asap berhembus ke wajahnya, membuat dia hilang kesadaran dan jatuh tak sadarkan diri. Hanya tersisa dua orang saja yang bisa berdiri dengan tegap , dan mereka adalah anak buah Kevin pastinya.


Supaya rencana Kevin tidak gagal dan sia-sia. Mereka mengunci pintu kamar Sonny supaya dia tidak bisa keluar. Dan deru suara mobil yang memasuki halaman terdengar menggema sampai ke dalam rumah. Keduanya meninggalkan kediaman Li untuk menyambut tuannya. Itu Kevin yang datang.


"Kerja bagus, sekarang kalian bisa istirahat." Kevin menepuk bahu mereka berdua lalu melewatinya begitu saja. Dia bisa masuk dengan tenang tanpa ada hambatan. Karena semua bodyguard di rumah ini sudah di buat tertidur oleh anak buahnya. Dan sekarang tinggal masuk ke dalam rencana selanjutnya.


xxx


"Kenapa gelap sekali? Apa terjadi pemadaman listrik? Tidak biasanya?" gumam Sonny dengan bingung.


Sonny mencari letak sakelar. Ternyata dia lupa menghidupkan lampu kamarnya. Tidak tidak tidak, lampu kamarnya tidak pernah padam sama sekali. Namun dia tidak ambil pusing, dia berpikir itu adalah perbuatan Agnes. Dia kan suka sekali melakukan keisengan jika sedang kesal.


"Siapa kau dan apa yang kau lakukan di kamarku?!" kaget Sonny saat lampu kembali menyala dan dia menemukan keberadaan seorang pria asing di kamarnya. Tidak terlihat seperti apa rupanya karena orang itu berdiri dengan posisi memunggunginya.


Orang itu Yang pastinya adalah Kevin kemudian berbalik badan. Posisinya dan Sonny saling berhadapan. "Apa kabar Paman, akhirnya kita bertemu lagi."


"Kau~"


"Apa kau benar-benar tidak mengenaliku? Aku adalah salah satu dari dua orang yang menjadi target pembunuhan mu." Ucap Kevin memperkenalkan diri.


"Kau adalah Luis, sedang apa kau di kamarku? Dan bagaimana kau bisa masuk kemari? Pengawal... Pengawal... Pengawal, cepat kemari..." teriak Sonny memanggil pada bodyguardnya.

__ADS_1


Kevin menggeleng. "Percuma saja kau memanggil mereka. Sampai suaramu habis sekalipun, mereka tidak akan datang kemari. Karena aku sudah membuat mereka semua tidur pulas." Ucap Kevin menyahuti.


"Apa yang kau lakukan pada mereka?" tanya Sonny meminta penjelasan.


Kevin mengangkat bahunya dengan acuh. "Tidak ada, hanya membantu mereka bermimpi indah. Karena jika mereka tetap terjaga, aku tidak mungkin bisa bersenang-senang dengan tenang." Jawab Kevin dengan santai.


"Apa yang sebenarnya kau inginkan dariku? Apa kau akan memaksaku untuk mengembalikan semua harta milik ayah dan kakekmu? Jangan berharap, karena sampai kapanpun aku tidak akan mengembalikannya pada kalian berdua!!" ungkap Sonny menegaskan.


"Aku tidak butuh harta-harta itu. Kau boleh memiliki semuanya dan menikmatinya. Tapi karena kau sudah berani mengusik ketenangan ku, maka aku tidak mungkin diam saja dan membiarkanmu semena-mena." Tutur Kevin.


"Jangan basa-basi. Sebaiknya segera pergi dari sini sebelum kau menyesal!!"


Kevin menyeringai. "Kau mencoba mengancam ku? daripada kau sibuk untuk mengancam ku, sebaiknya pikirkan cara untuk selamat dariku. Aku tidak tahu bagaimana nasibmu selanjutnya, masih tetap bernyawa atau tidak." Kevin melemparkan sebuah piisau lipat kearah Sonny dan menancap pada sebuah papan tetap di sebelah kanannya.


Dengan kaku Sonny menoleh ke samping. Piisau itu hampir saja memutus telinga kanannya. Lalu pandangannya bergulir pada Kevin. Sonny menelan salivanya dengan susah payah saat melihat sorot mata kanannya yang tajam dan berbahaya.


"Ka..Kau sengaja ingin membunuhku, ya?!" bentak Sonny terbata-bata.


"Itu hanya peringatan kecil untukmu, karena bisa saja selanjutnya adalah kepallamu yang lepas dari tubuhmu!!" Kevin menyeringai.


"Dasar gila!!"


xxx


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2