Ranjang Hangat Pamanku

Ranjang Hangat Pamanku
Viona Diculikk


__ADS_3

"Bibi Ahn, kau mau ke mana kenapa? kenapa buru-buru sekali?" langkah wanita itu terhenti oleh kemunculan seorang wanita berpakaian maid. Sama seperti wanita setengah baya itu, dia juga pelayan di kediaman Zhang.


Pelayan senior itu pergi dengan terburu-buru, dia juga membawa koper besar yang berisi barang-barang miliknya. "Aku mendapatkan kabar jika menantuku sedang kritis di rumah sakit. Aku harus pergi sekarang," jelasnya dengan suara gemetar.


"Memangnya dia sakit apa?" tanya pelayan wanita yang jauh lebih muda dari Bibi Ahn.


"Dia baru saja melahirkan. Ya, sudah aku pergi dulu."


"Tapi apa kau tidak ingin menunggu Tuan pulang lebih dulu? Dia bisa mencarimu," lagi-lagi ucapan wanita itu menghentikan langkahnya.


Bibi Agn menggeleng. "Tidak perlu karena aku sudah meminta ijin secara langsung pada Tuan, dan dia mengijinkanku untuk pergi. Aku pergi dulu," Bibi Ahn melanjutkan langkahnya dan meninggalkan kediaman Zhang dengan terburu-buru. Sikap Bibi Ahn yang sedikit mencurigakan membuat wanita itu curiga. Dia seperti sedang menyembunyikan sesuatu.


Pelayan itu mengangkat bahunya dengan acuh. Dia tidak mau memikirkannya, lagipula masih banyak pekerjaan yang harus di selesaikan sekarang. Kemudian dia berbalik badan dan melenggang pergi, pekerjaannya di dapur sudah menunggunya. Dia harus segera menyelesaikannya supaya bisa istirahat lebih awal.


xxx


Viona membuka matanya dan mendapati tubuhnya terikat pada sebuah kursi tua yang telah usang di dalam sebuah ruangan sempit dan minim penerangan.


Wanita yang tengah berbadan dua itu menyapukan pandangannya ke segala penjuru arah, dan mendapati tempat itu sepi. Tidak ada orang lain selain dirinya di dalam ruangan tersebut.


"Ini dimana? Mungkinkah aku sedang diculik?" gumam Viona bertanya-tanya. Wanita itu mencoba melepaskan tali yang mengikat tubuhnya, tapi tidak bisa. Ikatan itu begitu kuat dan sulit dilepaskan.


Viona terdiam sejenak. Dia mencoba mengingat-ingat apa yang terjadi sampai-sampai dirinya terjebak di tempat ini. Viona mencoba mengingat apa yang terjadi. Wanita itu menutup matanya mencoba mengingat penggal demi penggal peristiwa yang tadi terjadi namun semua abu-abu.


Yang terakhir Viona ingat adalah Bibi Ahn memberinya segelas susu hangat lalu mengatakan jika Kevin sedang menunggunya di luar untuk makan malam, dia dijemput oleh seorang supir dan Viona tidak ingat apa-apa lagi setelah itu. Sepertinya dirinya telah dijebak dan dibohongi.


"Bibi Ahn dan supir keparat itu, sepertinya mereka berdua memang bekerja sama dengan orang yang menculik ku!! Tidak bisa!! Ini tidak bisa dibiarkan, aku harus segera menemukan cara untuk kabur dari sini." Ucap Viona pada dirinya sendiri.

__ADS_1


Terdengar derap langkah kaki seseorang yang datang. Viona menoleh setelah mendengar suara dari depan pintu dibuka dari luar. Seorang pria setengah baya bersama dua pria bertubuh tinggi kekar memasuki ruangan di mana dirinya berada.


"Siapa kau? Apa maksudmu mengurungku di tempat ini?" tanya Viona tanpa basa-basi.


"Sepertinya aku perlu memperkenalkan diri dulu padamu. Perkenalkan, aku adalah calon malaikat maut kalian berdua. Untuk sekarang aku tidak akan melakukan apapun padamu , kita tunggu sampai suami tercintamu itu datang. Dengan begitu aku bisa mengirim kalian berdua ke neraka secara bersamaan." Ujar pria itu memaparkan.


"Sebenarnya masalah apa yang kau miliki dengan keluargaku? Sampai-sampai kau ingin membunuhku dan Paman? Bahkan mengenalmu saja tidak," tutur Viona.


"Kau memang tidak mengenalku apalagi memiliki dendam. Karena dendamku bukan denganmu, melainkan ayahmu. Dan karena dia sudah menyatu dengan tahan, maka dendam itu aku lanjutkan padamu dan juga Pamanmu!!"


"Tapi Paman tidak ada hubungannya dengan dendammu!!" Viona menyela cepat. "Karena dia tidak berasal dari keluarga Zhang, jadi jangan libatkan dia dalam dendammu itu!!"


"Memang bukan, tapi semenjak dia masuk ke dalam keluarga Zhang, dia masuk ke dalam salah satu target yang harus aku habisi. Sekarang bulan hanya kau dan dia saja, tapi janin di dalam perutmu juga. Sebaiknya sekarang kau duduk dulu dengan tenang tunggu sampai dia datang." Ucap pria itu lalu melenggang pergi. Meninggalkan Viona sendirian di ruangan tersebut.


Viona mengepalkan tangannya. Dia tidak boleh membiarkan hal itu terjadi, Kevin tidak ada hubungannya dengan dendam yang pria itu miliki. Dan Viona tidak akan membiarkan Kevin sampai terlibat apalagi berada dalam bahaya karena dendam yang tidak ada hubungannya dengan dia.


Wanita itu mencoba menggerakkan tubuhnya sekali lagi. Sebisa mungkin Viona mencoba untuk melepaskan ikatan pada tubuhnya, namun sulit. Ikatan itu terlalu kencang. Viona tidak begitu bertenaga, karena sejak hamil tidak banyak makanan yang masuk ke dalam perutnya sehingga dia menjadi sedikit lemah.


xxx


"Kemana perginya wanita ini?" lirih Kevin bergumam.


Kevin memicingkan mata kanannya saat tiba di kediamannya dan mendapati rumah dalam keadaan sepi. Tidak terlihat batang hidung Viona maupun Frans. Berpikir Viona ada di kamar, Kevin pun bergegas pergi ke sana untuk menemuinya.


"Viona," Namun setibanya di sana. Kevin tidak menemukannya, kamarnya dalam keadaan kosong. Dia tidak ada di kamar mandi maupun balkon kamar, Viona tidak ada di mana pun.


Kevin meninggalkan kamarnya untuk bertanya pada pelayan. Mungkin salah satu dari mereka ada yang melihatnya. Dia juga sedang mencari Frans.

__ADS_1


"Apa kalian melihat, Viona?" tanya Kevin pada dua pelayan yang sedang sibuk dengan pekerjaannya.


"Bukannya Nona pergi bersama Tuan untuk makan malam? Tadi Bibi Ahn memberitahu Nona dan mengatakan jika Anda menunggunya untuk makan malam bersama," jawab salah satu dari ketiga pelayan itu.


"Apa, pergi makan malam denganku? Bahkan sejak sore aku tidak bertemu sama sekali dengannya. Lalu di mana Ahn Yoon sekarang? Apa kau juga melihat, Frans?"


Pelayan itu mengangguk. "Bibi Ahn, sudah pergi sejak beberapa jam yang lalu. Dia bilang menantunya sedang kritis di rumah sakit, Bibi Ahn juga bilang jika dia sudah meminta ijin pada Anda sebelum pergi. Jujur saja, Tuan. Sikap Bibi Ahn sangat aneh dan mencurigakan. Sedangkan Tuan Frans, saya tidak melihatnya sejak Anda pergi tadi." terang pelayan itu menuturkan.


Firasat Kevin mulai tidak enak. Entah kenapa dia merasa jika Viona sedang dalam bahaya. Kevin harus segera menemukannya sebelum hal buruk menimpa dia dan juga janin di dalam perutnya.


"Ge," seru seseorang dari belakang. Sontak Kevin menoleh dan mendapati Frans menghampirinya dengan langkah tertatih-tatih.


"Frans, apa yang terjadi padamu?" tanya Kevin.


Frans menggeleng. "Tidak penting aku kenapa. Yang terpenting sekarang kita harus menyelamatkan Viona Nunna, nyawanya sedang dalam bahaya. Ternyata Ahn Yoon adalah mata-mata tersembunyi di rumah ini." jelas Frans.


"Dia kita bisa mengurusnya nanti. Yang terpenting sekarang adalah menemukan Viona. Aku tidak bisa membiarkannya dalam bahaya. Segera lacak keberadaanya sekarang," pinta Kevin. Dia tidak bisa membuang terlalu banyak waktu.


Ponsel Kevin tiba-tiba berdering. Salah satu anak buahnya menghubunginya dan memberitahu Kevin jika Viona di culik. Saat ini dia sedang berada di lokasi namun tidak bisa bertindak, karena dia hanya sendirian.


"Kau tunggu di sana, aku akan segera datang." Ucap Kevin lalu mengakhiri sambungan telfonnya. Pandangan Kevin lalu bergulir pada Frans. "Aku sudah menemukan lokasinya. Segera kumpulkan anak buahmu dan kita serbu tempat itu untuk menyelamatkan Viona,"


Frans mengangguk. "Baik, Ge."


"Viona, tunggu aku Sayang. Paman, akan segara dagang untuk menyelamatkanmu!!"


.

__ADS_1


.


Bersambung


__ADS_2