
Pagi-pagi sekali Kevin sudah meninggalkan kediaman Lu. Dia berencana pergi ke rumah sakit jiwa untuk melihat keadaan Sonny. Sudah dua Minggu lebih dia tidak bertemu dengannya, dan Kevin hanya ingin memastikan jika laki-laki itu baik-baik saja.
"Ge, kau mau pergi ke mana?" sebuah pertanyaan keluar dari bibir Viona ketika melihat Kevin yang sudah rapi dan siap untuk pergi.
"Aku ada urusan, baik-baik di rumah. Aku akan segera kembali," ucap Kevin lalu beranjak dari hadapan Viona dan pergi begitu saja.
Tidak mungkin Kevin membawa Viona untuk ikut pergi bersamanya. Tujuannya adalah pergi ke rumah sakit jiwa, bukan untuk jalan-jalan apalagi bersenang-senang. Ada waktunya sendiri untuk membawa wanita itu keluar, tapi bukan sekarang.
"Mau pergi kemana lagi dia?" perhatian Viona sedikit teralihkan oleh pertanyaan tersebut. Wanita itu menolak dan mendapati Tuan Lu berjalan menghampirinya.
Viona menggeleng. "Aku sendiri tidak tahu, karena dia tidak mengatakan apapun padaku. Gege, tanya bilang ada urusan di luar dan segera kembali." Jawab Viona.
"Apa kau kesal karena Kevin tidak mengajakmu untuk ikut?" tanya Tuan Lu 100% benar.
__ADS_1
Viona mengangguk. "Ya," dan menjawab singkat.
"Tidak perlu berkecil hati, Nak. Bukankah kalian masih memiliki banyak waktu untuk berduaan? Mungkin saja dia benar-benar ada keperluan penting makanya tidak mengajakmu untuk ikut. Setelah kembali nanti, kau bisa mengajaknya untuk jalan-jalan keluar." ujar Tuan Lu menasehati.
Viona menganggukkan kepala. "Ya , Kakek benar. Kalau begitu aku ke kamar dulu," Viona berpamit pergi pada Kakek mertuanya, dia hendak pergi ke kamarnya dan bermalas-malasan di sana. Kesal terlihat jelas di kedua matanya. Viona kesal karena Kevin tidak mengajaknya untuk pergi bersamanya.
xxx
Kevin tiba di rumah sakit jiwa. Dia datang untuk melihat keadaan Sonny Li. Sudah dua Minggu lebih dia tidak melihat apalagi mengetahui keadaannya. Apakah Sonny masih hidup atau sudah mati, masih waras atau benar-benar gila.
Sonny menatapnya dengan tajam. "Mau apa kau datang kemari? Apa belum puas penderitaan yang kau berikan padaku secara bertubi-tubi?! Lepaskan aku, Kevin Zhang. Keluarkan Aku dari sini!! Aku tidak gila, dan bisa-bisanya kau malah mengurungku di tempat terkutuk seperti ini!! LEPASKAN AKU..." teriak Sonny diakhir kalimatnya.
Kevin menyeringai dan menatap Sonny dengan pandangan meremehkan. "Melepaskan mu dari sini? Bermimpi saja, karena sampai kadal beranak jerapah, aku tidak akan mengeluarkannya dari sini. Karena satu-satunya tempat yang paling layak dan pantas untuk orang sepertimu adalah tempat ini!!"
__ADS_1
Gyuttt...
Sonny mengepalkan tangannya dan menatap Kevin dengan tajam. "Kau benar-benar bukan manusia, Kevin Zhang. Kau adalah iblis dalam wujud manusia, karena manusia tidak akan sekejam dirimu. Kau itu iblis!! Dan sebelum kesabaranku benar-benar habis, maka dari itu cepat lepaskan aku." Pinta Sonny menuntut.
Dia memberikan ancamannya pada Kevin. Sony menuntut supaya dia segera dikeluarkan dari rumah sakit jiwa, namun sayangnya ancamannya tidak berlaku sama sekali untuk Kevin.
"Bermimpi saja, karena sampai kapanpun aku tidak akan pernah melepaskan mu, apalagi mengeluarkan mu dari sini!! Jadi nikmati saja hari-harimu di sini dengan tenang, jangan banyak berulah. Karena urusanku di sini sudah selesai, Aku akan pergi sekarang." Ucap Kevin.
Sebelum pergi Kevin melemparkan sebuah bingkisan ke dalam ruangan. itu adalah makanan yang dia bawakan untuk Sonny. "Aku membawakan sarapan untukmu. Dan kau tenang saja, makanan itu aman dan tidak beracun. terserah kamu mau mempercayainya atau tidak, yang jelas aku tidak akan memaksamu untuk memakannya. Karena saat perutmu lapar dan keroncongan, toh bukan aku yang merasakannya. Aku juga tidak akan rugi!!" ucap Celine.
Tanpa mengatakan apapun, Kevin melenggang pergi. Urusannya sudah selesai jadi untuk apa lagi dia masih tetap berada di sini.
xxx
__ADS_1
Bersamanya