
"Uhhh..."
Viona merasakan ngilu yang luar biasa pada bagian Miss-nya. Rasanya dia ingin sekali mengutuk Kevin karena sudah membuatnya kesulitan berjalan. Alhasil Viona menjadi bulan-bulanan Frans yang ingin balas dendam padanya.
"Nunna, kenapa cara jalanmu aneh sekali? Ah, aku tahu." Tiba-tiba Frans berseru sambil menatap Viona sambil menyeringai. "Aku tahu!! Kalian berdua pasti habis bermain ninu-ninu semalam?" tebal Frans 100% benar.
"Dasar manusia super kepo. Terserah dong, aku mau melakukannya atau tidak itu tidak ada urusannya denganmu!!" jawab Viona menimpali.
"Aisshh, Nunna kau benar-benar tidak asik sama sekali. Sesama saudara, berbagi kebahagiaan itu sangat dianjurkan. Lagipula aku ingin tahu apa yang kalian lakukan sukses atau tidak, menghasilkan bibit unggulan atau tidak. Sebagai calon Paman, tentu saja aku harus memastikan jika calon keponakanku berasal dari bibit unggulan." Ujarnya panjang lebar.
"Kau pikir biji kedelai, dasar manusia anah!!" ucap Viona dan pergi begitu saja. Dia terlalu malas mendengar ocehan Frans yang semakin lama semakin menyebalkan saja. Viona pergi ke kamarnya untuk menemui Kevin.
Brakk...
Bantingan keras pada pintu bisa sedikit mengejutkan Kevin. Kemudian Kevin mengalihkan pandangannya dari laptop di pangkuannya untuk menatap Viona. Kevin meletakkan laptopnya lalu beranjak dari duduknya dan menghampiri Viona.
"Ada apa, Hem? Kenapa kau terlihat murung?" tanya Kevin sambil memeluk pinggang Viona dengan kedua tangannya.
Bukannya menjawab. Viona malah mendengus berat. "Ini semua karena ulahmu. Jika saja Paman bermain lebih lembut sedikit, pasti aku tidak akan berkahir mengenaskan seperti ini!! Dan karena ulah Paman, aku malah jadi bahan bulan-bulanan Frans!!" ujar Viona menyampaikan keluhannya.
__ADS_1
"Jadi kau kesal karena hal itu?" Tanya Kevin dan dibalas anggukan oleh Viona. "Baiklah, aku harus bagaimana supaya kau tidak kesal lagi, hm?" tanya Kevin sambil membelai pipi Viona dengan lembut.
"Cium aku, maka aku tidak akan kesal lagi." Jawab Viona sambil memanyunkan bibirnya.
Kevin mendengus geli. Kemudian dia menarik tengkuk Viona dan mencium singkat bibir ranum tipisnya. "Bagaimana, apa kau sudah puas?" ucap Kevin setelah melepaskan tautan bibirnya.
Viona menggeleng. "Terlalu singkat, jadi mana mungkin aku bisa puas." Jawab Viona sambil menghela napas.
Kevin menatap wanitanya. Memangnya sejak kapan Viona jadi semesum ini, hm? Baiklah, akan aku kabulkan permintaanmu." Ucap Kevin dan kembali mencium bibir Viona seperti tadi. Ciuman kali ini lebih panjang dan lebih dalam dari ciuman mereka sebelumnya.
Kevin mengullum bibir bawah Viona dengan lembut, memagut dan menghisapnya dalam-dalam . Bibir Viona terasa manis bagi Kevin, bukan manis yang tidak disukai olehnya. Tetapi Manis yang, entahlah susah untuk dijelaskan. Yang jelas Kevin sangatlah menyukainya.
Kevin memindahkan tangannya ke pinggang ramping Viona dan memeluknya untuk semakin dekat. Membunuh jarak diantara mereka berdua.
Ciuman mereka berdua semakin lama semakin dalam dan menuntut. Dessahan berkali-kali lolos dari bibir Viona maupun Kevin secara bergantian.
Viona merasakan mulut Kevin seolah-olah melahap bibirnya, wanita itu meringis. Jelas sekali ini bukan ciuman indah melainkan ciuman-ciuman seperti adegan di dalam film barat, dan Viona begitu menikmatinya
"Masih kuat?" Kevin menarik dirinya sesaat dan menatap Viona dengan tatapan bertanya. Sepertinya dia belum benar-benar puas dengan ciuman mereka barusan.
__ADS_1
"Tentu saja," jawab Viona dan kembali Kevin dalam ciuman panjang yang menggairahkan. nama sayanya ciuman itu tak berapa lama diambil alih sepenuhnya oleh Kevin.
Lidah pria itu terus mengobrak abrik mulut Viona, menghisap, menjilatt juga mellumat. Kakinya sudah tidak menginjak tanah. Bahkan kedua kaki Viona sudah tidak menginjak tanah, melainkan melingkar di pinggang Kevin. Dia kemudian mendorongnya ke tembok disisi jendela.
Di sana ciuman mereka berlanjut. Kami adalah kamar pribadi mereka, jadi tidak ada orang yang bisa melihat apalagi mengganggu mereka berdua.
Kehabisan napas, Kevin pun melepaskan ciumannya. Napasnya terengah wajahnya semerah tomat, Viona pun tak jauh beda dengan dirinya. Meskipun demikian, tetapi mereka tetap bisa menikmati ciuman panasnya.
"Kali ini aku akan membuatmu terus menyerukan namaku." Ucap Kevin dan kembali melumatt bibir Viona seperti tadi.
Kali ini Kevin tak ingin berhenti, bibir wanita itu benar-benar membuatnya candu. Tanpa ragu sedikit pun, Viona membalas ciuman Kevin dengan sama bergaiirahnya, lenguhan Viona membuat Kevin semakin semangat.
Dan ciuman panas mereka yang tanpa akhir, tidan jadi beban pikiran keduanya untuk melepaskan tautan bibir mereka. Kebahagiaan terlihat jelas di raut wajah pasangan pengantin baru tersebut, baik Kevin maupun Viona, mereka berdua sama-sama bahagia dengan pernikahan yang baru saja dilangsungkan dan mereka jalankan sekarang ini.
xxx
Bersambung
Assalamualaikum teman-teman. Author minta doanya supaya desa Author baik-baik saja, terjadi banjir besar dan hampir masuk masuk ke dalam perkampungan. Doakan semoga Author dan keluarga, serta orang-orang yang satu kampung sama Author selalu dalam lindungan Allah SWT.
__ADS_1